Bali pulau para dewata. Alam asri nan indah, eksotis menjadi destinasi wisata baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Tidak lengkap rasanya hidup bila belum berkunjung ke Bali. Di Bali banyak kita jumpai berbagai upacara-upacara adat. Satu diantaranya adalah upacara Ngaben (pembakaran jenazah secara adat/budaya Bali). Upacara pemakaman jenazah yang hanya bisa dilakukan oleh kaum berduit. Konon, untuk melakukan Upacara tersebut dana yang harus dikeluarkan miniBalimal 80 juta. Sungguh angka yang fantastis untuk sebuah pemakaman. Namun, bukan berarti kaum yang tidak berduit tidak bisa melaksanakan upacara ini. Tetapi mereka harus mengumpulkan dana terlebih dahulu. Sementara si mayat diawetkan terlebih dahulu sampai tiba masa ngaben tiba.
Daftarlah/tuliskan konjungsi (kata penghubung) yang kamu temukan pada teks di atas!
Halo, Intan. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru.
Kakak bantu jawab ya.
Konjungsi pada teks tersebut adalah kata namun, tetapi dan baik...maupun.
Mari perhatikan penjelasan berikut ini!
Konjungsi (kata hubung) merupakan kata atau ungkapan yang berfungsi sebagai penghubung antarkata, antarklausa, atau antarkalimat. Konjungsi juga didefinisikan sebagai kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat, yaitu kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa. Konjungsi disebut juga kata hubung.
Macam-macam konjungsi adalah sebagai berikut.
1. Konjungsi Koordinatif.
Konjungsi koordinatif adalah kata hubung yang digunakan untuk menggabungkan dua klausa yang berkedudukan setara.
2. Konjungsi Korelatif.
Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa yang memiliki status sintaksis yang sama.
3. Konjungsi Subordinatif
Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih dan klausa itu tidak memiliki status sintaksis yang sama.
Jenis-jenis konjungsi subordinatif di antaranya:
- Konjungsi temporal (waktu): lalu, selanjutnya, apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selam, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, dan tatkala.
- Konjungsi pertentangan: tetapi, melainkan, sebaliknya, dan namun.
- Konjungsi pembenaran (konsesif): meskipun, walaupun, biar, biarpun, sungguhpun, kendatipun, dan sekalipun.
- Konjungsi pembatasan: kecuali, selain, asal, dan asalkan
- Konjungsi sebab (kausal): sebab dan karena.
- Konjungsi akibat (konsekutif): sehingga, sampai, dan akibatnya.
- Konjungsi perbandingan: sebagai, sebagaimana, seperti, bagai, bagaikan, dan seakan-akan.
- Konjungsi tujuan (final): supaya, guna, dan agar.
- Konjungsi syarat (kondisional): jika, jikalau, dan kalau.
Di antara konjungsi di atas, terdapat konjungsi pertentangan, contohnya adalah kata namun dan tetapi. Pada teks, terdapat kalimat yang mengandung konjungsi pertentangan tersebut. Buktinya pada kutipan "Namun, bukan berarti kaum yang tidak berduit tidak bisa melaksanakan upacara ini. Tetapi mereka harus mengumpulkan dana terlebih dahulu." Selain itu, ada juga konjungsi korelatif, yakni baik...maupun. Kutipannya adalah "Alam asri nan indah, eksotis menjadi destinasi wisata baik wisatawan lokal maupun mancanegara."
Jadi, konjungsi pada teks tersebut adalah kata namun, tetapi, dan baik...maupun
Semoga membantu ya.
· 0.0 (0)
Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!
Iklan
Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!