Theresia M

09 Januari 2024 06:47

Iklan

Theresia M

09 Januari 2024 06:47

Pertanyaan

bagaimana dampak pemerintahan orde baru dan relevansinya bagi masa kini

bagaimana dampak pemerintahan orde baru dan relevansinya bagi masa kini

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

08

:

41

:

18

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

09 Januari 2024 14:17

Jawaban terverifikasi

<p>Berikut adalah beberapa dampak pemerintahan Orde Baru dan relevansinya bagi masa kini tersebut.</p><p>1. Stabilitas Politik</p><p>Di masa Orde Baru, Presiden Soeharto telah menetapkan fusi partai politik atau menyederhanakan (penggabungan) partai di tahun 1973 lalu. Tujuan fusi tersebut untuk menciptakan stabilitas politik kehidupan berbangsa dan juga bernegara.</p><p>Pada tahun 1973 pemerintahan melakukan penyederhanaan jumlah organisasi politik menjadi tiga, yaitu Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Alasan yang dikemukakan pemerintah antara lain adalah memperkecil sumber dan potensi konflik di tengah masyarakat, terutama di bidang politik.</p><p>2. Segala Sesuatu Berpusat pada Pemerintah</p><p>Selanjutnya, di masa Orde Baru, segala sesuatu berpusat pada pemerintahan atau lebih bersifat sentralistik. Oleh karena itu, pemerintahan memiliki peran yang begitu besar dalam melaksakan proses pembangunan. Dengan segala sesuatu berpusat pada pemerintahan ini juga, berbagai pembangunan, seperti angka pertumbungan ekonomi, pendapatan per kapita, hasil pembangunan, nilai ekspor pun menunjukkan hasil yang memuaskan.</p><p>3. Pelaksanaan Pemilu</p><p>Pemilu atau pemilihan umum pertama kali diselenggarakan pada masa Orde Baru, tepatnya pada tanggal 5 Juli 1971. Kala itu, sistem pemilu 1971 menganut sistem perwakilan berimbang dengan sistem stelsel daftar, berarti besarnya kekuatan perwakilan organisasi dalam DPR dan DPRD, berimbang dengan besarnya dukungan pemilih, karena memberikan suara Organisasi Peserta Pemilu</p><p>&nbsp;</p>

Berikut adalah beberapa dampak pemerintahan Orde Baru dan relevansinya bagi masa kini tersebut.

1. Stabilitas Politik

Di masa Orde Baru, Presiden Soeharto telah menetapkan fusi partai politik atau menyederhanakan (penggabungan) partai di tahun 1973 lalu. Tujuan fusi tersebut untuk menciptakan stabilitas politik kehidupan berbangsa dan juga bernegara.

Pada tahun 1973 pemerintahan melakukan penyederhanaan jumlah organisasi politik menjadi tiga, yaitu Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Alasan yang dikemukakan pemerintah antara lain adalah memperkecil sumber dan potensi konflik di tengah masyarakat, terutama di bidang politik.

2. Segala Sesuatu Berpusat pada Pemerintah

Selanjutnya, di masa Orde Baru, segala sesuatu berpusat pada pemerintahan atau lebih bersifat sentralistik. Oleh karena itu, pemerintahan memiliki peran yang begitu besar dalam melaksakan proses pembangunan. Dengan segala sesuatu berpusat pada pemerintahan ini juga, berbagai pembangunan, seperti angka pertumbungan ekonomi, pendapatan per kapita, hasil pembangunan, nilai ekspor pun menunjukkan hasil yang memuaskan.

3. Pelaksanaan Pemilu

Pemilu atau pemilihan umum pertama kali diselenggarakan pada masa Orde Baru, tepatnya pada tanggal 5 Juli 1971. Kala itu, sistem pemilu 1971 menganut sistem perwakilan berimbang dengan sistem stelsel daftar, berarti besarnya kekuatan perwakilan organisasi dalam DPR dan DPRD, berimbang dengan besarnya dukungan pemilih, karena memberikan suara Organisasi Peserta Pemilu

 


Iklan

Harimurti K

10 Januari 2024 09:36

Jawaban terverifikasi

<p>Izin jawab, ya.</p><p>Pemerintahan Orde Baru di Indonesia memiliki dampak yang signifikan bagi negara Indonesia sebagai berikut:</p><p>1. Di bidang politik, pemerintah Orde Baru menerapkan demokrasi sebagai panglima. Demokrasi di sini dalam artian, Orde Baru menerapkan Demokrasi Pancasila yang telah menarik simpati rakyat. Selain itu, Orde Baru juga menggunakan pendekatan ABRI untuk mendukung stabilitas nasionalnya serta penerapan Ekaprasetya Pancasila sejak 12 April 1976.&nbsp;</p><p>2. Di bidang ekonomi, pemerintahan Orde Baru mendorong adanya pembangunan dengan program Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) sejak 15 Juni 1968. Pola pembangunan saat itu juga dikenal sebagai Trilogi Pembangunan yang mencakup:</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; a. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;b. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;c. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis (Aman dan Aditya, 2019:146-150)</p><p>Dampak positif dan negatif Orde Baru:</p><p>1. Dampak positif: Menumbuhkan semangat cinta produk dalam negeri, kestabilan politik nasional terjaga, berhasilnya pemerataan pembangunan, Indonesia sudah mengenal ekonomi industri, berhasilnya mengembalikan stabilitas ekonomi nasional.</p><p>2. Dampak negatif: Maraknya korupsi-kolusi-nepotisme, minimnya kebebasan pers, dan munculnya kesenjangan di beberapa daerah, terutama di Indonesia bagian timur.</p><p>&nbsp;</p><p>Sumber:</p><p>Aman; Aditya, M.F. (2019). Sejarah Ketatanegaraan Republik Indonesia. Penerbit Ombak, 146-150</p>

Izin jawab, ya.

Pemerintahan Orde Baru di Indonesia memiliki dampak yang signifikan bagi negara Indonesia sebagai berikut:

1. Di bidang politik, pemerintah Orde Baru menerapkan demokrasi sebagai panglima. Demokrasi di sini dalam artian, Orde Baru menerapkan Demokrasi Pancasila yang telah menarik simpati rakyat. Selain itu, Orde Baru juga menggunakan pendekatan ABRI untuk mendukung stabilitas nasionalnya serta penerapan Ekaprasetya Pancasila sejak 12 April 1976. 

2. Di bidang ekonomi, pemerintahan Orde Baru mendorong adanya pembangunan dengan program Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) sejak 15 Juni 1968. Pola pembangunan saat itu juga dikenal sebagai Trilogi Pembangunan yang mencakup:

      a. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

       b. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi

       c. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis (Aman dan Aditya, 2019:146-150)

Dampak positif dan negatif Orde Baru:

1. Dampak positif: Menumbuhkan semangat cinta produk dalam negeri, kestabilan politik nasional terjaga, berhasilnya pemerataan pembangunan, Indonesia sudah mengenal ekonomi industri, berhasilnya mengembalikan stabilitas ekonomi nasional.

2. Dampak negatif: Maraknya korupsi-kolusi-nepotisme, minimnya kebebasan pers, dan munculnya kesenjangan di beberapa daerah, terutama di Indonesia bagian timur.

 

Sumber:

Aman; Aditya, M.F. (2019). Sejarah Ketatanegaraan Republik Indonesia. Penerbit Ombak, 146-150


Harimurti K

10 Januari 2024 09:38

Ralat: Pada bagian ".....penerapan Ekaprasetya Pancasila..", seharusnya "Ekaprasetya Pancakarsa". Terima kasih....

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Jelaskan Dalam bentuk apa dukungan Vatikan dalam merespon berita proklamasi???

1

5.0

Jawaban terverifikasi