Rauzatul M

14 November 2022 04:45

Iklan

Rauzatul M

14 November 2022 04:45

Pertanyaan

bagaimana kegiatan perekonomian masyarakat pada masa bercocok tanam

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

22

:

53

:

33

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Erwin A

Community

14 November 2022 14:00

Jawaban terverifikasi

<p>Sistem barter telah dikenal dalam kehidupan ekonomi masyarakat pada masa bercocok tanam. Pada masa bercocok tanam, diperkirakan telah muncul bentuk perdagangan yang bersifat barter sebab ada kemungkinan telah terbentuknya desa-desa kecil semacam pendukuhan walaupun belum beraturan. Hal itu menunjukkan bahwa sudah ada hubungan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya dan juga sudah dikenal sistem ekonomi secara sederhana. Komoditas yang diperdagangkan dalam sistem barter dapat diklasifikasikan menjadi dua kriteria, yaitu berupa kerajinan tangan dan hasil bercocok tanam seperti gerabah, anyaman, ubi, sukun, pisang, buah kelapa, durian, salak, rambutan, dan sebagainya.</p>

Sistem barter telah dikenal dalam kehidupan ekonomi masyarakat pada masa bercocok tanam. Pada masa bercocok tanam, diperkirakan telah muncul bentuk perdagangan yang bersifat barter sebab ada kemungkinan telah terbentuknya desa-desa kecil semacam pendukuhan walaupun belum beraturan. Hal itu menunjukkan bahwa sudah ada hubungan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya dan juga sudah dikenal sistem ekonomi secara sederhana. Komoditas yang diperdagangkan dalam sistem barter dapat diklasifikasikan menjadi dua kriteria, yaitu berupa kerajinan tangan dan hasil bercocok tanam seperti gerabah, anyaman, ubi, sukun, pisang, buah kelapa, durian, salak, rambutan, dan sebagainya.


Iklan

Nanda R

Community

17 Februari 2024 10:41

Jawaban terverifikasi

<p>Pada masa bercocok tanam, kegiatan perekonomian masyarakat terutama didominasi oleh kegiatan pertanian. Pertanian menjadi sektor utama dalam menyediakan pangan, bahan baku, dan sumber daya ekonomi lainnya. Berikut adalah beberapa aspek kegiatan perekonomian masyarakat pada masa bercocok tanam:</p><p><strong>Pertanian Subsisten:</strong></p><ul><li>Bercocok tanam pada masa tersebut umumnya berfokus pada pertanian subsisten, yang artinya hasil pertanian digunakan untuk pemenuhan kebutuhan langsung masyarakat sendiri dan keluarga.</li><li>Jenis tanaman yang ditanam meliputi padi, jagung, gandum, ubi kayu, dan tanaman pangan lainnya.</li></ul><p><strong>Pertukaran dan Perdagangan Lokal:</strong></p><ul><li>Ada pertukaran dan perdagangan barang antar komunitas lokal. Petani dapat menukarkan hasil panen mereka dengan barang atau hasil pertanian lain yang dihasilkan oleh masyarakat tetangga.</li><li>Pasar-pasar lokal atau tempat bertemunya pedagang dan petani menjadi tempat penting untuk berinteraksi dan berdagang.</li></ul><p><strong>Kerajinan Tangan Sederhana:</strong></p><ul><li>Selain pertanian, beberapa masyarakat mungkin terlibat dalam kerajinan tangan sederhana, seperti pembuatan alat-alat pertanian, anyaman, atau produk kerajinan lainnya untuk kebutuhan sehari-hari.</li></ul><p><strong>Penggunaan Alat Pertanian Tradisional:</strong></p><ul><li>Masyarakat pada masa bercocok tanam menggunakan alat pertanian tradisional, seperti cangkul, garu, dan sabit, yang dikerjakan secara manual. Mesin pertanian modern belum umum digunakan pada masa tersebut.</li></ul><p><strong>Bergantung pada Siklus Musim:</strong></p><ul><li>Kegiatan pertanian sangat tergantung pada siklus musim. Padi, sebagai tanaman pangan utama di beberapa wilayah, ditanam dan panen sesuai dengan musim hujan dan musim kemarau.</li></ul><p><strong>Keseimbangan Ekosistem Tradisional:</strong></p><ul><li>Keseimbangan ekosistem tradisional dijaga dengan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan. Masyarakat cenderung mengandalkan pengetahuan turun-temurun untuk mempertahankan keseimbangan alam.</li></ul><p><strong>Kerja Sama Komunal:</strong></p><ul><li>Kegiatan pertanian seringkali melibatkan kerja sama komunal, di mana masyarakat bekerja bersama-sama dalam kegiatan menanam dan panen. Gotong-royong dan solidaritas komunitas sangat penting.</li></ul><p><strong>Pemanfaatan Sumber Daya Alam:</strong></p><ul><li>Masyarakat mengandalkan pemanfaatan sumber daya alam setempat, baik itu air sungai untuk irigasi, tanah subur, hingga keberadaan hutan sebagai sumber kayu dan produk hutan lainnya.</li></ul>

Pada masa bercocok tanam, kegiatan perekonomian masyarakat terutama didominasi oleh kegiatan pertanian. Pertanian menjadi sektor utama dalam menyediakan pangan, bahan baku, dan sumber daya ekonomi lainnya. Berikut adalah beberapa aspek kegiatan perekonomian masyarakat pada masa bercocok tanam:

Pertanian Subsisten:

  • Bercocok tanam pada masa tersebut umumnya berfokus pada pertanian subsisten, yang artinya hasil pertanian digunakan untuk pemenuhan kebutuhan langsung masyarakat sendiri dan keluarga.
  • Jenis tanaman yang ditanam meliputi padi, jagung, gandum, ubi kayu, dan tanaman pangan lainnya.

Pertukaran dan Perdagangan Lokal:

  • Ada pertukaran dan perdagangan barang antar komunitas lokal. Petani dapat menukarkan hasil panen mereka dengan barang atau hasil pertanian lain yang dihasilkan oleh masyarakat tetangga.
  • Pasar-pasar lokal atau tempat bertemunya pedagang dan petani menjadi tempat penting untuk berinteraksi dan berdagang.

Kerajinan Tangan Sederhana:

  • Selain pertanian, beberapa masyarakat mungkin terlibat dalam kerajinan tangan sederhana, seperti pembuatan alat-alat pertanian, anyaman, atau produk kerajinan lainnya untuk kebutuhan sehari-hari.

Penggunaan Alat Pertanian Tradisional:

  • Masyarakat pada masa bercocok tanam menggunakan alat pertanian tradisional, seperti cangkul, garu, dan sabit, yang dikerjakan secara manual. Mesin pertanian modern belum umum digunakan pada masa tersebut.

Bergantung pada Siklus Musim:

  • Kegiatan pertanian sangat tergantung pada siklus musim. Padi, sebagai tanaman pangan utama di beberapa wilayah, ditanam dan panen sesuai dengan musim hujan dan musim kemarau.

Keseimbangan Ekosistem Tradisional:

  • Keseimbangan ekosistem tradisional dijaga dengan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan. Masyarakat cenderung mengandalkan pengetahuan turun-temurun untuk mempertahankan keseimbangan alam.

Kerja Sama Komunal:

  • Kegiatan pertanian seringkali melibatkan kerja sama komunal, di mana masyarakat bekerja bersama-sama dalam kegiatan menanam dan panen. Gotong-royong dan solidaritas komunitas sangat penting.

Pemanfaatan Sumber Daya Alam:

  • Masyarakat mengandalkan pemanfaatan sumber daya alam setempat, baik itu air sungai untuk irigasi, tanah subur, hingga keberadaan hutan sebagai sumber kayu dan produk hutan lainnya.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

36

5.0

Jawaban terverifikasi