Alyasya R

07 September 2022 12:01

Iklan

Alyasya R

07 September 2022 12:01

Pertanyaan

Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah ayat 213.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

02

:

06

:

37

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

FAUZIAH N

21 September 2022 02:39

Jawaban terverifikasi

Firman-Nya (فبعث الله النبيين مبشرين ومنذرين) Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia mengatakan: “Antara Nuh dan Adam itu berselang sepuluh generasi, semuanya berpegang pada syariat Allah Ta’ala. Kemudian terjadilah perselisihan di antara mereka, lalu Allah Ta’ala mengutus para Nabi yang menyampaikan kabar gembira dan memberi peringatan.” Nabi yang pertama kali diutus adalah Nabi Nuh. Hal senada juga dikemukakan oleh Mujahid sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Abbas di atas. Pendapat bersumber dari Ibnu Abbas memiliki sanad dan makna yang lebih sahih. Karena umat manusia pada saat itu menganut agama yang dibawa Adam hingga akhirnya mereka menyembah berhala, maka Allah Ta’ala mengutus Nuh kepada mereka. la adalah rasul pertama yang diutus ke muka bumi ini. Firman-Nya (وأنزل معهم الكتاب ... من بعد ما جاءتهم البينات بغيا بينهم) Allah Ta’ala berfirman dalam ayat ini maksudnya, hujjah telah tegak atas mereka, dan yang mendorong mereka berbuat demikian tidak lain hanyalah kedengkian di antara mereka. Firman-Nya (فهدى الله الذين آمنوا ... إلى صراط مستقيم) Ibnu Wahab meriwayatkan dari Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, dari ayahnya, ia mengatakan: “Lalu merekapun berselisih mengenai hari jum’at, maka orang-orang Yahudi menetapkan hari Sabtu dan Nasrani hari Ahad. Kemudian Allah Ta’ala memberikan petunjuk kepada umat Muhammad untuk menetapkan hari Jum’at. Setelah itu mereka berselisih mengenai kiblat, maka orang-orang Nasrani pun menjadikan Masyriq sebagai kiblat, orang-orang Yahudi memilih Baitul Maqdis, kemudian Allah Ta’ala memberi petunjuk kepada umat Muhammad untuk menjadikan Ka’bah sebagai kiblat. Mereka juga berselisih mengenai salat. Di antara mereka ada yang hanya mengerjakan rukuk saja tanpa sujud, ada juga yang hanya sujud saja tanpa rukuk. Juga ada yang mengerjakan salat sambil berbicara, ada yang sambil berjalan. Kemudian Allah Ta’ala memberi petunjuk kepada umat Muhammad mengenai ibadah salat dengan cara yang benar. Selain itu juga mereka berselisih mengenai ibadah puasa. Ada di antara mereka yang berpuasa setengah hari saja, ada yang berpuasa dengan tidak memakan sebagian makanan saja. Kemudian Allah Ta’ala memberikan petunjuk kepada umat Muhammad mengenai pelaksanaan puasa yang benar. Mereka juga berselisih mengenai Ibrahim, orang-orang Yahudi mengatakan: “Ibrahim adalah seorang Yahudi.” Sedangkan orang-orang Nasrani mengatakan: “Ibrahim itu adalah seorang Nasrani.” Padahal Allah Ta’ala telah menjadikannya seorang yang hanif (lurus, condong kepada kebenaran) lagi berserah diri kepada Allah Ta’ala. Kemudian Allah Ta’ala memberikan petunjuk kepada umat Muhammad mengenai kebanaran tentang agama Ibrahim tersebut. Mereka juga berselisih tentang Isa, orang-orang Yahudi mendustakannya dan mereka menuduh ibunya, Maryam, berbuat zina. Sedangkan orang-orang Nasrani menjadikannya sebagai sesembahan dan anak Tuhan. Padahal Allah Ta’ala telah menciptakannya dengan kalimat-Nya dan ditiupkan ruh dari-Nya. Kemudian dia memberikan petunjuk kepada umat Muhammad kebenaran mengenai hal tersebut. Masih mengenai firman-Nya, Rabi bin Anas mengatakan: “Maksudnya ketika terjadinya perselisihan, mereka masih menganut apa yang dibawa oleh para Rasul sebelum perselisihan tersebut terjadi. Mereka semua berada dalam tauhid yang hanya beribadah kepada Allah Ta’ala semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, mereka mengerjakan salat dan menunaikan zakat. Jadi mereka tetap menjalankan perintah yang pertama sebelum terjadi perselisihan, juga menjauhkan perselisihan. Mereka ini adalah sebagai saksi bagi umat manusia pada hari kiamat kelak, saksi bagi kaum Nabi Nuh, Nabi Huud, Nabi Shalih, Nabi Syu’aib, dan keluarga Fir’aun, bahwa para Rasul mereka telah menyampaikan risalah kepada mereka, tetapi mereka mendustakan para Rasul tersebut. Dan Allah Ta’ala memberikan petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.” Dan mengenai ayat ini, Abu Aliyah mengatakan: “Allah Ta’ala yang mengeluarkan mereka dari keraguan, kekesesatan, dan fitnah.” Firman-Nya (بإذنه) maksudnya, sesuai dengan pengetahuan-Nya tentang mereka dan petunjuk yang diberikan kepada mereka. Demikian dikatakan oleh Ibnu Jarir. Firman-Nya (والله يهدي من يشاء) Allah Ta’ala memberi hidayah di antara makluk-Nya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Perang Uhud dimenangkan oleh kafir karena umat Islam ... A. bercerai-cerai B.berselisih C. berseteru D. bersekutu E. bergerombol

4

5.0

Jawaban terverifikasi