Brian M

19 Agustus 2024 11:50

Iklan

Brian M

19 Agustus 2024 11:50

Pertanyaan

B. Membuat Rencana 1. kelompok terdiri atas 3 orang. 2. Lakukan pengukuran tinggi badan secara bergantian, lalu catat. (Contohnya aja ya kak) 3. Hitunglah perkiraan tinggi badan menggunakan formula yang telah diketahui sebelumnya, misalnya dari panjang telapak kaki, panjang tulang paha, dan lain- lain. Kemudian bandingkan dengan hasil pengukuran sebenarnya. (Ini juga contohnya aja ya kak) 4. Apakah terdapat perbedaan antara prakiraan tinggi badan dan tinggi badan sebenarnya? C. Melakukan Penelitian 1. Carilah informasi lain mengenai formula untuk memperkirakan tinggi badan. 2. Periksa apakah formula yang kamu temukan termasuk relasi atau fungsi. 3. Bandingkan dengan hasil prakiraan sebelumnya. Manakah yang memberikan prakiraan tinggi yang terbaik? 4. Beritahu mengenai manfaat dari perhitungan prakiraan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Tolong yang cepat ya kak, terimakasih.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

18

:

24

:

24

Klaim

7

0


Empty Comment

Belum ada jawaban 🤔

Ayo, jadi yang pertama menjawab pertanyaan ini!

Mau jawaban yang cepat dan pasti benar?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Temukan jawabannya dari Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1.Bacalah kutipan drama berikut! Abah: "Kalau cari suami harus yang jelas masa depannya, jangan seperti si Kabayan!" Iteung: "Tapi Kang Kabayan mah baik nyaah sama Iteung." Abah: "Baik? Baik apanya? Kalau memang baik pasti suka ngirim uang, paling sedikit ngirim ikan kesenangan Abah. Ikan gurame!" Ambu: "Abah teh kumaha. Apa-apa selalu saja diukur pakai uang." Tokoh Iteung pada kutipan drama tersebut akan lebih menarik jika menggunakan kostum a. celana panjang dan kaos dengan rambut panjang dibiarkan terurai b. celana panjang dan kaos dengan rambut dikepang dua c. kebaya dan celana panjang dengan rambut dibiarkan terurai d. kebaya dan kain dengan rambut di kepang dua 2.Jo : "Hey, jalan yang bener dong!" (keluar dari mobil) Yuda: (tampak terkejut dan menguasai diri) "Maaf Pak." Jo: (melotot) "Maaf, maaf!" (1) Bapak: "Sudahlah Jo, dia sudah minta maaf kok, lagi pula ayah buru- buru nanti terlambat ke kantor." (cepat menyusul keluar dari mobil) Jo : "Tidak bisa, dia harus diberi pela- jaran!" (nyaris melayangkan tinju) (2) Bapak : "Sabar Jo. (melihat kasihan pada Yuda) "Kau pergilah, Nak!" Yuda : "Terima kasih, Pak!" (3) Bapak "Hey, apa yang kau bawa, Nak?" (heran) "Kamu jual lukisan?" Yuda : "lya Pak, ini lukisan kaca." (4) Bapak: "Sungguh baru kali ini aku melihat lukisan kaca, biasanya saya di rumah memajang lukisan kanvas, lukisan kertas, lukisan bulu, dan lain-lain. Tapi, lukisan ini? Ah ya berapa kamu menjual ini?" Yuda: "Yang mana Pak?" (5) Bapak: "Semuanya. Ah sudah jangan bingung, gini aja gimana kalau lukisan itu saya beli lima juta rupiah." Yuda : "Apa? Lima juta!" (6) Bapak: "Apa kurang?" Yuda : "Cu... kup, Pak." Bukti latar waktu dalam kutipan drama tersebut terdapat pada dialog nomor .... a. (1) b. (3) c. (4) d. (6) 3.Perhatikan penggalan drama berikut! "Dari mana saja kau, Badar? Hari sudah petang tapi kau baru pulang," tanya ayah sambil berkacak pinggang. Dialog tersebut diucapkan dengan nada a. keras sambil bercanda b. marah dan serius c. rendah dan penuh tanya d. penuh kasih sayang 4.Cermati kutipan bacaan berikut! "Mohammad-san inilah rumahku." Toshihiko berkata ketika kami sampai di depan sebuah rumah kayu yang sederhana. Lalu berteriak, "Ibu! Ibu! Inilah tamu yang kita tunggu. Lihatlah, seorang Indonesia yang tersesat di kebun anggur Katsunuma. Bukankah ini suatu kehormatan bagi kita?" Bacaan tersebut termasuk teks fiksi karena a. memiliki unsur tema dan tokoh b. bersifat sistematis berdasarkan fakta yang ada c. narasi dan dialog menggunakan ragam bahasa baku d. menggunakan peribahasa untuk membandingkan suatu hal 5.Perhatikan teks berikut! Perkembangan teknologi informatika dalam satu dekade terakhir mengalami lonjakan luar biasa. Munculnya internet memudahkan setiap orang mendapat akses informasi. Tidak hanya sekadar berita, melalui internet orang bisa ber- jualan, memasang iklan, menikmati musik, dan memungkinkan individu mengetahui berbagai peristiwa secara intensif. Berdasarkan wacana tersebut, istilah yang dapat dideretkan dalam indeks dengan tepat adalah a. akses-individu-informatika-informasi- teknologi b. akses-iklan-individu-intensif-internet C. iklan-individu-informasi-intensif-internet d. individu-informasi-intensif-internet-iklan 6.Perhatikan kutipan indeks berikut! Gaib 8 Ilmu Fisika 7 Ilustrasi 57 Imajinasi 59 Implikasi 54 Magnetis 65 Pengetahuan eksakta 46 Pengetahuan keras 47 Pengetahuan lunak 48 Pengetahuan non-eksakta 45 Berikut ini pernyataan yang tidak benar berdasarkan indeks tersebut adalah a. Di halaman 46, kita dapat mempelajari materi pengetahuan keras. b. Materi tentang implikasi dapat kita jumpai di halaman 54. C. Di halaman 45 kita dapat mempelajari pengetahuan non-eksakta d. Pengetahuan eksakta dapat kita pelajari di halaman 46. *kutipan teks drama berikut untuk soal nomor 7 - 9* (1) Mayor: "Berapa lama lagi aku harus menunggu? Lihat semburat matahari sudah terlihat." (sambil menggebrak meja) (2) Kopral: "Sabarlah sedikit, Pak." (3) Mayor "Jangan ditawar lagi." (4) Kopral: "Apanya, Pak?" (5) Mayor: "Kesabarannya! Sejak kemarin kesabaran saya habis. Sabar itu prinsip. Tidak bisa ditawar- tawar, ngerti?" (6) Kopral: "Kalau begitu kuralat ucapanku tadi." (7) Mayor: "Ya, tapi pertanyaanku belum Bung jawab. Berapa lama lagi? Semburat matahari sudah terlihat tu!" 7.Dialog pada kutipan teks drama tersebut yang berisi kramagung ditandai dengan nomor a. (1) b. (3) c. (4) d. (5) 8.Latar disertai bukti nomor pada kutipan drama tersebut adalah .... a.. siang hari, bukti pada dialog nomor (7) b. menjelang maghrib, bukti pada dialog nomor (5) c.pagi hari, bukti pada dialog nomor (7) d. sore hari, bukti pada dialog nomor (1) 9.Amanat yang sesuai dengan kutipan teks drama tersebut adalah .... a. Kemarahan bukanlah cara penyelesaian masalah yang bijak. b. Seorang bawahan tidak sepatutnya melawan atasan sekalipun untuk membela kebenaran. c. Kita harus lebih banyak bersabar menghadapi apa pun. d. Kita harus mengikuti keinginan atasan walaupun tidak sejalan dengannya. *kutipan drama berikut untuk soal nomor 10-13* Fikri: "Hai sobat. Lho ada apa ini? Kamu kok kelihatan sedih?" Bayu: "Enggak. Perasaan kamu saja." Fikri: "Ayolah... Aku kenal kamu dari kecil. Aku bisa tahu kamu sedih, senang, malas, atau marah? Ayo katakan padaku siapa tahu aku bisa membantu." Bayu: "Kamu ini tau aja. Hari ini hari terakhir aku harus membayar SPP. Bapakku masih di luar kota. Ibuku sakit. Aku bingung harus bagaimana." Fikri :"Kenapa harus bingung. Aku bisa membantumu." Bayu: "Maksudmu?" Fikri: "Ya... membantumu. Aku punya uang tabungan dan cukup untuk membayar SPP mu." Bayu: "Wah... enggak ... enggak ... enggak aku tidak bisa menggunakan uang tabunganmu." Fikri: "Ayolah teman... aku tulus... kapan-kapan kamu dapat mengembalikannya." 10. Tema yang digambarkan pada kutipan drama tersebut adalah a. persahabatan antara kedua orang b. tolong-menolong antarteman yang mem- butuhkan c. persahabatan yang didukung oleh kedua orang tua d. masalah ekonomi keluarga yang tak kunjung reda 11.Tokoh Fikri dalam kutipan drama tersebut memiliki watak a. rendah hati b. tinggi hati c. baik hati d. kecil hati 12. Kutipan drama suasana tersebut menceritakan a. haru b. kaget c. kecewa d. sedih 13.(sambil terpogoh-pogoh masuk kamar tamu, Naja menangis) Naja: "Bu, aku sudah tidak kuat lagi kalau begini." Ibu: "Percayalah, Nak, masalah ini akan segera teratasi. Tuhan Maha Pengatur dan Mahabaik." Naja: "Tapi kapan? Kapan? Aku bosan sudah!" Ibu: "Bersabarlah, Nak. Jika sabar, masalah akan terurai satu per satu." (sambil membelai rambut Naja dengan penuh Kesabaran). Dalam struktur teks drama, kutipan tersebut merupakan bagian .... a. orientasi b. resolusi c. komplikasi d. epilog *kutipan buku berikut untuk soal nomor 14 dan 15* Bumi adalah tempat di mana kita, manusia, dan makhluk hidup lainnya berada. Bumi sering disebut juga sebagai planet biru. Kenapa? Karena bumi kalau dilihat dari luar angkasa terlihat dengan warna dominan biru. Tahukah kamu warna biru bumi yang terlihat dari angkasa raya itu? Itu adalah lautan. Karena sekitar 70% permukaan bumi merupakan lautan yang sangat luas. Sisanya 30% merupakan daratan yang tersusun atas dataran, gunung, dan lembah. Bumi juga dikelilingi oleh lapisan atmosfer yang merupakan pelindung bumi. 14. Teks tersebut tergolong sebagai karya nonfiksi karena .... a. berisi cerita karangan manusia b. bersifat informatif dan berisi kenyataan c. berasal dari imajinasi pengarang d. memiliki makna ganda 15. Inti dari kutipan buku tersebut adalah .... a. memaparkan tentang alam dan kerusakannya b. memaparkan secara detail tentang bumi c. menggambarkan tentang jenis-jenis atmosfer d. menjelaskan jenis-jenis planet 16.Bacalah kutipan teks fiksi berikut! Kehidupan keluarga ini sangat sederhana. Ayah dan Ibu setiap hari membanting tulang di ladang, seolah-olah kepala jadi betis, betis jadi kepala demi beberapa mulut yang harus dipenuhi. Orang tua ini ikhlas bekerja dengan tanggung jawab demi keluarga dan anak-anaknya kelak supaya jadi orang. Tak ada rotan akar pun jadi, begitulah kata orang tua itu. Daya tarik cuplikan teks fiksi tersebut tampak pada..... a. konflik dalam cerita b. latar cerita c. gaya bahasa penulis d. tema cerita 17.Perhatikan cuplikan teks berikut! Perempuan memang paling rentan terhadap anemia, terutama anemia karena kekurangan zat besi. Darah memang sangat penting bagi perempuan. Hal ini terutama pada saat hamil, zat besi itu dibagi dua, yaitu bagi si ibu dan janinnya. Apabila si ibu mengalami anemia, bisa terjadi abortus, lahir prematur, dan juga kematian saat melahirkan. Bahkan, bagi janin, zat besi juga dibutuhkan, terutama juga ada kaitannya dengan kecerdasan. Topik untuk diskusi berdasarkan bacaan tersebut adalah a. manfaat zat besi bagi bayi b. kesehatan ibu dan janin C. anemia sebagai penyakit berbahaya bagi perempuan d. sebab-sebab tingginya kernatian bayi dan anak di Indonesia *indeks berikut untuk soal nomor 18 dan 19* Aliterasi, 89, 93 Amanat, 5, 70 Arbitrer, 3, 65 Artikel, 8, 90 Balada, 25, 75 Drama, 89, 99 Epilog, 34, 36, 74 Fiksi, 3, 25, 90 18. Berdasarkan indeks buku nonfiksi tersebut, kita dapat menemukan istilah epilog di halaman.... a. 3,65 b. 25,75 c. 34, 36, dan 74 d. 3, 25, dan 90 19. Berdasarkan indeks buku tersebut, saat membuka halaman 25 kita dapat menemukan kata .... a. balada dan epilog b. balada dan fiksi c. balada dan drama d. balada

5

1.0

Jawaban terverifikasi

Pengertian Suhu dan Panas Kalian tentu pernah merasakan panas, dingin, dan hangat dari benda di sekitar kalian. Di dataran tinggi dan pegunungan, udara terasa lebih dingin daripada udara di daerah pantai. Apakah kalian bisa menyebutkan seberapa dingin dan panaskah udara di sekitar? Bagaimanakah cara mengukur derajat panas suatu benda? Untuk mengukur derajat panas seorang yang sedang demam, kalian sering menggunakan telapak tangan. Kadang kalian juga menempelkan punggung telapak tangan pada kening. Namun, cara tersebut tidak dapat menentukan derajat panas dengan pasti. Hasil pengukuran orang yang berbeda belum tentu sama. Indra peraba, seperti telapak tangan tidak dapat digunakan untuk menentukan derajat panas atau dingin suatu benda secara tepat. Tangan hanya dapat memperkirakan panas dan dingin suatu benda. Tangan tidak dapat menjelaskan nilai derajat panas atau dinginnya suatu benda. Pernahkah kalian kemah di daerah pegunungan atau dataran tinggi? Di daerah tersebut kalian tentu dapat merasakan udara dingin. Kalian memerlukan jaket tebal untuk menjaga agar tubuh kalian tetap hangat. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di daerah pegunungan atau dataran tinggi. Mereka tidak terlalu merasakan udara dingin karena sudah terbiasa dengan udara dingin di pegunungan. Hal itu membuktikan bahwa indra peraba tidak dapat digunakan untuk mengukur derajat panas suatu benda. Setiap orang memiliki perbedaan dalam merasakan suhu di sekitarnya. Dalam ilmu pengetahuan alam, tingkat panas dinginnya suatu. keadaan dinyatakan dengan besaran yang disebut suhu atau temperatur. Selain suhu, kalian juga mengenal istilah panas. Panas dan suhu merupakan dua hal yang berhubungan sangat erat. Panas merupakan bentuk perpindahan energi akibat perubahan suhu. Ketika dipanaskan di atas kompor, wajan penggorengan mendapat energi panas dari api kompor. Energi panas membuat wajan penggorengan menjadi panas. Saat wajan penggorengan panas, suhunya naik. Sebaliknya, saat wajan penggorengan dingin, suhunya turun. Seperti telah dijelaskan di atas, suhu adalah suatu besaran yang menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda. Suhu suatu benda menunjukkan tingkat energi panas benda tersebut. Satuan suhu yang banyak digunakan di Indonesia adalah derajat Celcius. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu disebut termometer. Adapun satuan panas dinyatakan dalam joule. Tulislah kata-kata kunci pada bacaan tersebut. Paragraf 3:

1

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

CATATAN DALAM BOTOL Andi Mutiara Muthahharah Namaku Pelangi. Aku sangat suka menulis. Aku selalu menulis catatan harianku di kertas cantik dan memasukkan gulungan kertas itu ke dalam botol. Botol itu akan kulempar ke laut. Di belakang rumahku memang ada pantai yang indah. Selain menulis, aku juga sangat suka melihat pelangi. Aku melempar botol setiap kali muncul pelangi. Itu kulakukan agar kisahku dan kehidupanku di masa depan akan berwarna seperti pelangi. Suatu hari, ayah dan bunda pergi ke Paris karena urusan penting. Mereka memang selalu pergi, sampai-sampai tidak punya waktu untuk kami. Bunda menyuruhku menjaga Rindu, adikku, yang sudah kelas 3. Aku anak cukup berada. Rumahku besar. Tapi, jujur saja, aku sudah bosan hidup seperti ini. Kami hanya berdua setiap hari. Beruntung, aku mempunyai tetangga yang baik. Aku biasa memanggilnya Bibi Hani. Beliau mempunyai warung bakso. Beliau selalu memperhatikanku dan Rindu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupku tanpa Bibi Hani. Sudah seminggu, orang tuaku belum pulang. Apakah mereka sesibuk itu? Tapi, barusan, aku mendapat sms dari Bunda bahwa sore ini mereka akan pulang. “Eh, Kak, ada pelangi tuh,”tunjuk Rindu lewat jendela. “Benar! Saatnya menulis…!” seruku sambil mengambil kertas, pulpen, dan botol. Lalu, aku menuju pantai di belakang rumah. Aku mencari tempat yang teduh dan mulai menulis. Namaku Pelangi. Aku sangat suka menulis dan melihat pelangi. Setiap hari, orang tuaku pergi. Aku terpaksa tinggal bersama adikku, Rindu. Beruntung aku mempunyai tetangga yang baik hati. Namanya Bibi Hani. Beliau selalu membantuku. Sekarang, ayah dan bunda pergi ke Paris. Tapi, kabarnya, sore ini mereka akan segera pulang. Aku sudah tidak sabar! Pelangi Itulah catatanku. Aku menggulung kertas catatan itu dan memasukkannya ke dalam botol plastik yang sudah kuhias semenarik mungkin. Sejenak, aku menatap pelangi sambil tersenyum. Lalu, aku melempar botol itu jauh-jauh. Setelah itu, aku kembali ke rumahku. Aku menemui Rindu yang sedang menonton TV. Namun, ia terlihat sangat sedih. “Rindu, ada apa?” tanyaku lembut sambil membelai rambutnya yang panjang. “Pesawat tujuan Paris-Indonesia jatuh, Kak. Pasti, ayah dan bunda juga ada di pesawat itu,” kata Rindu sambil terisak-isak. 2 Jantungku seperti berhenti berdetak mendengarnya. Kata-kata itu, terasa membuat darahku berhenti mengalir. “Ayah, Bunda, jangan tinggalin kami. Sudah cukup kami kesepian setiap kalian pergi. Tapi, kami enggak mau kesepian untuk selamanya, tanpa Ayah dan Bunda. Ya Allah, semoga ayah dan bunda segera ditemukan. Selamatkanlah mereka.” Airmataku mengalir deras sambil terus berdoa dalam hati. “Assalamu’alaikum, Pelangi, Rindu?” ucap Bibi Hani sambil membuka pintu rumahku. Lalu, beliau masuk. Beliau melihat kami menangis. “Iya. Bibi sudah tahu semuanya,” kata Bibi Hani sambil membelai rambutku dan Rindu. “Kalian sabar ya. Orangtua kalian pasti akan segera ditemukan. Bibi Hani akan selalu ada untuk kalian.” Esoknya, aku dan Rindu pergi ke sekolah seperti biasanya. Namun, hari ini, aku tidak begitu bersemangat untuk ke sekolah. Apalagi, Rindu. Dari tadi malam, ia terus membisu meski sudah dibujuk oleh Bibi Hani. Tadi pagi, ia juga tidak sarapan. Aku khawatir, kesehatannya akan terganggu. Malamnya, aku mendengar Rindu memanggilku. Aku langsung bangun dan membangunkan Bibi Hani yang memang menginap di rumahku. Aku dan Bibi Hani segera ke kamar Rindu. Badan Rindu sangat panas. Akhirnya, aku terus menunggui Rindu hingga pagi datang. Paginya, aku dan Bibi Hani membawa Rindu ke rumah sakit. Aku terpaksa memberi surat izin kepada guruku untuk tidak sekolah dulu sampai kondisi adikku kembali normal. Setelah itu, Bibi Hani pulang karena masih harus menjaga warungnya. Tidak berapa lama, suster datang memeriksa Rindu. “Adikmu belum bangun ya?” “Belum, Sus. Oya, Rindu sakit apa, Sus?” “Adikmu terkena penyakit thypus. Nanti, kalau adikmu bangun, suapin ya.” Esoknya, aku dan Rindu makan bersama. Tapi, Rindu terlihat tidak nafsu makan. Malamnya, Rindu terlihat pucat. Demamnya sangat tinggi. “Kak, aku mau keluar sebentar,” pinta Rindu. “Tidak bisa, Rindu. Kamu harus banyak istirahat. Jangan banyak bergerak dulu.” “Tolong, Kak. Sebentar saja kok.” Aku pun mengantarnya keluar sebentar. Namun, tiba-tiba Rindu pingsan. Aku melihat Rindu terbaring lemas di tempat tidur. Ia tidak sadar-sadar. “Kak,” panggil Rindu pelan. Ia membuka matanya. “Rindu, jangan banyak gerak dulu ya,” cemasku. “Kak, jangan berhenti menulis ya. Terus menulis bersama pelangi,” ucap Rindu. “Tentu. Kakak akan selalu menulis.” 3 “Kakak memang bagaikan pelangi. Semoga hidup Kakak menyenangkan!” “Rindu, kamu kenapa?” “Aku ingin pergi bersama ayah dan bunda. Selamat tinggal, Kak.” Akhirnya, Rindu mengembuskan nafas terakhirnya dengan senyuman manis. “Rindu, jangan tinggalin Kakak. Kakak harus bagaimana?” tangisku kencang. Bibi Hani mencoba menenangkan. Sebelum meninggalkan pemakaman, aku mencium nisan Rindu. Rindu, sampaikan salamku untuk ayah dan bunda…. Seminggu setelah kematian Rindu telah berlalu. Aku menjalani hari seperti biasanya. Namun, aku masih tidak ke sekolah. Kematian Rindu membuatku lebih tertutup. Gerimis turun lagi sore ini. Seperti biasa, pelangi kembali muncul dan aku kembali menulis. Namaku Pelangi. Aku sangat suka menulis dan melihat pelangi. Seminggu yang lalu, Rindu mengakhiri perjalanannya. Ia berpesan agar aku terus menulis bersama pelangi. Rindu sekarang sudah bahagia bersama Ayah dan Bunda. Dan aku di sini sendiri dan kesepian…. Pelangi Aku melempar botol itu jauh-jauh. Aku masuk ke rumah dengan perasaan kesal. Aku membanting pintu dan mengacak-acak kamarku sambil menangis. “Huh, percuma namaku Pelangi. Kehidupanku juga tidak berwarna seperti pelangi. Kenapa sih mereka memberiku nama Pelangi? Benar-benar tidak cocok! Orangtuaku mengalami kecelakaan dan aku dan Rindu ditinggalin. Sekarang, Rindu juga ninggalin aku. Ayah, bunda, dan Rindu sudah bahagia bersama di sana. Sedangkan aku sendirian! Aku harus bagaimana? Huuuuhhh,” isakku kencang. Lalu, Bibi Hani masuk dan menemuiku. “Pelangi, tenang, Nak,” hibur Bibi Hani. “Allah memang tidak pernah berhenti memberikan ujian untuk hamba-Nya. Allah melakukan itu agar hamba-Nya selalu tegar dan sabar meghadapi ujian apapun. Percayalah, cobaan itu yang terbaik untuk hamba-Nya.” “Yang terbaik apanya? Ayah dan bunda pergi ninggalin aku. Rindujuga. Apa itu yang terbaik?” bantahku. “Tenang, Nak. Bibi akan selalu bersama Pelangi kok.”Aku menatap Bibi Hani, lalu memeluknya erat. Beberapa hari kemudian, aku mulai mengikhlaskan semuanya. Tapi, kemarin, Bibi Hani bilang akan membawaku ke Panti Asuhan. “Apa Bibi tidak sayang lagi sama aku?” tanyaku setelah mengetahuinya. “Bukan begitu, Pelangi. Bibi harus menjual dan mengurus keluarga Bibi. Tenang saja, Bibi akan selalu melihat kamu kok. Lagipula, pemilik Panti itu adalah saudara Bibi.” “Tapi, tolong Bibi jaga rumahku ya. Rumah itu menyimpan banyak kenangan,” kataku. Bibi Hani mengangguk sambil tersenyum. Jadi, untuk terakhir kalinya, aku pergi ke pantai belakang rumahku. Saat itu, pelanginya tampak jelas dan indah di atas pantai. Namaku Pelangi. Aku sangat suka menulis dan melihat pelangi. Setelah kehilangan keluargaku, aku sangat kesal dan putus asa. Aku hampir saja menyalahkan takdir Allah. Namun, Bibi Hani tidak berhenti menghiburku. Hari ini juga, aku akan ke panti asuhan milik 4 saudara Bibi Hani. Jadi, mungkin ini adalah hari terakhirku tinggal di rumahku yang penuh kenangan…. Pelangi Aku dan Bibi Hani berangkat ke panti asuhan. Kata Bibi, di dekat panti itu ada sungai. Tentu saja aku sangat senang. Setelah sebulan, aku mulai terbiasa dengan lingkungan panti. Teman-temanku juga semua baik dan ramah. Di sini, kami seperti satu keluarga yang saling menyayangi. Seperi biasa, aku ingin menulis. Pelangi telah tampak. Aku duduk di batu dan menulis. Namaku Pelangi. Aku sangat suka menulis dan melihat pelangi. Sudah sebulan, aku tinggal di panti. Aku juga mulai akrab dengan teman temanku. Di sini, aku sangat bahagia. Aku dapat merasakan hangatnya rasa kekeluargaan. Kuharap, selanjutnya akan ada kejadian luar biasa dari sekarang.... Pelangi Seminggu kemudian, Bibi Hani datang bersama pria yang tidak kukenal. Tapi, sepertinya, aku pernah melihatnya sebelumnya. Ternyata, pria itu adalah Paman Rusdi. Beliau ingin mengajakku tinggal di rumahnya di Solo. Tentu saja, aku sangat senang mendengarnya. “Bibi, selamat tinggal. Aku tidak akan bisa seperti ini tanpa Bibi. Bibi benar-benar malaikatku. Maaf kalau selama ini Pelangi ngerepotin Bibi,” kataku sambil menangis. “Pelangi, kamu anak yang baik. Kamu bisa tegar dan bersabar meskipun telah kehilangan orang tua dan adikmu. Justru, Bibi belajar banyak hal dari kamu. Kamu adalah seorang pelangi yang sesungguhnya. Bibi yakin, kehidupanmu selanjutnya akan penuh warna seperti pelangi. Ibumu tidak salah memberimu nama pelangi. Keluargamu di sana juga pasti bahagia melihatmu,” kata Bibi Hani sambil menyeka airmataku. “Selamat tinggal, Bi. Aku akan selalu ingat Bibi,” ucapku sambil melambaikan tangan. “Selamat jalan, Pelangi. Ikuti terus cahayamu, dan kau akan bahagia. ” Aku menyeka air mataku dan berusaha tersenyum. Jelaskan watak tokoh pelangi pada cerpen catatan dalam botol!berikan bukti

1

5.0

Jawaban terverifikasi

Minum Kopi, Baik atau Buruk untuk Kesehatan? Selama ini kita sering mendengar banyak informasi yang seolah saling berseberangan mengenai konsumsi kopi. Ada yang mengatakan kopi baik untuk kesehatan dan menganjurkan minum kopi hingga 3 gelas per hari. Ada juga yang mengatakan sebaliknya, kopi dapat meningkatkan risiko kanker dan menganjurkan untuk membatasi konsumsinya. Sebaiknya, minum kopi atau tidak? Benarkah kopi aman bagi kesehatan atau justru tidak aman bagi kesehatan? Selama ini kopi identik dengan kandungan kafeinnya, padahal sesungguhnya kopi merupakan minuman yang kompleks dengan kandungan zat aktif lainnya. Terdapat lebih dari seratus kandungan zat aktif kopi yang dapat memberikan efek yang berbeda pada kesehatan. Beberapa kandungan dapat memberikan efek baik pada sejumlah problem kesehatan tertentu, sementara kandungan lainnya memberikan efek yang mungkin buruk pada problem kesehatan lainnya. Penelitian dalam 10 tahun terakhir ini telah menunjukkan manfaat kopi dalam mencegah diabetes tipe II, parkinson, dan kanker hati. Sebagai contoh, hubungan antara konsumsi kopi dengan Diabetes Melitus tipe II telah dievaluasi dalam 25 penelitian cohort yang dikerjakan di Amerika, Eropa, dan Asia. Hasil dari penelitian-penelitian ini menunjukkan konsumsi kopi dapat menurunkan risiko diabetes. Menariknya, manfaat ini ditemukan pada konsumsi kopi berkafeina dan tidak berkafeina sehingga diduga ada kandungan lain kopi yang bermanfaat untuk mencegah diabetes. Penelitian metaanalisis terbaru yang dikerjakan di Harvard menemukan bahwa konsumsi sedang kopi (3-5 gelas) sehari dapat sedikit menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan strok. Akan tetapi, berbeda dengan hasil penelitian lain, ada beberapa dampak yang disebabkan oleh konsumsi kopi berlebihan. Dampak buruk tersebut, yaitu pertama, berakibat buruk bagi jantung. Beberapa studi menyatakan zat kafeina yang terkandung di dalam kopi dapat mengganggu aliran darah di arteri koroner saat melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga serta menyebabkan denyut jantung menjadi tidak teratur sehingga meningkatkan tekanan darah. Kedua, hilangnya kepadatan mineral tulang. Mengonsumsi dalam jumlah yang banyak yaitu lebih dari 3 cangkir setiap hari selama bertahun-tahun akan meningkatkan hilangnya kepadatan mineral tulang. Kafeina dapat mempercepat siklus buang air kecil dan mencuri kalsium melaluiurine, dalam jangka panjang hal ini dapat menyebabkan terkena osteoporosis. Ketiga, memperburuk suasana hati. Menurut salah satu peneliti kafeina dapat meningkatkan katekolamin yaitu harmon yang dikenal sebagai harmon amarah, tidak mengherankan kafeina dapat membuat tegang dan gelisah. Berdasarkan penelitian yang melihat pengaruh kopi terhadap terjadinya penyakit kronis atau kematian, konsumsi kopi hingga 6 gelas sehari (600 mg kafeina) tidak memberikan efek yang negatif. Namun, perlu diperhatikan apabila konsumsi kopi menimbulkan gangguan seperti jantung berdebar, tremor, perasaan stres, tidak nyaman, gangguan tidur, dan gangguan pencernaan, itu artinya harus segera membatasi konsumsi kopi. Hal ini bersifat unik dan individual, bergantung pada kemampuan toleransi masing-masing orang. Batasan mengonsumsi kopi juga perlu dilihat dari intake kalori yang kita peroleh dari segelas kopi. Hati-hati mengonsumsi kopi tinggi kalori yang saat ini semakin populer, Mocha Frappachino Starbucks (24 ons) yang disajikan bersama whipped cream. Dalam satu sajian kopi ini sudah mengandung kalori sebanyak 500 kal, atau setara dengan seperempat kebutuhan harian rata-rata sebesar 2000 kal. Kelebihan kalori ini dapat menimbulkan risiko peningkatan berat badan dan kemungkinan terkena diabetes tipe II. Jadi, boleh mengonsumsi kopi, tapi dalam batas yang wajar jangan sampai berlebihan. Seyogianya, kita harus mengutamakan kesehatan tubuh terlebih dahulu daripada sekadar kenikmatan sementara. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 2. Apa masalah yang didiskusikan pada teks di atas?

2

0.0

Jawaban terverifikasi

Makin Mudah ke Danau Toba Jakarta (ANTARA News) - Wisatawan yang hendak ke Danau Toba, Sumatera Utara, menggunakan pesawat terbang, kini memiliki banyak pilihan penerbangan setelah Bandara Silangit resmi menjadi berskala internasional. Sebelum menjadi bandar udara berskala internasional, Bandara Silangit, Siborong-Borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, sebenarnya sudah beroperasi namun pesawat terbang yang singgah masih sedikit. Tapi dengan diresmikan bandara berskala internasional, Sabtu (28/10), jumlah pesawat terbang dari berbagai maskapai makin banyak sehing ga wisatawan memiliki banyak pilihan penerbangan. Bandara Silangit berkapasitas 500.000 penumpang pertahun ini dilengkapi dengan fasilitas CIQ (Custom, Immigration, Quaratine), landasan pacu dengan panjang 2.650 x 30 meter, dan PCN yang bisa mengakomodasi pesawat berbadan sempit Airbus A320 dan Boeing 737-800. Bandara Silangit juga mengimplementasikan fitur smart airport dengan teknologi digital, antara lain, berupa Wi- Fi gratis, tampilan jadwal bus dan penerbangan, e-payment, mesin tiket bus, e-kios informasi turis, self check-in, dan berbagai fitur digital. Peresmian bandara berskala internasional itu ditandai dengan penerbangan perdana Garuda Indonesia dari Bandara Changi Singapura ke Silangit. Prosesi peresmian bersarnaan dengan rnendaratnya pesawat Garuda Indonesia dengan nornor penerbangan GA 8510 dari Changi, Singapura tepat pukul13.30 WIB. Disaksikan langsung Menko Bidang Kernaritiman Binsar Luhut Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Direktur Badan Otorita Danau Toba Arie Prasetyo, dan lima bupati (Bupati Toba Samosir, Bupati Dairi, Bupati Samosir, Bupati Tapanuli Utara, dan Bupati Humbang Hansundutan), para penumpang pesawat langsung disambut tari-tarian tor tor Batak. Penerbangan perdana Garuda Indonesia menggunakan Explore jet Bombardier CRJ-1000 dengan kapasitas total mencapai 96 penumpang dari Bandara Changi Singapura menuju Bandara Silangit Sumut. Pada tahap awal, penerbangan baru Garuda dari Singapura ke Silangit PP dilayani tiga kali per minggu (Selasa, Jumat, dan Minggu). Selain Garuda Indonesia, maskapai berbiaya murah Citilink Indonesia juga membuka penerbangan Jakarta-Silangit untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, perdagangan, dan investasi di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Penerbangan langsung rute baru Jakarta melalui bandara Halim Perdanakusuma-Silangit menggunakan pesawat Airbus A320 Neo berkapasitas 180 penumpang. Sebelumnya tiga maskapai penerbangan, yaitu Sriwijaya, Wings Air dan Susi Air sudah beroperasi di Bandara Silangit. Makin ramainya Bandara Si langit didarati dan menerba ngkan pesawat sangat penting dan strategis mengingat pemerintah telah menca nangkan Danau Toba sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas atau sebagai "10 Bali Baru" dengan target kunjungan wisatawan manca negara (wisman ) ke Sumatera Utara diproyeksikan mencapai 1.000.000 orang pada tahun 2019. Untuk mencapai angka kunjungan 1.000.000 wisman, dibutuhkan destinasi parawisata kelas dunia dan bandara berkelas internasional. Dengan penerba ngan internasio nallangsung menuju Danau Toba, objek wisata ini akan menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di dunia, dan membawa kesejahteraan unt uk masyarakat di Sumatera Utara, khususnya di sekitar Danau Toba. Jika dilihat dari jarak dari Bandara Kualanamu, Medan, menuju Danau Toba di Parapat, dibanding dengan dari Bandara Silangit menuju Danau Toba di Parapat, maka jarak tempuh lebih cepat dari Bandara Silangit sekitar 2,5 jam. Oleh sebab itu, keberadaan Bandara Silangit yang kini memiliki banyak jadwal penerbangan bisa memudahkan wisataan lebih banyak lagi datang ke Danau Toba. Sempat redup Danau Toba di Sumatera Utara dalam beberapa tahun terakhir ini boleh dikatakan sempat redup sebagai tujuan wisatawan lokal dan mancanegara. Alasannya antara lain infrastruktur menuju ke sana yang masih belum terlalu memadai, di samping faktor kebersihan yang kurang dipedulikan sehingga tampak kotor dan mengurangi keindahan. Sekarang pemerintah pusat dan daerah bersama-sama membenahi akses menuju Danau Toba dengan membangun serta memperbaiki sejumlah infrastruktur, serta mengkampanyekan bersih lingkungan di danau terbesar di Indonesia itu. Salah satu bukti nyata pemerintah mengembangkan Danau Toba adalah Presiden Joko Widodo pada 1 Juni 2016 menandatangani Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba. Badan itu bertugas mempercepat proses pembangunan Danau Toba yang masuk dalam 10 destinasi prioritas nasional. Kesepuluh destinasi itu adalah Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), Pulau Morotai (Maluku Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Danau Toba (Sumatera Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Gunung Bromo (Jawa Timur), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Pantai Tanjung Lesung (Banten), dan Kepulauan Seribu (DKI Jakarta). Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dengan adanya badan otoritas tersebut ditambah dengan makin banyaknya rute penerbangan langsung menuju Bandar Udara Internasional Kuala Namu, serta Bandar Udara Silangit diharapkan jumlah wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke kawasan itu akan bertambah. Selain memiliki bandara itu, katanya, sejumlah aksesjalan toljuga dibangun dalam upaya mempermudah wisatawan berkunjung ke Danau Toba, yaitu membangun jalur tol dari Kualanamu ke Tebing Tinggi, menuju Siantar, dan Parapat. Salah satu bentuk nyata yang sudah dipromosikan pemerintah menggairahkan lagi Danau Toba sebagai tujuan wisata adalah Presiden Joko Widodo membuka sekaligus menghadiri Karnaval Keme rde kaan Pesona Danau Toba di Balige, Sumatera Utara, pada 20-21 Agustus 2016. Karnaval dikemas sedemikian rupa sehingga menggambarkan keceriaan dan kegembiraan masyarakat, selain juga sebagai upaya promosi wisata Danau Toba yang sudah dikenal seantero dunia. Pemerintah sudah mengerjakan dan merencanakan berbagai program pembangunan untuk mendukung pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba. Oleh karena itu, masyarakat harus menyiapkan diri untuk menyambut wisatawan dan masyarakat sekitar Danau Toba harus bisa tersenyum, jangan lagi mahal tersenyum. (Oleh Ahmad Wijaya, editor: Unggul Tri Ratomo, COPYRIGHT © ANTARA 2017) 6a. Apakah topik artikel di atas?

1

4.5

Jawaban terverifikasi