RAKA H
13 Maret 2023 00:43
Iklan
RAKA H
13 Maret 2023 00:43
Pertanyaan
Bacalah kutipan teks berikut!
Saat penjajah menginjakkan kaki di tanah air ini, para pahlawan Indonesia tidak akan pernah tinggal diam diinjak oleh penjajah meski senjata hanyalah bambu runcing. perlawanan demi perlawanan terus berlanjut. Kini, sebentar lagi bangsa indonesia akan terbebas dari para penjajah. Namaku Sumanto, ini kisahku sebagai seorang pejuang yang menjadi saksi peristiwa 10 november. Bertempur habis habisan dan meninggal sebagai pahlawan tanpa nama. Jakarta, 17 Agustus 1945 aku rela datang jauh-jauh dari surabaya hanya ingin menyaksikan proklamasi yang dibacakan Soekarno. Sudah lama aku menantikan ini.
Perbaikan penggunaan ejaan huruf kapital yang tepat pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
1
2
Iklan
Cahya F
18 Maret 2023 23:07
Hai, kak. Saya bantu jawab yaa.
Huruf kapital merupakan huruf yang berukuran dan berbentuk khusus. Huruf kapital digunakan saat:
1. Menyebut nama orang
2. Menyebut nama kota atau negara
3. Menyebut nama bulan dalam kalender
4. Setelah penggunaan titik dan spasi
Kalau begitu, mari kita cari kesalahan ejaan huruf kapital pada teks di atas berdasarkan aturan ini.
Kesalahan:
1. Perlawanan demi perlawanan terus berlanjut.
2. Kini, sebentar lagi bangsa Indonesia akan terbebas dari penjajah.
3. Namaku Sumanto, ini kisahku sebagai seorang pejuang yang menjadi saksi peristiwa 10 November.
4. Jakarta, 17 Agustus 1945 aku rela datang jauh-jauh dari Surabaya hanya ingin menyaksikan proklamasi yang dibacakan Soekarno.
Jadi, kesalahannya ada di kata: Perlawanan, Indonesia, November, dan Surabaya.
· 5.0 (1)
Iklan
Anonim
15 Maret 2023 06:54
Saat penjajah menginjakkan kaki di tanah air ini, para pahlawan Indonesia tidak akan pernah tinggal diam diinjak oleh penjajah meski senjata hanyalah bambu runcing. Perlawanan demi perlawanan terus berlanjut. Kini, sebentar lagi bangsa Indonesia akan terbebas dari para penjajah. Namaku Sumanto, ini kisahku sebagai seorang pejuang yang menjadi saksi peristiwa 10 November. Bertempur habis-habisan dan meninggal sebagai pahlawan tanpa nama. Jakarta, 17 Agustus 1945 aku rela datang jauh-jauh dari Surabaya hanya ingin menyaksikan proklamasi yang dibacakan Soekarno. Sudah lama aku menantikan ini.
· 0.0 (0)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!