Jihan A

15 Maret 2023 13:32

Iklan

Jihan A

15 Maret 2023 13:32

Pertanyaan

Bagaimana cara para arkeolog membedakan antara periode palaeolithikum dan neolithikum

Bagaimana cara para arkeolog membedakan antara periode palaeolithikum dan neolithikum

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

04

:

20

:

55

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Samudra A

15 Maret 2023 17:00

Jawaban terverifikasi

Para arkeolog dapat membedakan antara periode Paleolitikum dan Neolitikum dengan melihat perbedaan dalam teknologi yang digunakan oleh manusia pada periode tersebut. Contohnya, pada periode Paleolitikum, manusia menggunakan batu-batu besar yang belum diolah dengan baik sebagai alat dan senjata, sedangkan pada periode Neolitikum, manusia sudah mulai menggunakan batu yang diolah dengan baik serta mulai mengembangkan teknologi pertanian dan peternakan. Selain itu, para arkeolog juga dapat membedakan periode tersebut dari hasil penemuan arkeologis, seperti artefak dan fosil manusia serta hewan yang hidup pada periode tersebut. Dari hasil penelitian ini, para arkeolog dapat menentukan karakteristik khusus dari masing-masing periode dan membedakan antara Paleolitikum dan Neolitikum. Semoga membantu :)


Iklan

Angga O

16 Maret 2023 04:08

Jawaban terverifikasi

<p>Sejarah merupakan salah satu ilmu pengetahuan penting yang perlu dipahami dan juga dipelajari seluruh manusia. Dalam ilmu sejarah terdapat sederet kajian ilmu yang dibahas, salah satunya adalah pembahasan tentang zaman batu atau zaman pra aksara. Zaman batu ini memiliki beberapa fase, dua fase yang cukup banyak dikaji adalah zaman neolitikum dan paleolitikum.</p><p>&nbsp;</p><p>Kedua zaman tersebut memiliki perbedaan yang cukup jelas karena zaman neolitikum dan paleolitikum memiliki jeda waktu yang cukup panjang. Dalam buku berjudul<i> Sejarah 1 yang disusun oleh Sardiman A.M, M. Pd</i> (2007:85) yang menyebutkan bahwa zaman Neolitikum yang juga dikenal sebagai zaman batu baru atau batu muda ini diperkirakan berlangsung di seluruh dunia antara 5000-3000 SM.</p><p>&nbsp;</p><p>Tak hanya itu, pada zaman neolitikum, manusia sudah mulai membuat makanannya sendiri. Hal ini juga disebutkan dalam buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) yang disusun oleh Nana Supriatna, Mamat Ruhimat, Kosim (2006:28) yang menyebutkan bahwa ciri utama zaman batu muda adalah manusia telah menghasilkan makanan atau menjadi pendukung peradaban food producing. Di zaman ini manusia juga sudah mulai tinggal menetap dan tak lagi nomaden.</p><p>&nbsp;</p><p>Berbeda dengan neolitikum, zaman paleolitikum jauh lebih tua daripada zaman neolitikum. Dalam buku Pasti Bisa Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas X yang disusun oleh Tim Ganesha Operation (2017:20) disebutkan bahwa zaman Paleolitikum juga disebut sebagai zaman Batu Tua karena alat peninggalannya dari batu yang masih kasar. Zaman ini berlangsung sekitar 600.000 tahun lalu.<br>Pada zaman Paleolitikum manusia masih mengandalkan memperoleh makanan dengan mengumpulkan makanan atau food gathering untuk bertahan hidup sehingga manusia yang hidup di zaman ini masih hidup secara nomaden atau berpindah-pindah untuk mencari sumber makanan.<br>Perbedaan dan perkembangan antara zaman paleolitikum dan neolitikum ini dapat Anda jadikan sebagai ilmu baru yang bermanfaat bagi Anda untuk memahami perkembangan manusia dari zaman aksara hingga saat ini.</p><p>&nbsp;</p><p>Sumber : kumparan.com</p>

Sejarah merupakan salah satu ilmu pengetahuan penting yang perlu dipahami dan juga dipelajari seluruh manusia. Dalam ilmu sejarah terdapat sederet kajian ilmu yang dibahas, salah satunya adalah pembahasan tentang zaman batu atau zaman pra aksara. Zaman batu ini memiliki beberapa fase, dua fase yang cukup banyak dikaji adalah zaman neolitikum dan paleolitikum.

 

Kedua zaman tersebut memiliki perbedaan yang cukup jelas karena zaman neolitikum dan paleolitikum memiliki jeda waktu yang cukup panjang. Dalam buku berjudul Sejarah 1 yang disusun oleh Sardiman A.M, M. Pd (2007:85) yang menyebutkan bahwa zaman Neolitikum yang juga dikenal sebagai zaman batu baru atau batu muda ini diperkirakan berlangsung di seluruh dunia antara 5000-3000 SM.

 

Tak hanya itu, pada zaman neolitikum, manusia sudah mulai membuat makanannya sendiri. Hal ini juga disebutkan dalam buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) yang disusun oleh Nana Supriatna, Mamat Ruhimat, Kosim (2006:28) yang menyebutkan bahwa ciri utama zaman batu muda adalah manusia telah menghasilkan makanan atau menjadi pendukung peradaban food producing. Di zaman ini manusia juga sudah mulai tinggal menetap dan tak lagi nomaden.

 

Berbeda dengan neolitikum, zaman paleolitikum jauh lebih tua daripada zaman neolitikum. Dalam buku Pasti Bisa Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas X yang disusun oleh Tim Ganesha Operation (2017:20) disebutkan bahwa zaman Paleolitikum juga disebut sebagai zaman Batu Tua karena alat peninggalannya dari batu yang masih kasar. Zaman ini berlangsung sekitar 600.000 tahun lalu.
Pada zaman Paleolitikum manusia masih mengandalkan memperoleh makanan dengan mengumpulkan makanan atau food gathering untuk bertahan hidup sehingga manusia yang hidup di zaman ini masih hidup secara nomaden atau berpindah-pindah untuk mencari sumber makanan.
Perbedaan dan perkembangan antara zaman paleolitikum dan neolitikum ini dapat Anda jadikan sebagai ilmu baru yang bermanfaat bagi Anda untuk memahami perkembangan manusia dari zaman aksara hingga saat ini.

 

Sumber : kumparan.com


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

58

5.0

Jawaban terverifikasi