Celine K

30 Maret 2022 06:28

Iklan

Celine K

30 Maret 2022 06:28

Pertanyaan

Apakah perbedaan penyelesaian konflik pemerintah dengan DII/TII di Jawa Barat dan DII/TII di Aceh?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

11

:

10

:

02

Klaim

6

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Bella

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang

16 Agustus 2022 15:01

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang tepat terkait perbedaan penyelesaian konflik pemerintah dengan DI / TII Dijawa barat dengan DI / TII Aceh adalah : 1. Pemberontakan DI / TII di Jawa Barat diselesaikan dengan operasi militer untuk menangkap Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo. 2. Pemberontakan DI / TII di Aceh diselesaikan dengan cara diplomasi, melalui Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh. Pembahasan: 1. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat Pemberontakan DI/TII di daerah Jawa Barat terjadi pada tahun 1948 yang dipimpin oleh Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, yang menyatakan memikirkan negara islam Indonesia (NII). Tujuan utama berdirinya pemberontakan ini adalah menuntut atas penolakan perjanjian Renville yang menyerah kekuasaan Jawa Barat kepada Belanda di tanggal 17 Januari 1948. Pemerintah melakukan negosiasi dengan cara diplomatis terhadap pihak DI/TII tetapi selalu gagal. Negosiasi diplomatis mulai dari membentuk sebuah panitia yang beranggotakan Zainul Arifin (kementerian Agama), Makmun Sumadipraja (Kementerian Dalam Negeri), dan kolonel Sadikin (Kementerian Pertahanan), hingga mengirimkan surat ke Kartosuwiryo untuk berunding melalui Mohammad Natsir Natsir (mantan perdana menteri dan pemimpin Masyumi). Karena banyak kegagalan dengan cara diplomatis, hal ini membuat pemerintah mengambil tindakan tegas dengan menggunakan gerakan militer berupa operasi pagar betis. Pasukan pagar betis adalah TNI yang berperan mengepung wilayah yang menjadi basis kekuatan DI/TII dan melakukan pembatasan gerak anggota DI/TII. Pemberontakan berakhir setelah Kartosuwiryo berhasil di tangkap di kawasan Gunung Geber pada 4 Juni 1962, sehingga dinyatakan pula bahwa DI/TII Jawa Barat berakhir. 2. Pemberontakan DI/TII di Aceh Aceh melakukan pemberontakan DI/TII Aceh ketika Daud Beureueh mengungkapkan untuk memberikan dukungan kepada DI/TII. Hal ini terjadi karena Daud Beureueh dan masyarakat Aceh kecewa akan dihapuskannya provinsi Aceh oleh pemerintah. Pemerintah melakukan musyawarah kerukunan rakyat Aceh agar pemberontakan dapat berakhir dengan cara diplomasi. Akhirnya Daud Beureueh bersedia meletakkan senjata dan berdamai setelah provinsi Aceh kembali didirikan pada 1959. Hasil diplomasi ini adalah menyerahnya Daud Beureueh dan dikembalikannya Aceh sebagai provinsi dengan status Daerah Istimewa. Jadi, perbedaan penyelesaian konflik pemerintah dengan DI / TII Dijawa barat dengan DI / TII Aceh adalah : 1. Pemberontakan DI / TII di Jawa Barat diselesaikan dengan operasi militer untuk menangkap Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo. 2. Pemberontakan DI / TII di Aceh diselesaikan dengan cara diplomasi, melalui Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

31

5.0

Jawaban terverifikasi