Najwa A

21 Juli 2021 07:51

Iklan

Najwa A

21 Juli 2021 07:51

Pertanyaan

bandingkan antara pemilu 1955,pemilu dimasa orde baru,pemilu dimasa reformasi dr segi organisasi peserta pemilu

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

01

:

52

:

23

Klaim

29

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Shoimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

21 Juli 2021 12:06

Jawaban terverifikasi

Halo Najwa Pemilu adalah proses memilih seseorang untuk mengisi jabatan politik tertentu. Sejak proklamasi kemerdekaan hingga sekarang telah dilaksanakan sebanyak 12 kali, yaitu tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, 2009, 2014, dan 2019. Pada pemilu 1995 dua kali, yang pertama anggota yang dipilih adalah untuk lembaga DPR dan pada pemilu kedua anggota yang dipilih adalah lembaga konstituante. Lalu pada periode selanjutnya pemilu digunakan untuk memilih anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kota. Hingga pada periode 2004 pemilu juga untuk memilih presiden dan wakil presiden yang semula dipilih oleh MPR. Pada pemilu 2007, pemilihan juga bertambah menjadi pemilihan wakil kepala daerah. Berdasarkan segi organisasinya pemilu 1955 diikuti oleh 52 organisasi partai politik. Partai dengan suara terbanyak diraih oleh PNI, lalu disusul Masyumi, dan NU. Pada periode orde baru berlangsung enam kali pemilu yaitu pada pemilu tahun 1971 yang diikuti 10 organisasi partai politik. Pada pemilu kali ini Golongan Karya meraih suara terbanyak, disusul NU, dan Paemusi. Pemilu selanjutnya dimulai sejak 1977 sampai 1997 peserta pemilu hanya diikuti oleh tiga organisasi partai politik, yaitu PPP, Golongan Karya, dan PDI. Hal tersebut menjadi keunikan tersendiri dari pemilu masa orde baru, hal tersebut karena adanya kebijakan fusi partai atau penyederhanaan partai. Dan dari kesemua pemilu yang dilaksanakan pada masa orde baru ini, Golongan Karya bersama Suharto selalu keluar sebagai pemenang. Selanjutnya pada masa reformasi, pemilu 1999 menjadi pemilu pertama yang terlaksana. Ada 48 organisasi politik yang berkontestasi pada pemilu ini, dan PDI-P keluar sebagai pemenang. Pada pemilu selanjutnya yaitu pemilu 2004, organisasi politik yang ikut meramaikan kontes politik ini hanya sebanyak 24 organisasi partai politik. Pada pemilu ini untuk pertama kalinya presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung. Pemenang pada pemilu kali ini adalah partai Golkar. Dilanjutkan pada pemilu 2009, organisasi politik yang ikut meramaikan ajang demokrasi ada 38. Partai peraih suara tertinggi adalah Demokrat. Pada pemilu 2014 diikuti oleh 12 organisasi partai politik. Suara terbanyak diraih oleh PDI-P. Yang terakhir adalah pemilu 2019, diikuti oleh 16 partai politik nasional, dan 4 partai politik lokal Aceh. Pemenang pemilu kali ini adalah PDI-P. Sehingga bisa diketahui jika pemilu pada tahun 1955 banyak diikuti partai politik sebagai wujud semangat dalam kehidupan demokrasi. Begitu juga dengan pemilu pertama masa orde baru, yaitu pemilu 1971. Sayangnya setelah itu terbit kebijakan fusi partai, sehingga selama orde baru setelah pemilu 1971 hanya ada tiga partai politik yang bertanding. Setelah runtuhnya orde baru, semangat demokrasi kembali muncul ditandai dengan banyak partai politik yang ikut berlaga pada pemilu masa reformasi. Mapel: Sejarah Kelas: 12 SMA Topik: Masa Orde Baru Hingga Reformasi Semoga membantu ya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

29

5.0

Jawaban terverifikasi