Mochammad F

15 Maret 2022 06:22

Iklan

Mochammad F

15 Maret 2022 06:22

Pertanyaan

Arloji Karya P. Hariyanto Kisah ini terjadi di sebuah kamar depan keluarga yang cukup terpandang. Terdapat berbagai perlengkapan yang lazim di kamar tamu semacam itu, namun yang terpenting ialah seperangkat meja dan kursi tamu. Pada kira-kira pukul 09. 00 drama ini terjadi. Dengan penuh keriangan, si Jidul membersihkan meja dan kursi-kursi. Kepalanya melenggut-lenggut, pantatnya bergidal-gidul seirama dengan musik dangdut yang terdengar meriah. Jidul terkejut ketika musik mendadak berhenti. (1) Pak Pikun: (muncul, langsung menuju Jidul) "Ayo! Mana! Berikan kembali padaku! Ayo! Mana!" (2) Jidul: (ber-ah-uh, sambil memberikan isyarat yang menyatakan ketidakmengertiannya) (3) Pak Pikun: "Jangan berlagak lupa! Siapa lagi kalau bukan kamu yang mengambilnya? Ayo, Jidul, kamu sembunyikan di mana, heh?" (4) Jidul: (ber-ah-uh, semakin bingung dan takut) (5) Pak Pikun: "Dasar tangan panjang! Belum sampai sebulan di sini kamu sudah kambuh lagi, ya? Dasar nggak tahu diri! Ayo, kembalikan kepadaku! Mana, heh?" (6) Jidul: (meringkuk diam) (7) Pak Pikun: (semakin keras suaranya) "Jidul! Kamu mau kembalikan apa tidak? Mau insaf apa tidak? Apa mau kupanggilkan orang-orang sekampung untuk mengadilimu, heh? Kamu mau dipukuli seperti dulu lagi atau mau aku bawa ke meja hijau? Ayo, mana?" (8) Ibu: (Muncul tergesa-gesa) "Eh, ada apa Pak Pikun? Ada apa dengan Jidul? (9) Pak Pikun: "Anak ini memang tidak pantas dikasihani, Bu. Dia mencuri lagi, Bu!" (10) Ibu: "Mencuri?" (tertegun). "Kamu mengambil hak orang lain lagi, Jidul?" (11) Jidul: (ber-ah-uh sambil menggoyang-goyangkan kepala dan tangannya) (12) Pak Pikun: "Mungkir, ya? Padahal jelas, Bu! Tadi saya mandi. Setelah itu, arloji saya tertinggal di kamar mandi. Lalu dia masuk, entah mengapa. Lalu tidak ada lagi arloji saya, Bu." (13) Ibu: "O,arloji Pak Pikun hilang, begitu?" (14) Pak Pikun: "Bukan hilang, Bu! Jelas dicurinya! Ayo, ngaku saja! Kamu ngaku saja, Jidul!" (15) Jidul : (ber-ah-uh mencoba menjelaskan ketidaktahuannya) (16) Pak Pikun: "Masih mungkir? Minta ku pukul?" (17) Ibu: "Sabar, Pak Pikun! Sabar, kendalikan diri!" (18) Pak Pikun: "Maaf, Bu. Ini biar saya urus sendiri! Kamu baru mau ngaku kalau dipukul,ya? Sini!" (Mau memukul si Jidul). (19) Jidul : (Meloncat, lari ke luar dikejar oleh Pak Pikun) (20) Ibu: "Sabar dulu Pak Pikun! Diperiksa dulu! (mendesah sendiri) Ya, ampun! Orang sudah tua kok gegabah, tidak sabaran begitu, keras kepala pula." (21) Tritis (Muncul membawa buku dan alat tulis) "Uh! Pagi-pagi sudah mencuri. Ganggu orang belajar saja!" (22) Ibu: "Belum jelas, Tritis!" (23) Tritis: "Ah, Ibu sih suka membela si Jidul! Siapa lagi kalau bukan dia yang mengambil arloji Pak Pikun? Apa ibu lupa? Dia kan dulu ketahuan mencuri ayam kita, ketahuan, mau dipukuli orang malah kemudian dibela Ayah dan ditampung di rumah kita. Keenakan dia,maka kini mencuri lagi!" (24) Ibu: "Ya, memang, dulu pernah mencuri. Itu karena ia kelaparan. Tetapi, belum tentu sekarang dia mengambil arloji Pak Pikun, Tritis!" (25) Tritis: "Kalau bukan si Jidul, apa Ibu atau aku yang mengambil arloji itu, Ibu?"(Tertawa). (26) Ibu: (Menemukan ide). "Ah! Mungkin masih ada di kamar mandi, Tritis! Atau mungkin di dekat jemuran. Pak Pikun kan pelupa. Mari kita coba mencarinya! (Bersama Tritis melangkah ke kiri akan ke luar, tetapi kemudian terhenti) Terdengar suara rusuh. Si Jidul kembali meloncat masuk dari kanan. Maunya berlari, tetapi tersandung sesuatu. la jatuh terguling mengejutkan Ibu dan Tritis. Dan sebelum sempat bangkit, Pak Pikun sudah keburu masuk pula dan menangkapnya dengan geram." (27) Pak Pikun (sambil mengacung-acungkan penggada besar, tangan kirinya tetap mencengkeram leher kaus si Jidul). "Mau, lari ke mana lagi, heh? Ku pukul kamu sekarang!" (28) Ibu: "Sabar, Pak! Tunggu dulu!" (29) Pak Pikun: "Tunggu apa lagi, Bu! Anak nggak benar ini harus saya ajar biar kapok." (Akan memukulkan penggadanya). (30) Ibu: "Tunggu dulu! Siapa tahu, Jidul benar tidak mencuri dan Pak Pikun yang tidak benar menaruh arlojinya!" (31) Pak Pikun: "Tak mungkin, Bu! Saya yakin, si bocah ini pencurinya. Kamu harus menanggung akibatnya." (akan memukulkan penggadanya). (32) Tritis (Melihat tangan Pak Pikun) "Eh, lihat! Arlojinya kan itu! Di pergelangan tangan. kananmu, Pak Pikun. Lihat!" (Tertawa ngakak). (33) Ibu: "O, iya! Betul! Dasar Pak Pikun ya Pikun!" (Tertawa geli). Pak Pikun tertegun memandang pergelangan tangannya yang kanan. Dilepaskannya si Jidul. Diamat-amatinya arloji itu. Penggadanya sudah dijatuhkan. Dengan sangat malu, ia berjalan ke luar tertegun-tegun, diiringi gelak tawa Ibu dan Titis. Sementara itu, si Jidul pun tertawa-tawa pula dengan caranya sendiri yang spesifik. Analisislah kaidah kebahasaan pada teks drama tersebut ?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

06

:

48

:

09

Klaim

5

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Dwi

18 Maret 2022 05:59

Jawaban terverifikasi

Halo, Mochammad F. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Kakak bantu jawab, ya. Analisis kaidah kebahasaan teks drama di atas adalah sebagai berikut. 1. Teks drama di atas menggunakan dialog/percakapan, yaitu kalimat langsung. 2. Teks drama di atas menggunakan konjungsi waktu atau temporal, yaitu "lalu". 3. Teks drama di atas menggunakan bahasa tidak baku atau bahasa lisan, yaitu "ngaku". 4. Teks drama di atas menggunakan kata ganti, seperti kata "ini". 5. Teks drama di atas menggunakan kata sapaan, yaitu "Pak" dan "Bu". Untuk memahami jawaban tersebut, perhatikan pembahasan berikut. Drama merupakan jenis karya sastra lakon atau seni panggung yang ditampilkan dalam sebuah panggung. Kaidah kebahasaan drama, yaitu: a) menggunakan dialog/percakapan, b) menggunakan konjungsi waktu atau temporal, c) menggunakan bahasa tidak baku atau bahasa lisan, d) menggunakan kata ganti, dan e) menggunakan kata sapaan. Berdasarkan penjelasan, berikut adalah analisis kaidah kebahasan teks drama di atas. 1. Teks drama di atas menggunakan dialog/percakapan. Hal tersebut ditandai dengan adanya kalimat langsung dan tokoh. Dialog/percakapan terdapat dalam kutipan (1) s.d. (3), yaitu: (1) Pak Pikun: (muncul, langsung menuju Jidul) "Ayo! Mana! Berikan kembali padaku! Ayo! Mana!" (2) Jidul: (ber-ah-uh, sambil memberikan isyarat yang menyatakan ketidakmengertiannya) (3) Pak Pikun: "Jangan berlagak lupa! Siapa lagi kalau bukan kamu yang mengambilnya? Ayo, Jidul, kamu sembunyikan di mana, heh?" 2. Teks drama di atas menggunakan konjungsi waktu atau temporal, yaitu "lalu". Hal tersebut terdapat dalam kutipan dialog (12), yaitu Pak Pikun: "Mungkin, ya? Padahal jelas, Bu! Tadi saya mandi. Setelah itu, arloji saya tertinggal di kamar mandi. Lalu dia masuk, entah mengapa. Lalu tidak ada lagi arloji saya, Bu." 3. Teks drama di atas menggunakan bahasa tidak baku atau bahasa lisan. Hal tersebut karena adanya penggunaan kata yang digunakan dalam bahasa lisan, yaitu "ngaku". Kata tersebut terdapat dalam kutipan dialog (14), yaitu Pak Pikun: "Mungkir, ya? Padahal jelas, Bu! Tadi saya mandi. Setelah itu, arloji saya tertinggal di kamar mandi. Lalu dia masuk, entah mengapa. Lalu tidak ada lagi arloji saya, Bu." 4. Teks drama di atas menggunakan kata ganti, seperti kata "ini". Kata tersebut terdapat dalam kutipan dialog (8) dan (9), yaitu: Ibu: (Muncul tergesa-gesa) "Eh, ada apa Pak Pikun? Ada apa dengan Jidul? Pak Pikun: "Anak ini memang tidak pantas dikasihani, Bu. Dia mencuri lagi, Bu!" 5. Teks drama di atas menggunakan kata sapaan. Hal tersebut karena adanya kata sapaan, seperti "Pak" dan "Bu". Salah satu contoh dialog yang menggunakan kata sapaan terdapat dalam dialog (28), yaitu Ibu: "Sabar, Pak! Tunggu dulu!" Dengan demikian, analisis kaidah kebahasaan teks drama di atas adalah sebagai berikut. 1. Teks drama di atas menggunakan dialog/percakapan, yaitu kalimat langsung. 2. Teks drama di atas menggunakan konjungsi waktu atau temporal, yaitu "lalu". 3. Teks drama di atas menggunakan bahasa tidak baku atau bahasa lisan, yaitu "ngaku". 4. Teks drama di atas menggunakan kata ganti, seperti kata "ini". 5. Teks drama di atas menggunakan kata sapaan, yaitu "Pak" dan "Bu". Semoga membantu, ya. :)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Sejak kecil kau telah akrab dengan lingkungan sekolah ini karena sering diajak ibumu kemari. Tak heran ketika sudah waktunya untuk masuk sekolah, kau begitu **supel** dan teman-temanmu pun sudah banyak. Mereka umumnya murid-murid yang pernah diajar ibumu waktu kelas satu. Sedangkan aku? Aku waktu itu baru saja pindah ke kota kecil ini. Makna kata bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. ramah C. santun B. sopan D. baik

39

5.0

Jawaban terverifikasi

Teks berikut untuk soai nomor 4. 1) Ilmuwan di berbagai belahan dunia berkejaran dengan waktu untuk menciptakan vaksin guna mengatasi virus Corona jenis baru. Vaksin perlu segera diciptakan karena kematian akibat virus Corona yang terus bertambah dan penyebaran virus yang kian meluas. 2) Pada Jum'at (7-2-2020), Komisi Kesehatan Nasional Cina mencatat jumlah kematian akibat virus Corona baru telah mencapai 636 kasus, sedangkan jumlah warga yang terinfeksi menjadi 31.161 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Hubei, Cina, tempat vi kesehatan du niairus pertama muncul. Selain di Cina, virus itu kini telah menyebar ke lebih dari 25 negara. 3) Para ilmuwan bekerja dalam kecepatan penuh untuk menemukan vaksin bagi virus Corona baru atau penyakit pernapasan akut 2019-nCOV. Sebagai pusat epidemic, ilmuwan Cina berupaya menemukan vaksin bagi virus itu. Perkembangan terbaru adalah mereka menciptakan peta genetik virus. 4) Ilmuwan dari Australia, Kanada, hingga Prancis ikut menciptakan berbagai jenis inokulasi bersama sejumlah perusahaan biotek dan vaksin. Beberapa waktu lalu, Kepala Laboratorium Identifikasi Virus dari Institut Peter Doherty untuk Infeksi dan kekebalan, Melbourne, Julian Druce, menyatakan mereka mengembangkan virus Corona versi laboratorium dari tubuh pasien yang terinfeksi untuk uji coba. Tanggapan yang sesuai dengan berita tersebut adalah ... A. Pemerintah Australia telah tanggap menghadapi serangan virus Corona dengan menemukan vaksin virus tersebut. B. Para ilmuan perlu segera mempelajari virus corona yang menjadi masalah besar bagi kesehatan dunia karena persebarannya sangat cepat. C. Masyarakat perlu mawas diri dan menjaga kesehatan dalam menghadapi serangan virus corona yang mulai menyebar di Indonesia, D. Virus corona menjadi masalah besar bagi kesehatan manusia.

13

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan