Silmi H

07 November 2022 11:24

Iklan

Silmi H

07 November 2022 11:24

Pertanyaan

Bacalah teks nonfiksi berikut ini, kemudian jawablah pertanyaannya. Otak Terbukti Dapat Pelajari Bahasa Baru Selama Fase Tidur Meski kita tidak bisa benar-benar bekerja saat tidur, otak kita rupanya masih sangat aktif. Otak terus memproses informasi, bahkan selama dalam kondisi tidur nyenyak. Penelitian terbaru menunjukkan, kita bisa mempelajari informasi baru saat tidur, menurut penelitian dari Jerman yang diterbitkan dalam Current Biology. Informasi yang dipelajari sebelumnya bisa diingat selama tidur, sehingga para ilmuwan memperkirakan kita bisa saja menyerap informasi baru. Dipimpin Katharina Henke, Marc Zust, dan Simon Ruch dari Bern Institute of Psychology, tim ilmuwan menguji apakah mungkin untuk belajar bahasa baru saat seseorang tidur. Meski kita sering menggunakan istilah "terjaga" dan "tertidur" untuk mendefinisikan kondisi kesadaran, otak kita ternyata tidak berhenti semudah itu. Otak kita secara bergantian menjalani dua fase setiap setengah detik, fase aktif atau "kondisi atas" dan fase pasif, juga dikenal sebagai "kondisi bawah." Pada eksperimen, peserta penelitian diberi headphone saat mereka tertidur. Kata-kata dari bahasa buatan diputar saat mereka tidur, dan diterjemahkan dalam bahasa Jerman untuk kata-kata ini. Saat kata kedua berulang kali diputar dalam "kondisi atas", asosiasi terbentuk secara tidak sadar di otak. Rekaman yang diputar melalui headphone peserta menunjukkan, "Tofer" berarti kunci dan "Guga" adalah gajah. Begitu bangun dari tidur, peserta dapat menentukan apakah "Tofer" atau "Guga" menunjukkan objek yang lebih besar atau lebih kecil. "Sangat menarik, bidang bahasa dan hippocampus--yang mengatur pembelajaran bahasa saat kita bangun-juga aktif saat mempelajari kosa kata dalam tidur nyenyak," kata co-author studi, Marc Zus dalam keterangan pers. "Tampaknya struktur-struktur ini mengatur pembentukan ingatan yang terlepas dari kondisi kesadaran apa pun yang kita alami, baik dalam tidur atau secara sadar saat kita terjaga." Jadi, tidur bukanlah kondisi ketika kita "terlindung" dari dunia luar, seperti yang disebutkan secara luas dalam penelitian terkait tidur. Itu berarti, pembelajaran canggih masih mungkin terjadi di otak saat kita sedang tertidur pulas. Sumber: www.kompas.com Apakah kata hubung dan boleh digunakan di awal kalimat?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

14

:

30

:

10

Klaim

13

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Avivah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang

04 Desember 2022 01:27

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang benar adalah "saat", "jadi", dan "itu berarti".</p><p>&nbsp;</p><p>Konjungsi atau kata hubung adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan antar kata, antar frasa, atau antar kalimat dalam sebuah teks. Penggunaan konjungsi tidak boleh diletakkan di awal kalimat, kecuali berfungsi menghubungkan kalimat. Jenis konjungsi yang boleh diletakkan di awal kalimat adalah konjungsi subordinatif, konjungsi bertingkat, dan konjungsi antar-kalimat. Penggunaan konjungsi di awal kalimat yaitu :</p><p>1. <strong>Saat </strong>kata kedua berulang kali diputar dalam "kondisi atas", asosiasi terbentuk secara tidak sadar di otak.<strong> [Konjungsi subordinatif yang menyatakan waktu].</strong></p><p>2. <strong>Jadi</strong>, tidur bukanlah kondisi ketika kita "terlindung" dari dunia luar, seperti yang disebutkan secara luas dalam penelitian terkait tidur. <strong>[Konjungsi antar-kalimat]</strong></p><p>3. <strong>Itu berarti</strong>, pembelajaran canggih masih mungkin terjadi di otak saat kita sedang tertidur pulas. <strong>[Konjungsi antar-kalimat]</strong></p><p>&nbsp;</p><p>Maka, dapat disimpulkan bahwa kata hubung yang boleh digunakan di awal kalimat adalah kata "saat", "jadi", dan "itu berarti".</p>

Jawaban yang benar adalah "saat", "jadi", dan "itu berarti".

 

Konjungsi atau kata hubung adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan antar kata, antar frasa, atau antar kalimat dalam sebuah teks. Penggunaan konjungsi tidak boleh diletakkan di awal kalimat, kecuali berfungsi menghubungkan kalimat. Jenis konjungsi yang boleh diletakkan di awal kalimat adalah konjungsi subordinatif, konjungsi bertingkat, dan konjungsi antar-kalimat. Penggunaan konjungsi di awal kalimat yaitu :

1. Saat kata kedua berulang kali diputar dalam "kondisi atas", asosiasi terbentuk secara tidak sadar di otak. [Konjungsi subordinatif yang menyatakan waktu].

2. Jadi, tidur bukanlah kondisi ketika kita "terlindung" dari dunia luar, seperti yang disebutkan secara luas dalam penelitian terkait tidur. [Konjungsi antar-kalimat]

3. Itu berarti, pembelajaran canggih masih mungkin terjadi di otak saat kita sedang tertidur pulas. [Konjungsi antar-kalimat]

 

Maka, dapat disimpulkan bahwa kata hubung yang boleh digunakan di awal kalimat adalah kata "saat", "jadi", dan "itu berarti".


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Sejak kecil kau telah akrab dengan lingkungan sekolah ini karena sering diajak ibumu kemari. Tak heran ketika sudah waktunya untuk masuk sekolah, kau begitu **supel** dan teman-temanmu pun sudah banyak. Mereka umumnya murid-murid yang pernah diajar ibumu waktu kelas satu. Sedangkan aku? Aku waktu itu baru saja pindah ke kota kecil ini. Makna kata bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. ramah C. santun B. sopan D. baik

54

5.0

Jawaban terverifikasi

Teks berikut untuk soai nomor 4. 1) Ilmuwan di berbagai belahan dunia berkejaran dengan waktu untuk menciptakan vaksin guna mengatasi virus Corona jenis baru. Vaksin perlu segera diciptakan karena kematian akibat virus Corona yang terus bertambah dan penyebaran virus yang kian meluas. 2) Pada Jum'at (7-2-2020), Komisi Kesehatan Nasional Cina mencatat jumlah kematian akibat virus Corona baru telah mencapai 636 kasus, sedangkan jumlah warga yang terinfeksi menjadi 31.161 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Hubei, Cina, tempat vi kesehatan du niairus pertama muncul. Selain di Cina, virus itu kini telah menyebar ke lebih dari 25 negara. 3) Para ilmuwan bekerja dalam kecepatan penuh untuk menemukan vaksin bagi virus Corona baru atau penyakit pernapasan akut 2019-nCOV. Sebagai pusat epidemic, ilmuwan Cina berupaya menemukan vaksin bagi virus itu. Perkembangan terbaru adalah mereka menciptakan peta genetik virus. 4) Ilmuwan dari Australia, Kanada, hingga Prancis ikut menciptakan berbagai jenis inokulasi bersama sejumlah perusahaan biotek dan vaksin. Beberapa waktu lalu, Kepala Laboratorium Identifikasi Virus dari Institut Peter Doherty untuk Infeksi dan kekebalan, Melbourne, Julian Druce, menyatakan mereka mengembangkan virus Corona versi laboratorium dari tubuh pasien yang terinfeksi untuk uji coba. Tanggapan yang sesuai dengan berita tersebut adalah ... A. Pemerintah Australia telah tanggap menghadapi serangan virus Corona dengan menemukan vaksin virus tersebut. B. Para ilmuan perlu segera mempelajari virus corona yang menjadi masalah besar bagi kesehatan dunia karena persebarannya sangat cepat. C. Masyarakat perlu mawas diri dan menjaga kesehatan dalam menghadapi serangan virus corona yang mulai menyebar di Indonesia, D. Virus corona menjadi masalah besar bagi kesehatan manusia.

31

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan