Halo, Mochammad F.
Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Kakak bantu jawab, ya.
Analisis kaidah kebahasaan teks drama di atas adalah sebagai berikut.
1. Teks drama di atas menggunakan dialog/percakapan, yaitu kalimat langsung.
2. Teks drama di atas menggunakan konjungsi waktu atau temporal, yaitu "lalu".
3. Teks drama di atas menggunakan bahasa tidak baku atau bahasa lisan, yaitu "ngaku".
4. Teks drama di atas menggunakan kata ganti, seperti kata "ini".
5. Teks drama di atas menggunakan kata sapaan, yaitu "Pak" dan "Bu".
Untuk memahami jawaban tersebut, perhatikan pembahasan berikut.
Drama merupakan jenis karya sastra lakon atau seni panggung yang ditampilkan dalam sebuah panggung.
Kaidah kebahasaan drama, yaitu:
a) menggunakan dialog/percakapan,
b) menggunakan konjungsi waktu atau temporal,
c) menggunakan bahasa tidak baku atau bahasa lisan,
d) menggunakan kata ganti, dan
e) menggunakan kata sapaan.
Berdasarkan penjelasan, berikut adalah analisis kaidah kebahasan teks drama di atas.
1. Teks drama di atas menggunakan dialog/percakapan. Hal tersebut ditandai dengan adanya kalimat langsung dan tokoh. Dialog/percakapan terdapat dalam kutipan (1) s.d. (3), yaitu:
(1) Pak Pikun: (muncul, langsung menuju Jidul) "Ayo! Mana! Berikan kembali padaku! Ayo! Mana!"
(2) Jidul: (ber-ah-uh, sambil memberikan isyarat yang menyatakan ketidakmengertiannya)
(3) Pak Pikun: "Jangan berlagak lupa! Siapa lagi kalau bukan kamu yang mengambilnya? Ayo, Jidul, kamu sembunyikan di mana, heh?"
2. Teks drama di atas menggunakan konjungsi waktu atau temporal, yaitu "lalu". Hal tersebut terdapat dalam kutipan dialog (12), yaitu Pak Pikun: "Mungkin, ya? Padahal jelas, Bu! Tadi saya mandi. Setelah itu, arloji saya tertinggal di kamar mandi. Lalu dia masuk, entah mengapa. Lalu tidak ada lagi arloji saya,
Bu."
3. Teks drama di atas menggunakan bahasa tidak baku atau bahasa lisan. Hal tersebut karena adanya penggunaan kata yang digunakan dalam bahasa lisan, yaitu "ngaku". Kata tersebut terdapat dalam kutipan dialog (14), yaitu Pak Pikun: "Mungkir, ya? Padahal jelas, Bu! Tadi saya mandi. Setelah itu, arloji saya tertinggal di kamar mandi. Lalu dia masuk, entah mengapa. Lalu tidak ada lagi arloji saya, Bu."
4. Teks drama di atas menggunakan kata ganti, seperti kata "ini". Kata tersebut terdapat dalam kutipan dialog (8) dan (9), yaitu:
Ibu: (Muncul tergesa-gesa) "Eh, ada apa Pak Pikun? Ada apa dengan Jidul?
Pak Pikun: "Anak ini memang tidak pantas dikasihani, Bu. Dia mencuri lagi, Bu!"
5. Teks drama di atas menggunakan kata sapaan. Hal tersebut karena adanya kata sapaan, seperti "Pak" dan "Bu". Salah satu contoh dialog yang menggunakan kata sapaan terdapat dalam dialog (28), yaitu Ibu: "Sabar, Pak! Tunggu dulu!"
Dengan demikian, analisis kaidah kebahasaan teks drama di atas adalah sebagai berikut.
1. Teks drama di atas menggunakan dialog/percakapan, yaitu kalimat langsung.
2. Teks drama di atas menggunakan konjungsi waktu atau temporal, yaitu "lalu".
3. Teks drama di atas menggunakan bahasa tidak baku atau bahasa lisan, yaitu "ngaku".
4. Teks drama di atas menggunakan kata ganti, seperti kata "ini".
5. Teks drama di atas menggunakan kata sapaan, yaitu "Pak" dan "Bu".
Semoga membantu, ya. :)