Rahmat S

07 November 2022 16:38

Iklan

Rahmat S

07 November 2022 16:38

Pertanyaan

Bagaimana sistem pajak di mataram kuno dan majapahit ?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

19

:

42

:

41

Klaim

3

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

B. Hindarto

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

09 Januari 2023 04:10

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang tepat adalah Sistem pemungutan pajak di Kerajaan Mataram Kuno dan juga Majapahit hampirlah sama seperti sistem pajak yang terbagi menjadi sistem pajak usaha, pajak penghasilan dan penetapan penghasilan tidak kena pajak.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;Mari simak pembahasan berikut !</p><p>Pajak merupakan sumber kekayaan Kerajaan Mataram Kuno. Penarikan pajak dilakukan oleh petugas yang disebut&nbsp;<i>pangkur</i>,&nbsp;<i>tawan</i>, dan&nbsp;<i>tirip</i>. Besar kecilnya pajak ditentukan oleh luas tanah yang dimiliki seseorang. Sistem pajak di Kerajaan Mataram Kuno terbagi atas dua jenis, yaitu pangguhan yang berbentuk mata uang dan juga&nbsp;yang berbentuk kewajiban kerja bakti. Hal ini membuktikan bahwa pajak berperan penting bagi perekonomian kerajaan.</p><p>Di masa Kerajaan Majapahit menggunakan aliran Sungai Brantas yang bermuara ke Laut Jawa untuk menghubungkan kawasan pedalaman dengan pesisir. Salah satu pelabuhan yang terkenal saat itu adalah Pelabuhan Canggu, yang banyak disinggahi kapal untuk pergi ke Selat Madura. Di Pelabuhan Canggu, aneka ragam hasil pertanian mulai dari beras hingga rempah-rempah yang berasal dari Maluku, serta kerajinan keramik dari India dan China, diperjualbelikan. Pajak yang dikenakan berupa pajak Bea masuk serta pajak perdagangan yang ada di pelabihan tersebut</p><p><br><br><br>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah &nbsp;Sistem pemungutan pajak di Kerajaan Mataram Kuno dan juga Majapahit hampirlah sama seperti sistem pajak yang terbagi menjadi sistem pajak usaha, pajak penghasilan dan penetapan penghasilan tidak kena pajak.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Semoga membantu,ya &nbsp;&nbsp;: - )</p>

Jawaban yang tepat adalah Sistem pemungutan pajak di Kerajaan Mataram Kuno dan juga Majapahit hampirlah sama seperti sistem pajak yang terbagi menjadi sistem pajak usaha, pajak penghasilan dan penetapan penghasilan tidak kena pajak.

 

 

 Mari simak pembahasan berikut !

Pajak merupakan sumber kekayaan Kerajaan Mataram Kuno. Penarikan pajak dilakukan oleh petugas yang disebut pangkur, tawan, dan tirip. Besar kecilnya pajak ditentukan oleh luas tanah yang dimiliki seseorang. Sistem pajak di Kerajaan Mataram Kuno terbagi atas dua jenis, yaitu pangguhan yang berbentuk mata uang dan juga yang berbentuk kewajiban kerja bakti. Hal ini membuktikan bahwa pajak berperan penting bagi perekonomian kerajaan.

Di masa Kerajaan Majapahit menggunakan aliran Sungai Brantas yang bermuara ke Laut Jawa untuk menghubungkan kawasan pedalaman dengan pesisir. Salah satu pelabuhan yang terkenal saat itu adalah Pelabuhan Canggu, yang banyak disinggahi kapal untuk pergi ke Selat Madura. Di Pelabuhan Canggu, aneka ragam hasil pertanian mulai dari beras hingga rempah-rempah yang berasal dari Maluku, serta kerajinan keramik dari India dan China, diperjualbelikan. Pajak yang dikenakan berupa pajak Bea masuk serta pajak perdagangan yang ada di pelabihan tersebut




 

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah  Sistem pemungutan pajak di Kerajaan Mataram Kuno dan juga Majapahit hampirlah sama seperti sistem pajak yang terbagi menjadi sistem pajak usaha, pajak penghasilan dan penetapan penghasilan tidak kena pajak.

 

 

Semoga membantu,ya   : - )


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

36

5.0

Jawaban terverifikasi