Lalana L

12 November 2021 11:56

Iklan

Lalana L

12 November 2021 11:56

Pertanyaan

Bagaimanakah perkembangan kehidupan sosial masyarakat Indonesia pada masa Hindu-Buddha dan Islam?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

08

:

59

:

57

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nur S

08 Desember 2021 05:48

Jawaban terverifikasi

Halo Lalana Kehidupan sosial pada masa Hindu-Buddha, adalah diterapkanya sistem kasta dalam kehidupan bermasyarakat, sedangkan pada masa Islam aturan kasta tidak lagi diterapkan. Jika pada masa Hindu-Buddha kalender yang digunakan adalah Kalender Saka, sedangkan pada masa Islam Kalender Saka diadaptasi menjadi Kalender Jawa. Yuk simak pembahasannya Berkembangnya agama Hindu-Buddha tentu membawa pengaruh diberbagai bidang. Salah satunya adalah dalam kehidupan sosial, pengaruh kebudayaan Hindu yang nyata adalah dikenalnya sistem pelapisan sosial di dalam masyarakat yang disebut kasta. Sistem kasta dibentuk berdasarkan pada pendudukan, hak dan kewajiban seseorang dalam masyarakat. Pembagian golongan menyebabkan masyarakat Hindu terbagi dalam empat kasta/golongan yang sering disebut catur warna. Kasta sendiri berasal dari bahasa Spanyol dan Portugis yaitu casta yang berarti pembagian dalam masyarakat. Dalam agama Hindu kasta merupakan pembagian tingkatan ataupun sekat yang membagi masyarakat kedalam empat sekat yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra. Tujuan dari sistem kasta yaitu agar menjaga kemurnian ras Arya yang dianggap paling baik dibandingkan dengan ras Dravida. Aturan kasta tidak diterapkan pada Kebudayaan Islamseperti kebudayaan Hindu. Pengaruh Islam yang berkembang sangat pesat membuat mayoritas masyarakat Indonesia memeluk agama Islam. Hal ini menyebabkan aturan kasta mulai pudar di masyarakat Indonesia. Nama-nama Arab seperti Muhammad, Abdullah, Umar, Ali,Ibrahim, Hasan, Hamzah, Musa, dan lainnya mulai digunakan. Kosakata bahasa Arab juga banyak diserap ke bahasa Indonesia, contohnya rahmat, berkah (barokah), rezeki (rizki), kitab, ibadah, sejarah (syajaratun), majelis (majlis), hikayat, mukadimah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Begitu pula dengan sistem penanggalan. Sebelum Islam masuk ke Indonesia, masyarakat Indonesia sudah mengenal kalender Saka (kalender Hindu) yang dimulai pada tahun 78M. Dalam kalender Saka ini, ditemukan nama-nama pasaran hari seperti legi, pahing, pon, wage, dan kliwon. Setelah berkembangnya Islam, Sultan Agung dari Mataram menciptakan kalender Jawa, dengan menggunakan perhitungan peredaran bulan (komariah) seperti tahun Hijriah (Islam). Semoga membantu ya :)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi