Nadin A

14 Agustus 2023 08:40

Iklan

Nadin A

14 Agustus 2023 08:40

Pertanyaan

Bagaimana pelangi bisa terbentuk ?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

07

:

48

:

32

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

14 Agustus 2023 13:02

Jawaban terverifikasi

Pelangi terbentuk ketika sinar matahari yang masuk ke atmosfer dihadapkan pada tetesan air di udara. Proses pembentukan pelangi melibatkan efek dispersi cahaya dan pemantulan internal di dalam tetesan air. Berikut adalah tahapan terbentuknya pelangi: Sinar matahari memasuki tetesan air: Sinar matahari yang datang ke atmosfer pada sudut tertentu memasuki tetesan air di udara. Ketika sinar matahari memasuki tetesan air, mereka mengalami pembiasan (refraksi) karena perubahan kecepatan dalam medium yang berbeda dari udara ke air. Dispersi cahaya: Cahaya putih yang terdiri dari berbagai panjang gelombang, atau spektrum warna, di dalam sinar matahari mengalami pembelokan (pembiasan) saat memasuki tetesan air. Fenomena ini disebut dispersi, di mana cahaya merambat melalui tetesan air dengan sudut yang berbeda tergantung pada panjang gelombangnya. Panjang gelombang cahaya yang lebih pendek seperti biru dan ungu dibelokkan lebih tajam daripada cahaya dengan panjang gelombang yang lebih panjang seperti merah. Pemantulan internal: Setelah cahaya memasuki tetesan air dan mengalami dispersi, mereka dipantulkan dari permukaan dalam tetesan air yang bening. Saat cahaya memantul pada sudut yang tepat di dalam tetesan air, mereka mengalami pemantulan internal total, yaitu pantulan kembali ke arah yang sama di dalam tetesan air. Keluar dari tetesan air: Setelah pemantulan internal, cahaya keluar dari tetesan air ke atmosfer. Pada saat ini, cahaya mengalami pembelokan lagi karena perubahan kecepatan saat keluar dari tetesan air. Pembelokan akhir dan pembentukan pelangi: Cahaya yang keluar dari tetesan air, dengan penyimpangan sudut tergantung pada panjang gelombangnya, menghasilkan pola lingkaran cahaya dengan warna-warna spektrum terpisah. Pembelokan ini disebut pembelokan sudut akhir. Rentang sudut pembelokan yang menghasilkan warna-warna pelangi ini membentuk pola melengkung dari merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila, hingga ungu. Perlu dicatat bahwa untuk melihat pelangi, diperlukan kondisi tertentu, seperti ada hujan atau ada tetesan air di udara yang bisa memantulkan cahaya matahari. Sudut pengamat yang tepat juga diperlukan agar pelangi terlihat.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Berapa kalor yang dilepaskan 40 g besi jika suhunya turun dari 90°C menjadi 60°C? (kalor jenis besi 450 J/kg °C)

18

5.0

Jawaban terverifikasi