Josefina K

26 Februari 2024 03:48

Iklan

Iklan

Josefina K

26 Februari 2024 03:48

Pertanyaan

Asal negara ayah menganut ius sanguinis sedangkan asal negara ibu menganut asas ius soli. Anak lahir di negara yang menganut asas ius soli. Sang anak dapat memilih 1 dari berapa kewarganegaraan? 


7

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Kazi S

26 Februari 2024 04:04

Jawaban terverifikasi

<p>Dalam kasus ini, anak tersebut dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan, karena memiliki hak untuk memilih salah satu dari kewarganegaraan yang diwariskan oleh orang tuanya. Negara tempat anak lahir mungkin memberikan kewarganegaraan berdasarkan asas ius soli, sementara kewarganegaraan lainnya bisa diperoleh dari salah satu atau kedua orang tuanya berdasarkan asas ius sanguinis.</p><p>Sebagai contoh, jika anak lahir di negara yang menganut asas ius soli, maka anak tersebut secara otomatis mendapatkan kewarganegaraan dari negara tempat ia dilahirkan. Selain itu, anak juga dapat memiliki hak untuk memperoleh kewarganegaraan dari salah satu atau kedua orang tua, sesuai dengan hukum negara tersebut. Jadi, anak tersebut memiliki opsi untuk memilih salah satu dari kewarganegaraan yang diwariskan oleh orang tuanya.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Dalam kasus ini, anak tersebut dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan, karena memiliki hak untuk memilih salah satu dari kewarganegaraan yang diwariskan oleh orang tuanya. Negara tempat anak lahir mungkin memberikan kewarganegaraan berdasarkan asas ius soli, sementara kewarganegaraan lainnya bisa diperoleh dari salah satu atau kedua orang tuanya berdasarkan asas ius sanguinis.

Sebagai contoh, jika anak lahir di negara yang menganut asas ius soli, maka anak tersebut secara otomatis mendapatkan kewarganegaraan dari negara tempat ia dilahirkan. Selain itu, anak juga dapat memiliki hak untuk memperoleh kewarganegaraan dari salah satu atau kedua orang tua, sesuai dengan hukum negara tersebut. Jadi, anak tersebut memiliki opsi untuk memilih salah satu dari kewarganegaraan yang diwariskan oleh orang tuanya.

 

 

 


 


Iklan

Iklan

S. Agita

Mahasiswa/Alumni Politeknik Negeri Jember

27 Februari 2024 02:13

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang benar akan dijelaskan pada pembahasan berikut ini. Pembahasan: Jika anak lahir di negara yang menganut asas ius soli, anak tersebut secara otomatis akan memiliki kewarganegaraan negara tempat ia lahir. Selain itu, anak juga dapat memperoleh kewarganegaraan dari orang tua sesuai dengan hukum kewarganegaraan yang berlaku di negara tersebut. Jika negara tersebut mengakui ganda kewarganegaraan, maka anak tersebut dapat memilih salah satu dari kewarganegaraan yang dimiliki oleh orang tuanya. Namun, jika negara tersebut tidak mengakui ganda kewarganegaraan, maka anak mungkin harus memilih salah satu kewarganegaraan dari orang tuanya saat mencapai usia tertentu, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Jadi, jawaban yang benar telah dijelaskan pada pembahasan di atas.


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Hukum Internasional dapat di gunakan untuk …* Mengatasi adanya Sengketa antara Negara yang satu dengan Negara yang lain Mengeluarkan pendapat dalam pembelaan diri sendiri Melanjutkan pertikaian antara Negara Melakukan perjanjian antara Negara – negara lain Membatasi masuknya di suatu Negara

18

0.0

Jawaban terverifikasi

B. Jawablah soal-soal di bawah ini! Bacalah teks cerita inspiratif di bawah ini dan jawablah pertanyaannya! RAJA DAN KOTA MEGAHYA Alkisah, hiduplah seorang rata yang kaya raya. Pada suatu hari ia memanggil seluruh pakar bangunan, insinyur, dan desainer kita yang ada di dunia. Kepada mereka ia meminta untuk dibuatkan sebuah kota yang paling megah dan paling pindah di seluruh dunia. Pekerjaan pun dimulai. Semua dikerjakan dengan sangat teliti untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Rata tidak menawar harga. Berapa pun biaya yang dibutuhkan ia siap membayarnya. Setelah sekian lama dikerjakan, akhirnya semuanya selesai. Sebuah kota yang teramat megah dan pindah hasil karya para pakar dunia pun tercipta. Memasuki kota itu seperti masuk surga. Raja mengadakan pesta dan mengundang rakyatnya dan tamu-tamu negara. Setiap orang yang datang pasti berdetak kagum menyaksikan karya jagung yang dahsyat dan sempurna itu. Rata pun sangat bangga dan puas karena semua itu berkat kecemerlangan idenya. Rata memerintahkan kepada penjaga agar menandai setiap tamu yang datang tentang celah kekurangan kota yang dibangunnya. Tiba-tiba ada seorang pengunjung rakyat bisa berseloroh. "Ah, seindah apa pun kota ini, tetap tidak sempurna". Mendengar kalimat itu rata tersinggung. Apa lagi yang mengatakannya adalah orang desa yang tidak tahu sama sekali tentang arsitektur kota. “Hai, memang dirimu siapa? Apa maksudmu kota ini tidak sempurna? Coba katakan, apa yang kurang dari karya hebat ini?" "Maafkan, tuan raja. Benar, memang kota yang Anda bangun sangat pindah. Tapi tetap saja mengandung dua cacat". "Apa itu? Sebutkan!" "Pertama, suatu ketika kota ini akan pudar keindahannya, akan rusak, bahkan boleh jadi musnah. Yang kedua, pemilik kota ini juga akan musnah, suatu saat kematian akan menjemputnya. Apakah hal ini bisa dibilang sempurna?" "Aha, memangnya ada yang tak akan rusak dan pemiliknya tak akan mati? Tentu saja ada, Tuan Rata. Yang tak akan rusak adalah kota pindah surganya Allah, dan pemiliknya yaitu Allah, yang tak akan pernah mati. Itulah tempat yang sempurna". "Kau benar, saudaraku. Hamper saja kemewahan dan kemegahan dunia melarikan dan menjerumuskanku. Terima kasih kau telah menyadarkanku". Selanjutnya yang rata memeluk orang yang memberikan usul tersebut. Pertanyaan : 1. Apa ide sang raja itu? 2. Mengapa ia mewujudkan ide tersebut? 3. Apa yang dilakukan raja agar idenya bisa dilaksanakan? 4. Apa yang dilakukan raja setelah idenya terwujud? 5. Apa yang diperintahkan raja kepada setiap tamu yang datang? 6. Mengapa raja melakukan hal tersebut? 7. Siapakah yang memberikan usul? 8. Apakah usulnya tersebut? 9. Siapa saja yang diundang? 10. Di manakah pesta itu diadakan? 11. Kapankah pesta itu dilaksanakan? 12. Bagaimana reaksi raja setelah mendengar salah satu rakyatnya memberikan usul?

25

5.0

Jawaban terverifikasi