Ummu S

31 Maret 2020 07:53

Iklan

Ummu S

31 Maret 2020 07:53

Pertanyaan

Apa yg membedakan kepemimpinan Raden mas rangsang (Sultan agung) dgn Sultan Ageng Tirtayasa

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

17

:

22

:

15

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Fauzia

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

05 Januari 2022 08:59

Jawaban terverifikasi

Hai Ummu S, kakak bantu jawab ya. Sultan Agung merupakan sultan dari Kerajaan Mataram Islam, masa kepemimpinannya dikenal sangat gigih dalam mengusir VOC dar tanah Jawa lewat siasat perangnya. Sedangkan Sultan Ageng Tirtayasa merupakan sultan dari Kesultanan Banten, masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa dikenal karena berani dan gigih menolak perjanjian monopoli perdagangan rempah-rempah yang merugikan rakyat Banten. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Sultan Agung Hanyokrokusumo memiliki nama kecil Raden Mas Jatmiko, beliau juga diberi nama Pangeran Rangsang yang artinya bergairah. Sultan Agung lahir di Mataran (Yogayakarta tepatnya Kota Gede) pada 14 November 1593. Sultan Agung Hanyokrokusumo merupakan sultan ke-3 yang memerintah Kesultanan Mataram Islam.Di bawah kempemimpinannya, Mataram berkembang cukup pesat dan menjadi kerajaan besar di Nusantara. Salah satu perjuangan beliau yang membekas adalah perlawanannya terhadap VOC di Batavia dan berusaha mengembangkan agama Islam di pulau Jawa. Untuk melawan VOC, Mataram giat melatih satuan-satuan angkatan perangnya dengan cara menjepit Batavia dari darat dan dari laut, serangan dilancarkan dalam waktu yang tepat dan bersamaan. Angkatan laut Mataram menyamar sebagai pedagang bahan makanan dan membawa beras, ternak, dan bahan lainnya untuk dijual ke VOC. Melakukan serangan mendadak oleh angkatan laut Mataram terhadap benteng pertahanan di tepi laut. Sedangkan serangan dalam kota dilakukan oleh angkatan darat disebelah selatan.Dengan siasat tersebut, Belanda tidak bisa bergerak bila VOC lari ke arah timur dan akan terbenam ke dalam rawa-rawa. Jika lari ke arah barat akan jatuh ke pangeran Jayakarta dan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten lahir di Kesultanan Banten, pada tahun 1631 yang merupakan sultan Banten ke-6. Ia naik takhta pada usia 20 tahun menggantikan kakeknya, Sultan Abdul Mafakhir yang wafat pada tanggal 10 Maret 1651. Sultan Ageng Tirtayasa berkuasa di Kesultanan Banten pada periode 1651–1683. Dia memimpin banyak perlawanan terhadap Belanda. Pada masa itu, VOC menerapkan perjanjian monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten. Kemudian Tirtayasa menolak perjanjian ini dan menjadikan Banten sebagai pelabuhan terbuka. Sultan Ageng Tirtayasa ingin mewujudkan Banten sebagai kerajaan Islam terbesar di Indonesia. Di bidang ekonomi, Tirtayasa berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan membuka sawah-sawah baru dan mengembangkan irigasi. Di bidang keagamaan, ia mengangkat Syekh Yusuf sebagai mufti kerajaan dan penasehat sultan. Ketika terjadi sengketa antara kedua putranya, Sultan Haji dan Pangeran Purbaya, Belanda ikut campur dengan cara bersekutu dengan Sultan Haji untuk menyingkirkan Sultan Ageng Tirtayasa. Saat Tirtayasa mengepung pasukan Sultan Haji di Sorosowan (Banten), Belanda membantu Sultan Haji dengan mengirim pasukan yang dipimpin oleh Kapten Tack dan Saint-Martin. "Semoga membantu yaa"


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

sumber sejarah kerajaan pasai

1

0.0

Jawaban terverifikasi