Fadelia B

01 Februari 2022 12:59

Iklan

Fadelia B

01 Februari 2022 12:59

Pertanyaan

Bacalah teks fabel berikut. Di sebuah hutan yang rimbun, tumbuhlah pohon mawar liar berduri tetapi berbunga cantik. Kelopak bunganya yang berwarna merah menjadi pujian setiap penghuni hutan. Begitu juga dengan durinya yang tajam ditakuti karena bisa melukai siapa saja yang berani menyentuhnya. Si cantik Mawar Liar yang mendengarnya menjadi semakin tinggi hati akan keindahannya. Sebanding dengan keindahan bunga dan ketajaman durinya, Mawar Liar juga terkenal akan keangkuhannya. Jika ada yang mendekat, ia akan menggoyang-goyangkan tangkainya sehingga yang mendekat akan terluka terkena durinya. Ia merasa diri nya tidak pantas disentuh oleh hewan atau tumbuhan lain. Sebab itulah ia tidak mempunyai teman dan tumbuh sendiri tanpa semak mawar lainnya. Seperti biasa, setiap pagi Mawar Liar memandikan tubuhnya dengan sinar matahari. Tetapi, tiba-tiba ia merasa seperti digelitik di bagian akarnya. Kejadian ini tidak hanya sekali, tetapi terus berulang di hari itu. Keheranan, Mawar Liar mengamati tanah tempat akarnya tertanam. Tidak lama muncullah kepala cacing yang menggeliat menembus tanah. "lih! Makhluk menjijikkan apa itu?" Jerit Mawar Liar. Cacing yang mendengar jeritan Mawar Liar mendongakkan kepalanya. "Halo, namaku Cacing Tanah. Salam kenal," sapanya kepada Mawar Liar. Mawar Liar yang melihat tubuh cacing dipenuhi tanah merasa jijik dan berkata, "Apa yang kamu lakukan di dalam sana? Pasti kamu, ya, yang menggelitik akarku?" tuduhnya. "lya, tadi aku sedang mencari makan. Maaf, aku tidak sengaja menabrakmu," Jawab Cacing Tanah. "Sudah, aku tidak peduli a pa yang kamu lakukan. Tapi, jangan dekat-dekat dari akar cantikku. Nanti kalau tersentuh tubuhmu yang kotor, kelopakku bisa menjadi jelek seperti kamu," Jawab Mawar Liar ketus. Kaget mendengar kata-kata Mawar Liar, Cacing Tanah hanya bisa menjawab, "Aku tidak bermaksud begitu, kok. Maaf kalau aku engganggumu." Lalu, Cacing Tanah pun pergi menjauh. Mawar Liar yang mendengar jawaban Cacing hanya mendengus kesal sambil berpaling. Keesokan harinya, Mawar Liar terbangun oleh sinar matahari yang terasa lebih menyengat. Hari itu, udara pun terasa lebih lembab. Akibatnya, daun Mawar Liar mulai menguning. Esoknya pun tetap seperti itu sehingga semakin lama semakin banyak daunnya yang menguning dan rontok. Mawar Liar pun merasa kebingungan. Biasanya jika daunnya rontok, tidak akan sebanyak itu, pikirnya. Hari ke hari, daun Mawar Liar makin berkurang dan rantingnya mengering. Mawar Liar yang bingung melihat ke sekelilingnya. Di sekitarnya, banyak juga pohon yang daunnya menguning dan rontok, tetapi tidak separah dirinya. la pun coba bertanya kepada pohon yang lain, tetapi tidak ada yang menjawabnya karena dulu mereka pernah dilukai olehnya. Mawar Liar pun sedih. Bunganya mulai layu. Ia tidak tahu harus berbuat apa dan hanya bisa meratap. Suatu hari, kupu-kupu yang bijak terbang mengitari Mawar Liar tumbuh. Namun, saat didekati, Mawar Liar tidak lagi cantik seperti dulu. Kini, rantingnya kehilangan daun dan kelopaknya mengering dan gugur satu per satu. Kaget, Kupu-Kupu mendekati Mawar Liar. "Mawar Liar, apa yang terjadi denganmu? Kenapa kamu kering seperti ini?" tanya Kupu-Kupu keheranan. "Aku juga tidak tahu, Kupu-Kupu. Aku sudah bertanya kepada pohon yang lain, tetapi mereka tidak mau menjawab," kata Mawar Liar lirih. Kupu-Kupu yang mengamati Mawar Liar dari bunga sampai ke tanah menyadari sesuatu. "Sepertinya kamu kekurangan pasokan air dan tanahmu tidak gembur, Mawar Liar. Apakah tidak ada Cacing Tanah yang membantumu menggemburkan tanahmu?" ujar Kupu-Kupu. Mendengar ucapan Kupu-Kupu, Mawar Liar tersentak. Ia teringat dulu pernah memaki Cacing Tanah dan mengusirnya pergi dari tanahnya tumbuh. Menyadari hal itu, Mawar Liar makin meratap. "Ooh, aku tidak tahu, Kupu-Kupu. Dulu aku mengusir Cacing Tanah karena dia terlihat kotor dan kupikir akan membuat bungaku jorok sepertinya," Ratap Mawar Liar. Kupu-Kupu pun menggelengkan kepalanya. "Baiklah, aku akan mencari Cacing Tanah dan coba memintanya menggemburkan tanahmu," kata Kupu-Kupu memberi semangat. "Terima kasih, Kupu-Kupu," Jawab Mawar Liar. Meskipun begitu, Mawar Liar ragu Cacing Tanah mau kembali untuk membantunya. Ia berpikir Cacing Tanah pasti dendam dengan ucapannya dulu. Keesokan harinya, Mawar Liar yang lemas terbangun oleh rasa geli di akarnya. Menunduk ke tanah, Mawar Liar melihat Cacing Tanah keluar dari dalam tanah. "Cacing Tanah, terima kasih kamu mau membantuku. Aku minta maaf jika dulu pernah berkata kasar padamu." Ujar Mawar Liar sambil membungkuk malu. "Tidak apa-apa, Mawar Liar. Kupu-Kupu telah menceritakan tentang penyesalanmu," jawab Cacing Tanah sambil tersenyum. Sejak saat itu, Mawar Liar yang menyadari kesalahannya menjadi pohon yang ramah. Ia juga meminta maaf kepada hewan-hewan ataupun sesama pohon yang pernah dia sakiti. Judul yang paling tepat untuk teks fabel tersebut adalah ... A. Keindahan Mawar Liar B. Keputusasaan Mawar Liar C. Nasihat Kupu-Kupu Bijaksana D. Cacing Tanah Si Penggembur

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

06

:

10

:

26

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Nurrohmah

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

07 Februari 2022 16:12

Jawaban terverifikasi

Halo, Fadelia B. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru, ya :) Jawaban yang tepat adalah B. Berikut ini pembahasan untuk menjawab soal tersebut. Fabel adalah cerita tentang watak dan budi manusia yang diperankan oleh *binatang. Tokoh yang diceritakan dalam fabel merupakan *binatang yang diberi sifat manusia, seperti dapat berbicara, memiliki hubungan sosial dengan sesama *binatang, dan berbudi pekerti. Judul adalah nama yang dipakai dalam sebuah artikel, buku, bab yang ada dalam buku, berita, dan lain-lain. Judul disebut juga dengan kepala tulisan. Cara membuat judul yang baik, yaitu: 1. Hendaknya logis dengan tema yang akan dibahas atau pendapat yang akan disampaikan. 2. Harus singkat (tiga sampai lima kata), padat (sarat makna), dan jelas. 3. Menarik dan menggugah orang lain untuk membaca tulisan secara keseluruhan. 4. Menggunakan istilah/idiom populer. 5. Relevan. 6. Sesuai dengan kaidah ejaan yang baik dan benar. Berdasarkan penjelasan tersebut, judul yang paling tepat untuk teks fabel tersebut adalah "Keputusasaan Mawar Liar". Hal ini dapat diketahui melalui isi teks yang membahas kecantikan bunga mawar liar yang selalu dipuji setiap penghuni hutan. Namun mawar liar memiliki watak yang sombong dan angkuh. Suatu hari, mawar liar memaki cacing tanah hingga akhirnya daun mawar liar yang biasanya cantik yang menguning dan rontok. Berikut ini salah satu kutipan kalimat yang menyatakan situasi tersebut, yaitu "Ia teringat dulu pernah memaki Cacing Tanah dan mengusirnya pergi dari tanahnya tumbuh. Menyadari hal itu, Mawar Liar makin meratap." Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B. Semoga dapat membantu, ya :)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Sejak kecil kau telah akrab dengan lingkungan sekolah ini karena sering diajak ibumu kemari. Tak heran ketika sudah waktunya untuk masuk sekolah, kau begitu **supel** dan teman-temanmu pun sudah banyak. Mereka umumnya murid-murid yang pernah diajar ibumu waktu kelas satu. Sedangkan aku? Aku waktu itu baru saja pindah ke kota kecil ini. Makna kata bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. ramah C. santun B. sopan D. baik

39

5.0

Jawaban terverifikasi

Teks berikut untuk soai nomor 4. 1) Ilmuwan di berbagai belahan dunia berkejaran dengan waktu untuk menciptakan vaksin guna mengatasi virus Corona jenis baru. Vaksin perlu segera diciptakan karena kematian akibat virus Corona yang terus bertambah dan penyebaran virus yang kian meluas. 2) Pada Jum'at (7-2-2020), Komisi Kesehatan Nasional Cina mencatat jumlah kematian akibat virus Corona baru telah mencapai 636 kasus, sedangkan jumlah warga yang terinfeksi menjadi 31.161 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Hubei, Cina, tempat vi kesehatan du niairus pertama muncul. Selain di Cina, virus itu kini telah menyebar ke lebih dari 25 negara. 3) Para ilmuwan bekerja dalam kecepatan penuh untuk menemukan vaksin bagi virus Corona baru atau penyakit pernapasan akut 2019-nCOV. Sebagai pusat epidemic, ilmuwan Cina berupaya menemukan vaksin bagi virus itu. Perkembangan terbaru adalah mereka menciptakan peta genetik virus. 4) Ilmuwan dari Australia, Kanada, hingga Prancis ikut menciptakan berbagai jenis inokulasi bersama sejumlah perusahaan biotek dan vaksin. Beberapa waktu lalu, Kepala Laboratorium Identifikasi Virus dari Institut Peter Doherty untuk Infeksi dan kekebalan, Melbourne, Julian Druce, menyatakan mereka mengembangkan virus Corona versi laboratorium dari tubuh pasien yang terinfeksi untuk uji coba. Tanggapan yang sesuai dengan berita tersebut adalah ... A. Pemerintah Australia telah tanggap menghadapi serangan virus Corona dengan menemukan vaksin virus tersebut. B. Para ilmuan perlu segera mempelajari virus corona yang menjadi masalah besar bagi kesehatan dunia karena persebarannya sangat cepat. C. Masyarakat perlu mawas diri dan menjaga kesehatan dalam menghadapi serangan virus corona yang mulai menyebar di Indonesia, D. Virus corona menjadi masalah besar bagi kesehatan manusia.

13

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan