Muhammad N

27 November 2024 15:52

Iklan

Muhammad N

27 November 2024 15:52

Pertanyaan

Apa saja kewajiban produsen dalam melindungi konsumen? Jelaskan dampak yang mungkin terjadi jika produsen mengabaikan kewajiban ini!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

02

:

40

:

53

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Sumber W

Community

27 November 2024 16:25

Jawaban terverifikasi

<p>&nbsp;Kewajiban produsen dalam melindungi konsumen, antara lain:</p><ul><li>Menerima pengembalian barang dan mengembalikan harga pembelian</li><li>Mengembalikan sebagian harga barang karena barang tetap menjadi milik pembeli</li><li>Memberikan garansi kepada konsumen, yaitu ganti rugi jika produk tidak bisa berfungsi sebagaimana yang diharapkan</li></ul><p>&nbsp;</p><p>Jika produsen mengabaikan kewajiban-kewajiban tersebut, maka konsumen yang merasa dirugikan dapat mengajukan gugatan. Gugatan dapat dilakukan melalui pengadilan atau luar pengadilan.</p><p>&nbsp;</p><p>Hukum perlindungan konsumen penting bagi kedua pihak, yaitu penjual dan pembeli. Hukum ini dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah kerugian pembeli.</p><p>&nbsp;</p><p>Pemerintah juga berperan dalam melindungi konsumen, misalnya dengan:&nbsp;</p><ul><li>Meningkatkan standardisasi,&nbsp;</li><li>Memberdayakan konsumen,&nbsp;</li><li>Mengawasi barang dan/atau jasa yang beredar,&nbsp;</li><li>Mengendalikan mutu barang dan/atau jasa.</li></ul>

 Kewajiban produsen dalam melindungi konsumen, antara lain:

  • Menerima pengembalian barang dan mengembalikan harga pembelian
  • Mengembalikan sebagian harga barang karena barang tetap menjadi milik pembeli
  • Memberikan garansi kepada konsumen, yaitu ganti rugi jika produk tidak bisa berfungsi sebagaimana yang diharapkan

 

Jika produsen mengabaikan kewajiban-kewajiban tersebut, maka konsumen yang merasa dirugikan dapat mengajukan gugatan. Gugatan dapat dilakukan melalui pengadilan atau luar pengadilan.

 

Hukum perlindungan konsumen penting bagi kedua pihak, yaitu penjual dan pembeli. Hukum ini dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah kerugian pembeli.

 

Pemerintah juga berperan dalam melindungi konsumen, misalnya dengan: 

  • Meningkatkan standardisasi, 
  • Memberdayakan konsumen, 
  • Mengawasi barang dan/atau jasa yang beredar, 
  • Mengendalikan mutu barang dan/atau jasa.

Iklan

Rendi R

Community

30 November 2024 12:18

Jawaban terverifikasi

<p>Produsen memiliki beberapa kewajiban penting dalam melindungi konsumen, yang bertujuan untuk memastikan hak-hak konsumen terlindungi, produk yang dijual aman dan berkualitas, serta informasi yang jelas dan akurat. Berikut adalah kewajiban produsen dalam melindungi konsumen:</p><p>1. <strong>Menjamin Keamanan Produk</strong></p><ul><li>Produsen wajib memastikan bahwa produk yang diproduksi aman untuk digunakan konsumen dan tidak menimbulkan bahaya kesehatan atau keselamatan.</li><li><strong>Contoh:</strong> Produk makanan harus memenuhi standar kesehatan dan bebas dari bahan berbahaya.</li></ul><p>2. <strong>Memberikan Informasi yang Jelas dan Benar</strong></p><ul><li>Produsen harus memberikan informasi yang lengkap, jelas, dan akurat mengenai produk yang dijual, termasuk bahan, cara penggunaan, tanggal kedaluwarsa, dan potensi risiko.</li><li><strong>Contoh:</strong> Label pada produk kosmetik yang mencantumkan bahan-bahan yang digunakan dan peringatan untuk alergi.</li></ul><p>3. <strong>Menjamin Kualitas Produk</strong></p><ul><li>Produk yang dijual harus memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan dan sesuai dengan klaim yang disampaikan oleh produsen.</li><li><strong>Contoh:</strong> Barang elektronik harus berfungsi dengan baik dan tahan lama, seperti yang dijanjikan dalam garansi.</li></ul><p>4. <strong>Memberikan Garansi atau Jaminan</strong></p><ul><li>Produsen wajib memberikan garansi atau jaminan atas produk yang dijual sebagai bentuk perlindungan bagi konsumen jika produk mengalami kerusakan atau cacat.</li><li><strong>Contoh:</strong> Jaminan 1 tahun untuk peralatan rumah tangga.</li></ul><p>5. <strong>Menyediakan Layanan Pelanggan yang Responsif</strong></p><ul><li>Produsen harus menyediakan saluran komunikasi yang mudah diakses bagi konsumen yang memiliki pertanyaan atau keluhan mengenai produk.</li><li><strong>Contoh:</strong> Nomor layanan pelanggan yang dapat dihubungi jika ada masalah dengan produk.</li></ul><p>6. <strong>Menghormati Hak Konsumen untuk Mengembalikan Barang</strong></p><ul><li>Konsumen berhak untuk mengembalikan atau menukar barang yang rusak atau tidak sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan oleh produsen.</li><li><strong>Contoh:</strong> Mengizinkan konsumen untuk mengembalikan barang dalam waktu tertentu jika barang tersebut cacat.</li></ul><p>Dampak Jika Produsen Mengabaikan Kewajiban Ini</p><p>Jika produsen mengabaikan kewajiban-kewajiban tersebut, beberapa dampak negatif bisa terjadi, baik untuk produsen itu sendiri maupun bagi konsumen, antara lain:</p><p><strong>Kerusakan Reputasi dan Kepercayaan Konsumen</strong></p><ul><li>Produsen yang tidak memenuhi kewajiban terhadap konsumen akan kehilangan kepercayaan dan reputasi yang baik. Konsumen yang merasa dirugikan kemungkinan besar akan beralih ke produsen lain.</li><li><strong>Dampak:</strong> Penurunan penjualan dan kehilangan pelanggan setia.</li></ul><p><strong>Tuntutan Hukum dan Denda</strong></p><ul><li>Pengabaian kewajiban dapat mengarah pada pelanggaran hukum, yang dapat berujung pada tuntutan hukum dari konsumen atau badan pengawas.</li><li><strong>Dampak:</strong> Denda yang besar, biaya hukum, dan bahkan penutupan usaha jika terbukti melanggar hak konsumen.</li></ul><p><strong>Bahaya Kesehatan dan Keselamatan Konsumen</strong></p><ul><li>Jika produsen tidak memastikan keamanan produk, konsumen dapat terpapar risiko kesehatan atau keselamatan, seperti keracunan makanan atau kecelakaan akibat produk cacat.</li><li><strong>Dampak:</strong> Kecelakaan atau kerugian fisik yang serius pada konsumen, serta kerugian jangka panjang bagi produsen karena reputasi yang rusak.</li></ul><p><strong>Penurunan Kepuasan Konsumen</strong></p><ul><li>Konsumen yang merasa tidak puas dengan produk atau layanan akan cenderung menghindari merek tersebut dan bahkan membagikan pengalaman buruk mereka ke orang lain.</li><li><strong>Dampak:</strong> Dampak jangka panjang terhadap citra merek dan kesulitan dalam menarik pelanggan baru.</li></ul><p><strong>Pengembalian Produk dan Kerugian Finansial</strong></p><ul><li>Jika produk yang dijual tidak sesuai dengan deskripsi atau kualitas yang dijanjikan, konsumen dapat mengembalikan barang tersebut, yang menyebabkan kerugian finansial bagi produsen.</li><li><strong>Dampak:</strong> Kerugian finansial yang tidak terduga akibat pengembalian barang yang tidak sesuai.</li></ul><p>Kesimpulan</p><p>Produsen memiliki kewajiban untuk menjaga keselamatan, kualitas, dan hak konsumen. Jika kewajiban ini diabaikan, dampak yang dapat terjadi termasuk penurunan reputasi, tuntutan hukum, bahaya bagi konsumen, dan kerugian finansial yang signifikan bagi produsen. Oleh karena itu, penting bagi produsen untuk selalu mematuhi aturan dan memberikan perlindungan yang tepat bagi konsumen.</p>

Produsen memiliki beberapa kewajiban penting dalam melindungi konsumen, yang bertujuan untuk memastikan hak-hak konsumen terlindungi, produk yang dijual aman dan berkualitas, serta informasi yang jelas dan akurat. Berikut adalah kewajiban produsen dalam melindungi konsumen:

1. Menjamin Keamanan Produk

  • Produsen wajib memastikan bahwa produk yang diproduksi aman untuk digunakan konsumen dan tidak menimbulkan bahaya kesehatan atau keselamatan.
  • Contoh: Produk makanan harus memenuhi standar kesehatan dan bebas dari bahan berbahaya.

2. Memberikan Informasi yang Jelas dan Benar

  • Produsen harus memberikan informasi yang lengkap, jelas, dan akurat mengenai produk yang dijual, termasuk bahan, cara penggunaan, tanggal kedaluwarsa, dan potensi risiko.
  • Contoh: Label pada produk kosmetik yang mencantumkan bahan-bahan yang digunakan dan peringatan untuk alergi.

3. Menjamin Kualitas Produk

  • Produk yang dijual harus memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan dan sesuai dengan klaim yang disampaikan oleh produsen.
  • Contoh: Barang elektronik harus berfungsi dengan baik dan tahan lama, seperti yang dijanjikan dalam garansi.

4. Memberikan Garansi atau Jaminan

  • Produsen wajib memberikan garansi atau jaminan atas produk yang dijual sebagai bentuk perlindungan bagi konsumen jika produk mengalami kerusakan atau cacat.
  • Contoh: Jaminan 1 tahun untuk peralatan rumah tangga.

5. Menyediakan Layanan Pelanggan yang Responsif

  • Produsen harus menyediakan saluran komunikasi yang mudah diakses bagi konsumen yang memiliki pertanyaan atau keluhan mengenai produk.
  • Contoh: Nomor layanan pelanggan yang dapat dihubungi jika ada masalah dengan produk.

6. Menghormati Hak Konsumen untuk Mengembalikan Barang

  • Konsumen berhak untuk mengembalikan atau menukar barang yang rusak atau tidak sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan oleh produsen.
  • Contoh: Mengizinkan konsumen untuk mengembalikan barang dalam waktu tertentu jika barang tersebut cacat.

Dampak Jika Produsen Mengabaikan Kewajiban Ini

Jika produsen mengabaikan kewajiban-kewajiban tersebut, beberapa dampak negatif bisa terjadi, baik untuk produsen itu sendiri maupun bagi konsumen, antara lain:

Kerusakan Reputasi dan Kepercayaan Konsumen

  • Produsen yang tidak memenuhi kewajiban terhadap konsumen akan kehilangan kepercayaan dan reputasi yang baik. Konsumen yang merasa dirugikan kemungkinan besar akan beralih ke produsen lain.
  • Dampak: Penurunan penjualan dan kehilangan pelanggan setia.

Tuntutan Hukum dan Denda

  • Pengabaian kewajiban dapat mengarah pada pelanggaran hukum, yang dapat berujung pada tuntutan hukum dari konsumen atau badan pengawas.
  • Dampak: Denda yang besar, biaya hukum, dan bahkan penutupan usaha jika terbukti melanggar hak konsumen.

Bahaya Kesehatan dan Keselamatan Konsumen

  • Jika produsen tidak memastikan keamanan produk, konsumen dapat terpapar risiko kesehatan atau keselamatan, seperti keracunan makanan atau kecelakaan akibat produk cacat.
  • Dampak: Kecelakaan atau kerugian fisik yang serius pada konsumen, serta kerugian jangka panjang bagi produsen karena reputasi yang rusak.

Penurunan Kepuasan Konsumen

  • Konsumen yang merasa tidak puas dengan produk atau layanan akan cenderung menghindari merek tersebut dan bahkan membagikan pengalaman buruk mereka ke orang lain.
  • Dampak: Dampak jangka panjang terhadap citra merek dan kesulitan dalam menarik pelanggan baru.

Pengembalian Produk dan Kerugian Finansial

  • Jika produk yang dijual tidak sesuai dengan deskripsi atau kualitas yang dijanjikan, konsumen dapat mengembalikan barang tersebut, yang menyebabkan kerugian finansial bagi produsen.
  • Dampak: Kerugian finansial yang tidak terduga akibat pengembalian barang yang tidak sesuai.

Kesimpulan

Produsen memiliki kewajiban untuk menjaga keselamatan, kualitas, dan hak konsumen. Jika kewajiban ini diabaikan, dampak yang dapat terjadi termasuk penurunan reputasi, tuntutan hukum, bahaya bagi konsumen, dan kerugian finansial yang signifikan bagi produsen. Oleh karena itu, penting bagi produsen untuk selalu mematuhi aturan dan memberikan perlindungan yang tepat bagi konsumen.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Selegram merupakan salah satu profesi yang berkaitan erat dengan media sosial . Profesi ini sering kali menunjukkan gaya hidup di media sosial untuk membangun citra positif pada dirinya. Akan tetapi, profesi ini rentan sekali mendapat ujaran kebencian dari orang yang tidak dikenal di media sosial. Bentuk pelanggaran hak warga negara yang terjadi pada ilustrasi tersebut adalah ... Question 41Answer a. intoleransi beragama b. cyberbulling c. diskriminasi d. persekusi e. genosida

5

0.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

8

0.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

6

5.0

Jawaban terverifikasi