Sitinur A

16 Juli 2019 09:10

Iklan

Sitinur A

16 Juli 2019 09:10

Pertanyaan

aq senang sekali belajar di ruang guru makasih ruang guru saya bangga sekali dowload ruang guru makasiiiiih ruang guru dn semoga ajha saya bs mencapai cita cita saya karna di ruang guru in amiiiiiin amiiiiiin ya robbal alamin

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

22

:

58

:

09

Klaim

6

1


Iklan

Maulana M

17 Juli 2019 04:57

AMIN!!!...


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Teks 1 Salah Kelas Pagi itu, Joni nampak bahagia sekali. Di meja makan, ibunya bertanya kepada Joni. "Jon, Ibu perhatikan dari tadi kamu senyum-senyum sendiri?" "Anu, Bu, semalam ibu wali kelas membagikan jadwal tatap muka terbatas. Senang rasanya karena besok aku bisa bertemu teman-teman. Belajar daring di rumah membosankan, Bu. Apalagi kalau zoom meeting Matematika." "Memangnya kenapa kalau Matematika, Jon?" Ibu bertanya kembali. "Gurunya galak, Bu, materinya juga susah, wong diajarkan di kelas saja masih susah pahamnya, apalagi daring," jawab Joni. "Oh, begitu," Ibu menimpali. "Ya sudah, Bu. Joni pamit, ya." Joni langsung pergi sambil mencium tangan ibunya. Sekolah sudah nampak ramai. Joni berjalan sambil sesekali melihat jadwal mapel yang dibagikan wali kelasnya. Lalu, dia segera masuk kelas dan ternyata sudah ada guru di dalam kelas. "Selamat pagi, Pak. Maaf, saya terlambat." "Selamat pagi juga, Nak, silakan duduk," sahut Pak Guru. Joni langsung mencari kursi dan duduk tanpa melihat kanan kiri. Saat mengeluarkan buku catatan, Joni mengedarkan pandangannya dan langsung kaget. Semua seperti asing. Dia seperti tidak mengenali teman sekelasnya, apalagi semuanya memakai masker. Dia berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa mereka adalah teman kelasnya. Tidak berapa lama, Joni kaget ketika melihat ke papan tulis Pak Guru sedang menjelaskan soal Matematika, padahal seingatnya jadwal pagi itu adalah Bahasa Indonesia. "Astaga, ini kan kelasku satu tahun yang lalu, ini kan kelas satu. Sekarang kan aku sudah naik kelas dua." Keringat dingin keluar di wajah Joni, lalu dia memberanikan diri menemui Pak Guru. "Maaf, Pak, karena sudah satu tahun daring, saya lupa kalau sekarang saya sudah kelas dua. Saya salah masuk kelas, Pak." Semua peserta didik pun tertawa. Dengan wajah malu, Joni keluar kelas. Teks 2 PKH Pada suatu hari, dua orang ibu rumah tangga sedang berbincang-bincang di depan rumah. Mereka sedang asyik membahas tentang bantuan pemerintah yang dinamakan PKH. Bu Tuti : Mar, aku semakin heran dengan pemerintah sekarang. Bu Marni Loh, kenapa, Bu? Ada masalah? (penasaran) Bu Tuti : Ya jelas ada. Kalau enggak ada, buat apa saya repot-repot membahas masalah ini? Bu Marni: Oalah, Bu, sempat-sempatnya memikirkan pemerintah, memangnya pemerintah memikirkan nasib kita? Bu Tuti : Jangan salah. Tuh, lihat tetangga sebelah kita. Dia dapat bantuan dari pemerintah. Setiap bulan, dia rutin mengambil sembako di warung dekat balai desa sana. Bu Marni Masa? Enggak salah, sampeyan, Bu? Dia, kan, lumayan mampu. Lihat saja, kulkas ada, mesin cuci punya, motor dua, kalau pergi perhiasannya selalu menempel di tangannya. Benar enggak salah, Bu? (sedikit tidak percaya) Bu Tuti : Nah, itu yang membuat saya bingung. Kenapa dia dapat bantuan? Padahal, kalau dipikir, dia tergolong keluarga mampu. Coba kita bandingkan dengan tetangga kita yang lain. Ada yang jauh lebih berhak mendapatkan bantuan itu sebenarnya. Bu Marni : Iya betul Bu. Ngomong-ngomong, bantuan apa yang bisa dia dapat, Bu? Bu Tuti Bu Marni: Masa kamu enggak tahu? Itu, loh, bantuan PKH. Oh, yang rumahnya ditempeli stiker "Keluarga Miskin" itu, to? Bu Tuti Nah, itu kamu tahu, Mar. (mengacungkan jempol kepada Bu Marni) Bu Marni Bu Tuti Ya tahu lah, Bu. Apa, sih, yang tidak saya ketahui? Mar, PKH itu apa, to? (penasaran) Bu Marni Program Keluarga Harapan. Bu Tuti : Harapan apa? Bu Marni Harapan biar dikasih sembako tiap bulan, ha...ha...ha... Bu Tuti : Ngawur kamu, Mar. Tulislah persamaan dan perbedaan kedua teks tersebut

13

4.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah kedua teks di bawah ini dengan cermat! Teks 1 Hubungan Sosial Novel 'Laskar Pelangi' dan Kehidupan Nyata Banyak pembaca novel yang biasanya mempertanyakan antara hubungan cerita yang dikisahkan dalam novel dengan kehidupan nyata pengarangnya, seperti halnya hubungan sosial novel Laskar Pelangi dan kehidupan nyata yang terdapat di dalamnya dengan kehidupan sang pengarang, Andrea Hirata. Hubungan sosial sebuah karya sastra tentu akan sangat berkaitan erat dengan kenyataan sosial pengarangnya. Hal ini disebabkan oleh sifat karya sastra yang mimetik, yaitu menyerupai atau bahkan cerminan dari kehidupan nyata manusia, baik itu pengarang maupun lingkungan sosial yang tertangkap oleh pengarang itu sendiri. Berdasarkan beberapa informasi yang didapat, cerita dalam novel tersebut memang merupakan representasi dari kehidupan nyata sang pengarang sehingga tidak heran jika ia bisa secara jelas dan detail memaparkan naskahnya secara deskriptif dan inspiratif. Namun, jika Anda tidak pernah mengalami hal tersebut sebelumnya, bukan berarti Anda tidak memiliki kemampuan dan motivasi yang sama untuk memperjuangkan cita-cita yang ingin Anda raih. Bahkan Anda bisa lebih hebat dari anak-anak yang terdapat di dalam kisah tersebut. Motivasi yang dimunculkan dalam kisah tersebut tentu bukan hanya untuk siswa yang tidak mendapatkan fasilitas belajar yang tidak memadai, tapi juga untuk seluruh anak yang memiliki kemauan untuk bekerja keras menghadapi tantangan dan rintangan demi mencapai masa depan yang cerah. (Disarikan dari: www.bimbingan.org) Teks 2 Perjuangan Anak lanah Belitung Judul : Laskar Pelangi Penulis : Andrea Hirata Penerbit : Bentang Pustaka Tahun terbit : Cetakan ke-2 September 2011 Halaman : 534 halaman Novel ini karya pertama Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka, cetakan pertamanya dicetak pada tahun 2005 di Yogyakarta. Novel setebal 534 halaman ini sempat mengalami penambahan halaman dari 529 menjadi 534 halaman, dan novel Laskar Pelangi ini sering digunakan untuk bahan pidato pengukuhan guru besar, tesis, desertasi, hadiah ulang tahun, bahkan menjadi mas kawin mendampingi Al-qur'an. Tidak heran jika novel tersebut dapat mencapai mega best seller di Indonesia dan bahkan mencapai best seller di Malaysia. Hal itu termasuk sangat luar biasa, karena ditulis dari seorang yang tidak berasal dari lingkungan sastra ditambah lagi novel tersebut sama sekali tidak sejalan dengan trend pasar yang ada pada saat itu. Novel ini bercerita tentang semangat juang dari 11 anak kampung Belitung untuk mengubah nasib mereka melalui sekolah. Sebagian besar orang tua mereka lebih senang melihat anak-anaknya bekerja membantu orang tua dari pada belajar di sekolah. Suramnya pendidikan di desa itu tergambar jelas ketika SD Muhammadiyah terancam tutup jika murid baru sekolah itu tidak mencapai 10 orang, namun kesebelas anak itulah yang telah menyelamatkan masa depan pendidikan di desa itu yang hampir redup karena faktor ekonomi rakyatnya. Anak-anak Laskar Pelangi itu hidup dalam kebahagiaan masa kecil dan menyimpan mimpi masing-masing untuk masa mendatang. Namun, duabelas tahun kemudian, Ikal menyaksikan perubahan nasib teman-temannya yang sungguh di luar dugaan. Anak-anak Laskar Pelangi itu punya cita-cita setinggi langit, namun nasib jualah yang menentukan kehidupan mereka selanjutnya. Mereka harus tunduk oleh nasib yang semestinya bisa diupayakan oleh pemerintah yang punya amanah dan kuasa untuk memajukan pendidikan. Hal yang menarik dari cerita ini adalah hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain harmonis dan dapat menimbulkan rasa penasaran pembaca karena dalam penceritaan isi novel tidak berbelit-belit, kita dapat mengetahui perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit. Selain itu, novel ini juga memiliki kelemahan dari segi penggunaan nama-nama ilmiah dalam cerita-ceritanya. Hal ini membuat pembaca kurang nyaman dalam membaca, apalagi glosarium terletak di bagian akhir. Meskipun demikian, novel ini tetap memikat dan penuh dengan motivasi. Novel ini dapat menjadi motivasi bagi siapa saja, khususnya para pelajar karena novel ini mengisahkan perjuangan yang begitu berat yang dialami oleh para tokohnya untu k bersekolah dan menuntut ilmu agar menjadi orang besar dan berguna nantinya. Keterbatasan yang ada bukan membuat mereka putus asa, tetapi membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik. (Sumber: zul10ilham.blogspot.com, dengan pengubahan) Manakah teks yang memaparkan sinopsis?

3

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Bacalah kedua teks di bawah ini dengan cermat! Teks 1 Hubungan Sosial Novel 'Laskar Pelangi' dan Kehidupan Nyata Banyak pembaca novel yang biasanya mempertanyakan antara hubungan cerita yang dikisahkan dalam novel dengan kehidupan nyata pengarangnya, seperti halnya hubungan sosial novel Laskar Pelangi dan kehidupan nyata yang terdapat di dalamnya dengan kehidupan sang pengarang, Andrea Hirata. Hubungan sosial sebuah karya sastra tentu akan sangat berkaitan erat dengan kenyataan sosial pengarangnya. Hal ini disebabkan oleh sifat karya sastra yang mimetik, yaitu menyerupai atau bahkan cerminan dari kehidupan nyata manusia, baik itu pengarang maupun lingkungan sosial yang tertangkap oleh pengarang itu sendiri. Berdasarkan beberapa informasi yang didapat, cerita dalam novel tersebut memang merupakan representasi dari kehidupan nyata sang pengarang sehingga tidak heran jika ia bisa secara jelas dan detail memaparkan naskahnya secara deskriptif dan inspiratif. Namun, jika Anda tidak pernah mengalami hal tersebut sebelumnya, bukan berarti Anda tidak memiliki kemampuan dan motivasi yang sama untuk memperjuangkan cita-cita yang ingin Anda raih. Bahkan Anda bisa lebih hebat dari anak-anak yang terdapat di dalam kisah tersebut. Motivasi yang dimunculkan dalam kisah tersebut tentu bukan hanya untuk siswa yang tidak mendapatkan fasilitas belajar yang tidak memadai, tapi juga untuk seluruh anak yang memiliki kemauan untuk bekerja keras menghadapi tantangan dan rintangan demi mencapai masa depan yang cerah. (Disarikan dari: www.bimbingan.org) Teks 2 Perjuangan Anak lanah Belitung Judul : Laskar Pelangi Penulis : Andrea Hirata Penerbit : Bentang Pustaka Tahun terbit : Cetakan ke-2 September 2011 Halaman : 534 halaman Novel ini karya pertama Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka, cetakan pertamanya dicetak pada tahun 2005 di Yogyakarta. Novel setebal 534 halaman ini sempat mengalami penambahan halaman dari 529 menjadi 534 halaman, dan novel Laskar Pelangi ini sering digunakan untuk bahan pidato pengukuhan guru besar, tesis, desertasi, hadiah ulang tahun, bahkan menjadi mas kawin mendampingi Al-qur'an. Tidak heran jika novel tersebut dapat mencapai mega best seller di Indonesia dan bahkan mencapai best seller di Malaysia. Hal itu termasuk sangat luar biasa, karena ditulis dari seorang yang tidak berasal dari lingkungan sastra ditambah lagi novel tersebut sama sekali tidak sejalan dengan trend pasar yang ada pada saat itu. Novel ini bercerita tentang semangat juang dari 11 anak kampung Belitung untuk mengubah nasib mereka melalui sekolah. Sebagian besar orang tua mereka lebih senang melihat anak-anaknya bekerja membantu orang tua dari pada belajar di sekolah. Suramnya pendidikan di desa itu tergambar jelas ketika SD Muhammadiyah terancam tutup jika murid baru sekolah itu tidak mencapai 10 orang, namun kesebelas anak itulah yang telah menyelamatkan masa depan pendidikan di desa itu yang hampir redup karena faktor ekonomi rakyatnya. Anak-anak Laskar Pelangi itu hidup dalam kebahagiaan masa kecil dan menyimpan mimpi masing-masing untuk masa mendatang. Namun, duabelas tahun kemudian, Ikal menyaksikan perubahan nasib teman-temannya yang sungguh di luar dugaan. Anak-anak Laskar Pelangi itu punya cita-cita setinggi langit, namun nasib jualah yang menentukan kehidupan mereka selanjutnya. Mereka harus tunduk oleh nasib yang semestinya bisa diupayakan oleh pemerintah yang punya amanah dan kuasa untuk memajukan pendidikan. Hal yang menarik dari cerita ini adalah hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain harmonis dan dapat menimbulkan rasa penasaran pembaca karena dalam penceritaan isi novel tidak berbelit-belit, kita dapat mengetahui perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit. Selain itu, novel ini juga memiliki kelemahan dari segi penggunaan nama-nama ilmiah dalam cerita-ceritanya. Hal ini membuat pembaca kurang nyaman dalam membaca, apalagi glosarium terletak di bagian akhir. Meskipun demikian, novel ini tetap memikat dan penuh dengan motivasi. Novel ini dapat menjadi motivasi bagi siapa saja, khususnya para pelajar karena novel ini mengisahkan perjuangan yang begitu berat yang dialami oleh para tokohnya untu k bersekolah dan menuntut ilmu agar menjadi orang besar dan berguna nantinya. Keterbatasan yang ada bukan membuat mereka putus asa, tetapi membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik. (Sumber: zul10ilham.blogspot.com, dengan pengubahan) Berdasarkan isi, manakah dari kedua teks di atas yang termasuk teks eksposisi?

1

5.0

Jawaban terverifikasi