Rahmat S

16 Januari 2023 10:07

Iklan

Rahmat S

16 Januari 2023 10:07

Pertanyaan

Bagaimana nasib dari kartosuwirjo?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

11

:

19

:

26

Klaim

5

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

F. Rizqi

Mahasiswa/Alumni Institut Teknologi Bandung

26 Januari 2023 11:08

Jawaban terverifikasi

<p>Jawabannya adalah ditangkap pada saat pemberontakan Kartosoewirjo dan kemudian dihukum mati.</p><p>&nbsp;</p><p>Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo merupakan seorang tokoh Islam Indonesia yang mendirikan gerakan Darul Islam untuk melawan pemerintah Indonesia mulai dari tahun 1949 hingga tahun 1962, dengan tujuan mendirikan Negara Islam Indonesia berdasarkan hukum syariah. Akan tetapi banyak pihak yang menentang terutama umat Islam sendiri terkait berdirinya negara Islam Indonesia yang diprakarsai oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. Hal ini karena walaupun mayoritas penduduk di Indonesia menganut agama Islam, tetapi banyak juga masyarakat yang menganut agama lain, sehingga model negara Islam tidak cocok apabila digunakan di Indonesia.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Selain itu keputusan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo terkait pendirian negara Islam tersebut juga karena didasari rasa kekecewaan terhadap pemerintah pusat, sehingga ia melampiaskannya dengan membentuk negara Islam Indonesia. Hingga akhirnya terjadi pemberontakan Kartosoewirjo di mana akhirnya berakhir ketika aparat keamanan menangkapnya setelah melalui perburuan panjang di wilayah Gunung Rakutak di Jawa Barat pada 4 Juni 1962. Pemerintah Indonesia kemudian menghukum mati Kartosoewirjo pada 5 September 1962 di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, Jakarta.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, Nasib dari Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo adalah ditangkap pada saat pemberontakan Kartosoewirjo dan kemudian dihukum mati.</p>

Jawabannya adalah ditangkap pada saat pemberontakan Kartosoewirjo dan kemudian dihukum mati.

 

Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo merupakan seorang tokoh Islam Indonesia yang mendirikan gerakan Darul Islam untuk melawan pemerintah Indonesia mulai dari tahun 1949 hingga tahun 1962, dengan tujuan mendirikan Negara Islam Indonesia berdasarkan hukum syariah. Akan tetapi banyak pihak yang menentang terutama umat Islam sendiri terkait berdirinya negara Islam Indonesia yang diprakarsai oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. Hal ini karena walaupun mayoritas penduduk di Indonesia menganut agama Islam, tetapi banyak juga masyarakat yang menganut agama lain, sehingga model negara Islam tidak cocok apabila digunakan di Indonesia. 

 

Selain itu keputusan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo terkait pendirian negara Islam tersebut juga karena didasari rasa kekecewaan terhadap pemerintah pusat, sehingga ia melampiaskannya dengan membentuk negara Islam Indonesia. Hingga akhirnya terjadi pemberontakan Kartosoewirjo di mana akhirnya berakhir ketika aparat keamanan menangkapnya setelah melalui perburuan panjang di wilayah Gunung Rakutak di Jawa Barat pada 4 Juni 1962. Pemerintah Indonesia kemudian menghukum mati Kartosoewirjo pada 5 September 1962 di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, Jakarta.

 

Dengan demikian, Nasib dari Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo adalah ditangkap pada saat pemberontakan Kartosoewirjo dan kemudian dihukum mati.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

39

5.0

Jawaban terverifikasi