Regina J

26 September 2023 15:23

Iklan

Regina J

26 September 2023 15:23

Pertanyaan

bagaimana prinsip kerja sel volta pada logam yang dihubungkan dengan buah buahan?

bagaimana prinsip kerja sel volta pada logam yang dihubungkan dengan buah buahan?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

10

:

03

:

10

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

J. Siregar

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Medan

27 September 2023 09:03

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang benar adalah prinsip redoks dengan melibatkan logam (bisa sebagai elektroda) dan menggunakan larutan elektrolit dari buah-buahan. Sel volta merupakan jenis sel elektrokimia yang dapat menghasilkan energi listrik dari reaksi redoks yang berlangsung spontan. Baterai yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari seperti pada jam, senter, dan lain sebagainya biasanya menggunakan pasta elektrolit di dalamnya. Ternyata sifat elektrolit ini juga dimiliki oleh buah-buahan. Dari sifat tersebut, maka buah-buahan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik melalui proses elektrokimia. Baterai alternatif dapat dibuat menggunakan larutan elektrolit yang ada pada buah-buahan. Prinsip kerja ini menyerupai prinsip kerja sel Galvani karena mengalami reaksi reduksi dan oksidasi (reaksi redoks) pada bagian elektroda atau kutub–kutubnya. Reaksi redoks inilah yang dapat menghasilkan arus listrik, perubahan bentuk energi yang terjadi yaitu energi kimia menjadi energi listrik. Dengan demikian, prinsip yang digunakan adalah prinsip redoks dengan melibatkan logam (bisa sebagai elektroda) dan menggunakan larutan elektrolit dari buah-buahan.


Iklan

Vincent M

Community

27 September 2023 14:54

Jawaban terverifikasi

<p>Sel volta adalah perangkat yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik melalui reaksi redoks. Dalam konteks buah-buahan, Anda mungkin berbicara tentang eksperimen sederhana yang melibatkan buah-buahan sebagai salah satu komponen dalam sel volta.</p><p>Prinsip kerja sel volta sederhana yang melibatkan buah-buahan biasanya melibatkan dua elektroda (misalnya, sepotong logam seperti tembaga dan sepotong logam seperti seng) yang dicolokkan ke dalam buah-buahan. Elektroda ini terendam dalam larutan elektrolit yang terkandung dalam buah-buahan. Buah-buahan yang digunakan dalam eksperimen ini mengandung zat-zat kimia yang berperan sebagai elektrolit alami.</p><p>Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut:</p><p>Di satu elektroda (misalnya, elektroda tembaga), terjadi reaksi oksidasi, di mana atom-atom logam melepaskan elektron.</p><p>Di elektroda lain (misalnya, elektroda seng), terjadi reaksi reduksi, di mana ion-ion logam menerima elektron dan menjadi ion yang lebih netral.</p><p>Elektron yang dilepaskan pada elektroda oksidasi bergerak melalui luar sirkuit (melalui kawat) menuju elektroda reduksi.</p><p>Selama perjalanan elektron ini melalui kawat, terjadi aliran arus listrik.</p><p>Pada elektroda reduksi, elektron bergabung dengan ion yang lebih netral, mengembalikannya ke bentuk ion yang lebih positif atau netral.</p><p>Proses ini berulang-ulang, menciptakan aliran listrik yang berkelanjutan selama zat-zat kimia dalam buah-buahan masih aktif dan tersedia untuk reaksi.</p><p>Selama eksperimen ini, buah-buahan berfungsi sebagai sumber elektrolit dan sebagai media yang mengandung zat-zat kimia yang mendukung reaksi redoks, yang diperlukan untuk menghasilkan aliran listrik.</p><p>Eksperimen ini sering digunakan untuk demonstrasi pendidikan dan pemahaman dasar tentang sel volta, dan buah-buahan yang berbeda dapat menghasilkan hasil yang berbeda berdasarkan komposisi kimianya.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Sel volta adalah perangkat yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik melalui reaksi redoks. Dalam konteks buah-buahan, Anda mungkin berbicara tentang eksperimen sederhana yang melibatkan buah-buahan sebagai salah satu komponen dalam sel volta.

Prinsip kerja sel volta sederhana yang melibatkan buah-buahan biasanya melibatkan dua elektroda (misalnya, sepotong logam seperti tembaga dan sepotong logam seperti seng) yang dicolokkan ke dalam buah-buahan. Elektroda ini terendam dalam larutan elektrolit yang terkandung dalam buah-buahan. Buah-buahan yang digunakan dalam eksperimen ini mengandung zat-zat kimia yang berperan sebagai elektrolit alami.

Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut:

Di satu elektroda (misalnya, elektroda tembaga), terjadi reaksi oksidasi, di mana atom-atom logam melepaskan elektron.

Di elektroda lain (misalnya, elektroda seng), terjadi reaksi reduksi, di mana ion-ion logam menerima elektron dan menjadi ion yang lebih netral.

Elektron yang dilepaskan pada elektroda oksidasi bergerak melalui luar sirkuit (melalui kawat) menuju elektroda reduksi.

Selama perjalanan elektron ini melalui kawat, terjadi aliran arus listrik.

Pada elektroda reduksi, elektron bergabung dengan ion yang lebih netral, mengembalikannya ke bentuk ion yang lebih positif atau netral.

Proses ini berulang-ulang, menciptakan aliran listrik yang berkelanjutan selama zat-zat kimia dalam buah-buahan masih aktif dan tersedia untuk reaksi.

Selama eksperimen ini, buah-buahan berfungsi sebagai sumber elektrolit dan sebagai media yang mengandung zat-zat kimia yang mendukung reaksi redoks, yang diperlukan untuk menghasilkan aliran listrik.

Eksperimen ini sering digunakan untuk demonstrasi pendidikan dan pemahaman dasar tentang sel volta, dan buah-buahan yang berbeda dapat menghasilkan hasil yang berbeda berdasarkan komposisi kimianya.

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Tulislah nama yang benar untuk senyawa di bawah ini menggunakan Sistem Yunani dan Bilangan Oksidasi! (j)PCI5

31

5.0

Jawaban terverifikasi