Naila H

18 September 2025 13:13

Iklan

Naila H

18 September 2025 13:13

Pertanyaan

bantu jawab ya ka

bantu jawab ya ka 

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

23

:

16

:

08

Klaim

10

1


Iklan

R. Setyo

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

19 September 2025 03:18

1) Angka tersebut adalah koefisien Gini yang mengukur tingkat ketimpangan pendapatan (rentang 0–1); nilai pada tabel menunjukkan ketimpangan perkotaan lebih tinggi daripada pedesaan. 2) Karena konsentrasi pendapatan dan variasi ekonomi di perkotaan (ada kelompok berpendapatan sangat tinggi dan kelompok berpendapatan rendah, perbedaan akses pendidikan/pekerjaan, migrasi), sehingga disparitas lebih besar. 3) Untuk mengukur dan memantau ketimpangan, menjadi dasar evaluasi kebijakan redistributif, menargetkan bantuan sosial, serta membandingkan antarwilayah dan periode. 4) Upaya pemerintah meliputi kebijakan fiskal progresif dan redistribusi (pajak, subsidi), program perlindungan sosial dan bantuan tunai yang ditargetkan, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal, dukungan untuk UMKM dan pelatihan kerja. Angka-angka pada tabel adalah koefisien Gini, indikator distribusi pendapatan dari 0 (sama rata) sampai 1 (sangat timpang); nilai perkotaan (sekitar 0,39–0,401) yang lebih tinggi dibanding pedesaan (sekitar 0,31–0,32) menandakan ketimpangan lebih besar di kota dan ada kecenderungan kenaikan di perkotaan pada 2021. Perbedaan ini terjadi karena struktur ekonomi perkotaan lebih heterogen—keberadaan pemilik modal, tenaga profesional berpenghasilan tinggi, sektor formal dan sektor informal yang menghasilkan variasi pendapatan besar—sementara pedesaan cenderung memiliki sumber pendapatan yang lebih homogen seperti pertanian. Penghitungan indeks Gini penting untuk memantau tren ketimpangan dan menilai efektivitas intervensi kebijakan; oleh sebab itu pemerintah menerapkan kombinasi kebijakan seperti pajak progresif, belanja sosial (bantuan tunai, subsidi, program bersyarat), peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur serta program pemberdayaan ekonomi (UMKM, pelatihan vokasi, pembangunan daerah tertinggal) untuk mengurangi kesenjangan pendapatan secara berkelanjutan.


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bu Vina mengirimkan beras kepada pedagang dalam kemasan 25 kg dan 50 kg menggunakan truk. Banyak karung beras keseluruhan adalah 200 karung dengan total berat beras adalah 8 ton, 8. Berdasarkan teks tersebut, pilihlah semua jawaban yang benar. Jawaban benar lebih dari satu. Banyak karung beras kemasan 25 kg adalah 50 buah. Banyak karung beras kemasan 50 kg adalah 150 buah. Total berat beras dalam kemasan 25 kg adalah 2 ton. Perbandingan berat beras kemasan 25 kg dan 50 kg dalam truk adalah 1: 3. 9. Berdasarkan teks tersebut, jika biaya setiap beras karung kecil adalah Rp7.500 dan karung besar Rp14.000, berapakah biaya angkut semua beras yang harus dibayar oleh Bu Vina? A. Rp2.540.000 C. Rp2.312.000 B. Rp2.475.000 D. Rp2.280.000

52

4.0

Jawaban terverifikasi