Dwi S

20 Agustus 2021 07:58

Iklan

Dwi S

20 Agustus 2021 07:58

Pertanyaan

bagaimana sikap belanda terhadap RMS (Republik Maluku Selatan)?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

23

:

03

:

10

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Fauzia

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

29 Januari 2022 08:13

Jawaban terverifikasi

Hai Dwi, kakak bantu jawab ya. Sikap Belanda terhadap RMS (Republik Maluku Selatan) adalah mendukung pemberontakan tersebut dengan mengizinkan pendirian kantor dan pemerintahan pengasingan RMS di Belanda. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Pada tanggal 25 April 1950 Mr. Dr. Christian Robert Soumokil, memproklamirkan berdirinya Republik Maluku Selatan atas respon penolakan terhadap berdirinya NKRI dengan cara mencoba untuk melepas wilayah Maluku Tengah dan NIT dari Republik Indonesia Serikat. Alasanya Soumokil tidak setuju dengan penggabungan daerah-daerah Negara Indonesia Timur ke dalam wilayah kekuasaan Republik Indonesia. Awalnya pemerintah Indonesia menempuh jalan damai. Dr. J. Leimena dikirim oleh Pemerintah untuk menyampaikan permintaan berdamai kepada RMS, tapi langkah pemerintah tersebut ditolak oleh Soumokil, justru ia malah meminta bantuan, perhatian, juga pengakuan dari negara lain terutama dari Belanda, Amerika Serikat, dan komisi PBB untuk Indonesia. Untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat internasional, RMS menunjuk J.P. Nikijuluw sebagai wakil presiden RMS daerah luar negeri yang berkedudukan di Den Haag, Belanda. Pada 3 Mei 1950 Soumokil menggantikan kedudukan Manuhutu sebagai presiden RMS. Selanjutnya, pada 9 Mei 1950 Soumokil membentuk Angkatan Perang RMS (APRMS) dan mengangkat Sersan Mayor KNIL, D.J. Samson sebagai Panglima tertinggi. Kedudukan kantor RMS di Den Haag dan keberpihakan pasukan KNIL menunjukan dukungan Belanda terhadap gerakan RMS. Langkah selanjutnya, pemerintah Indonesia memutuskan untuk melaksanakan ekspedisi militer. Kolonel A.E. Kawilarang dipilih sebagai pemimpin dalam melaksanakan ekspedisi militer tersebut. RMS mengalami kekalahan di Ambon, serta Soumokil yang telah dijatuhkan hukuman mati, pada akhirnya pemerintahan RMS mulai mengungsi dari pulau-pulau yang di tempati sebelumnya dan membuat pemerintahan dalam pengasingan di Belanda dipimpin oleh John Wattilete. Sebanyak 12.000 tentara Maluku bersama keluarganya berangkat ke Belanda setahun setelahnya. Pada akhirnya pemberontakan RMS berhasil dihentikan oleh pemerintah Indonesia. Semoga membantu yaa :))


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

41

5.0

Jawaban terverifikasi