Bacalah paragraf berikut.
Tulisan merupakan rekaman peristiwa, pengalaman, pengetahuan dan ilmu, serta pemikiran manusia. Tulisan dapat menembus ruang ... waktu. Artinya, tulisan dapat dibaca oleh orang yang berada di berbagai tempat pada waktu sekarang dan yang akan datang. Dengan adanya tulisan itu, manusia lain yang tinggal di tempat yang jauh dapat menangkap ... memahami pengetahuan dan pemikiran tersebut. Hebatnya lagi, tulisan dapat dibaca sekarang, sepuluh tahun lagi, seratus tahun yang akan datang, bahkan sampai kapanpun. Banyak dijumpai buku yang ditulis berabad-abad yang lalu sampai sekarang ... masih dibaca dan dipraktikan dalam kehidupan masyarakat jaman sekarang .... , seandainya sekarang tidak ada yang mau menulis
... lambat laun pengetahuan itu hilang dan generasi berikutnya akan kembali lagi ke jaman pra sejarah.
Penulisan kata yang salah dalam teks tersebut adalah ....
A. rekaman, dibaca, jaman, di tempat
B. peristiwa, ditulis, kapanpun, pra sejarah
C. kapanpun, jaman, dipraktikan, pra sejarah
D. rekaman, dibaca, berabad-abad, di berbagai
Halo, Juliana I, terima kasih sudah bertanya di Roboguru.
Kakak bantu jawab ya.
Jawaban dari soal di atas adalah C.
Untuk memahami alasan jawaban tersebut, silakan cermati pembahasan berikut.
Partikel atau kata tugas merupakan kelas kata yang hanya memiliki arti gramatikal dan tidak mempunyai arti leksikal.
Dalam bahasa Indonesia, terdapat tiga macam penulisan partikel 'pun'.
1) Partikel 'pun' yang merupakan klitika, yakni unsur yang melekat pada unsur yang lain. Dengan kata lain, pun yang melekat pada kata yang mendahuluinya sebagai klitika. Contohnya: adapun, andaipun, ataupun, maupun, bagaimanapun, betapapun, kalaupun, meskipun, sekalipun, biarpun, sungguhpun, walaupun, kendatipun.
2) Partikel 'pun' yang berfungsi sebagai kata penuh, yaitu 'pun' yang bersinonim dengan kata juga. Contohnya: selain cantik, ia pun memesona. (= ia juga).
3) Partikel 'pun' yang berfungsi sama dengan kata-kata yang menyatakan perlawanan. Contohnya: meskipun, biarpun, walaupun, kendatipun, dan sungguhpun.
Kata tidak baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa sudah ditentukan.
Adapun ciri-ciri kata tidak baku sebagai berikut.
1) Dapat terpengaruh bahasa daerah atau bahasa asing.
2) Terpengaruh oleh perkembangan zaman.
3) Digunakan pada percakapan santai.
4) Dapat dibuat oleh siapa saja sesuai keinginannya.
Dalam bahasa Indonesia, bentuk terikat merupakan bentuk yang tidak bisa berdiri sendiri dan tidak mempunyai arti jika tidak bergabung dengan kata dasar. Bentuk terikat yang melekat pada kata dasar terdiri atas morfem a-, de-, nir-, pro-, pra-, maha, pasca, intra-, ekstra-, dan antar- yang mempunyai arti sebagai berikut.
1) a- artinya tanpa, tidak ber- (asusila, asosial).
2) de- artinya menghilangkan, mengurangi (demoralisasi, dekameter).
3) nir- artinya tanpa, tidak, bukan (nirlaba).
4) pro- artinya sebelum, di depan (proaktif, ).
5) pra- artinya sebelum, di depan (prasejarah, praseminar).
6) maha- artinya sangat, amat, teramat (mahakarya, mahasiswa).
7) pasca- artinya sesudah (pascagempa, pascasarjana).
8) intra- artinya dalam(intrakurikuler, intramolekuler).
9) ekstra– artinya di luar, sangat (ekstrakurikuler, esktrakerja).
10) antar- artinya jarak di antara (antarkota, antarprovinsi)
Berdasarkan pemaparan tersebut, penulisan kata yang salah dalam teks di atas adalah kapanpun, jaman, dipraktikan, pra sejarah. Sebab, kata tersebut tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa sudah ditentukan.
Berikut ini analisis penulisan kata yang salah dalam teks di atas berserta perbaikannya.
1) Kata "kapanpun" seharusnya ditulis "kapan pun", sebab partikel 'pun' yang menyertai kata kerja, kata ganti, kata benda, dan kata sifat harus ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya, seperti kata 'kapan' yang merupakan kata benda.
2) Kata "jaman" seharusnya ditulis "zaman" agar sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
3) Kata "dipraktikan" seharusnya ditulis "dipraktikkan" karena berasal dari kata dasar 'praktik'.
4) Kata "pra sejarah" seharusnya ditulis "prasejarah" karena kata "pra" merupakan salah satu bentuk terikat yang penulisannya harus disatukan atau melekat pada bentuk dasar.
Dengan demikian, jawaban yang benar adalah C.
Semoga membantu.
· 5.0 (1)
Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!
Iklan
Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!