Monica A

11 Februari 2022 07:13

Iklan

Monica A

11 Februari 2022 07:13

Pertanyaan

Bangsa Melanesia/Papua Melanesoid telah mengenal teknologi pembuatan api. Salah satu indicator yang menunjukkan kemampuan bangsa Papua Melanesoid tersebut adalah ….

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

00

:

07

:

30

Klaim

1

5

Jawaban terverifikasi

Iklan

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

20 Februari 2022 05:39

Jawaban terverifikasi

Hai Monica A, Kakak bantu jawab ya. Kebudayaan Bangsa Melanosoid dapat diketahui dengan masa ketika mereka sudah mengenal api, meramu, berburu binatang, dan teknologi pertanian sudah mereka miliki. Bagi manusia purba, proses penemuan api merupakan bentuk inovasi yang sangat penting. Berdasarkan data arkeologi, penemuan api kira-kira terjadi pada 400.000 tahun yang lalu. Penemuan pada periode manusia Homo erectus. Api digunakan untuk menghangatkan diri dari cuaca dingin. Dengan api kehidupan menjadi lebih bervariasi dan berbagai kemajuan akan dicapai. Teknologi api dapat dimanfaatkan manusia untuk berbagai hal. Di samping itu penemuan api juga memperkenalkan manusia pada teknologi memasak makanan, yaitu memasak dengan cara membakar dan menggunakan bumbu dengan ramuan tertentu. Manusia juga menggunakan api sebagai senjata. Api pada saat itu digunakan manusia untuk menghalau binatang buas yang menyerangnya. Api dapat juga dijadikan sumber penerangan. Melalui pembakaran pula manusia dapat menaklukkan alam, seperti membuka lahan untuk garapan dengan cara membakar hutan. Kebiasaan bertani dengan menebang lalu bakar (slash and burn) adalah kebiasaan kuno yang tetap berkembang sampai sekarang. Untuk lebih jelasnya, pahamilah penjelasan berikut ini. Kebudayaan Bangsa Melanesoid adalah kebudayaan yang terjadi pada zaman paleolitikum, yakni pada zaman batu tua. Ras Melanesoid merupakan suku bangsa yang berkulit hitam yang berasal dari Teluk Tonkin. Ras Melanesoid tersebut membawa kebudayaan Bacson-Hoabinh yang setingkat lebih tinggi dibandingkan dengan kebudayaan penduduk asli Indonesia. Kebudayaan Bacson-Hoabinh diperkirakan berasal dari tahun 10.000 SM-4000 SM, kira-kira tahun 7000 SM. Kebudayaan ini berlangsung pada kala Holosen. Awalnya masyarakat Bacson-Hoabinh hanya menggunakan alat dari gerabah yang sederhana berupa serpihan-serpihan batu tetapi pada tahun 600 SM mengalami perubahan dalam bentuk batu-batu yang menyerupai kapak yang berfungsi sebagai alat pemotong. Ciri khas alat-alat batu kebudayaan Bacson-Hoabinh adalah penyerpihan pada satu atau dua sisi permukaan batu kali yang berukuran ± 1 kepalan dan seringkali seluruh tepiannya menjadi bagian yang tajam. Hasil penyerpihannya itu menunjukkan berbagai bentuk seperti lonjong, segi empat, segitiga dan beberapa di antaranya ada yang mempunyai bentuk berpinggang. Alat-alat dari tulang dan sisa-sisa tulang belulang manusia dikuburkan dalam posisi terlipat serta ditaburi zat warna merah. Kebudayaan Bacson-Hoabinh ini diperkirakan berkembang pada zaman Mesolitikum. Pusat kebudayaan zaman Mesolitikum di Asia berada di dua tempat yaitu di Bacson dan Hoabinh. Kedua tempat tersebut berada di wilayah Tonkin di Indocina (Vietnam). Istilah Bacson Hoabinh pertama kali digunakan oleh arkeolog Prancis yang bernama Madeleine Colani pada tahun 1920-an. Nama tersebut untuk menunjukkan tempat pembuatan alat-alat batu yang khas dengan ciri dipangkas pada satu atau dua sisi permukaannya. Penyebaran kebudayaan Bacson-Hoabinh bersamaan dengan perpindahan ras Papua Melanesoid ke Indonesia melalui jalan barat dan jalan timur (utara). Mereka datang di Nusantara dengan perahu bercadik dan tinggal di pantai timur Sumatra dan Jawa, namun mereka terdesak oleh ras Melayu yang datang kemudian. Akhirnya, mereka menyingkir ke wilayah Indonesia Timur dan dikenal sebagai ras Papua yang pada masa itu sedang berlangsung budaya Mesolitikum sehingga pendukung budaya Mesolitikum adalah Papua Melanesoid. Ras Papua ini hidup dan tinggal di gua-gua (abris sous roche) dan meninggalkan bukit-bukit kerang atau sampah dapur (kjokkenmoddinger). Hasil kebudayaan Bacson-Hoabinh adalah sebagai berikut: 1. Kapak genggam 2. Kapak dari tulang dan tanduk 3. Kyokkenmodinger Kebudayaan Bangsa Melanosoid dapat diketahui dengan masa ketika mereka sudah mengenal api, meramu, berburu binatang, dan teknologi pertanian sudah mereka miliki. Mereka belum sanggup menjaga kesuburan tanah oleh karena itu mereka perluasan dan perpindahan (Seminomaden) untuk penguasaan lahan- lahan baru. Ras Melanosoid tersebar di lautan pasifik salah satunya ada di Papua. Menurut Daljoeni, sekitar 70% dari ras Melanesoid mendiami Papua dan 30% lainnya tinggal di kepulauan sekitar Papua dan Papua Nugini. Ras Melanesoid pada awalnya datang ketika zaman es berakhir yaitu 70000 SM saat kepulauan Indonesia belum berpenghuni. Ketika suhu di bumi mencapai kedinginan maksimal dan air laut menjadi membeku, maka permukaan laut menjadi lebih rendah sekitar 100 m dibandingkan saat ini. Pada saat itulah muncul pulau – pulau baru. Adanya pulau – pulau tersebut memudahkan makhluk hidup berpindah dari Asia menuju Oceania. Ras Melanesoid datang dari wilayah timur menuju Papua dan Australia yang sebelumnya merupakan satu kesatuan. Pada saat itu, ras Melanesoid mencapai 100 jiwa yang meliputi Papua dan Australia. Ketika masa es berakhir dan air laut mulai naik lagi pada tahun 5000 SM, kepulauan Papua dan Australia terpisah seperti saat ini. Adapun asal dari ras Melanesoid adalah berasal dari Proto Melanesoid. Proto Melanesoid merupakan manusia Wajak yang tersebar ke timur dan menempati Papua, sebelum zaman es berakhir dan sebelum kenaikan permukaan laut terjadi pada saat itu. Semoga membantu ya


Iklan

N. Fauzia

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

28 Februari 2022 03:33

Jawaban terverifikasi

Hai Monica A, kakak bantu jawab ya. Indikator yang menunjukan bahwa bangsa Melanesia telah mengunakan api adalah adanya temuan di Gua Song Terus, Jawa Tengah, yang menunjukkan bahwa bangsa Melanesia telah mengenal api sejak 39.000 hingga 18.000 tahun silam. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Melanesia berasal dari bahasa Yunani, melas berarti hitam dan nesos berarti kepulauan. Melanesia/Papua Melanosoid bercirikan kulit hitam dan rambut keriting. Ciri kehidupan mereka ialah mulai menghuni gua-gua, mereka juga memenuhi kebutuhan dasar dengan berburu dan meramu, membuat alat dari batu dan mengenal perapian. Berdasarkan temuan di Gua Song Terus, Jawa Tengah, yang menunjukkan bahwa bangsa Melanesia telah mengenal api sejak 39.000 hingga 18.000 tahun silam. Mereka juga meninggalkan jejak lewat lukisan-lukisan gua, dan mempraktikkan penguburan bagi yang mati pada akhir Pleistosen—praktik konsepsi kepercayaan. Semoga membantu yaa :))


Rafi A

20 November 2023 13:03

Kedatangan bengsa deutro melayu menyebabkan


Rafi A

20 November 2023 13:03

Kedatangan bengsa deutro melayu menyebabkan


Agung H

01 April 2024 02:56

Bantuu


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi