Chareeze J

14 November 2021 08:03

Iklan

Chareeze J

14 November 2021 08:03

Pertanyaan

apa pendapatmu tentang lahirnya supersemar dan bagaimana hubungan antara supersemar dengan stabilitas politik dan keamanan pasca g 30 s/pki? jelaskan !

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

22

:

34

:

38

Klaim

5

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kamelia S

14 November 2021 08:07

Jawaban terverifikasi

lahirnya Supersemar atau surat perintah sebelas Maret adalah penyerahan mandat kekuasaan dari presiden Soekarno kepada Letjen Soeharto pada 11 Maret 1966 penyerahan mandat kekuasaan ini dilatarbelakangi gejolak di dalam negeri setelah peristiwa G30S PKI pada 1 Oktober 1965 hubungan antara Supersemar dengan stabilitas politik dan keamanan pasca G30S PKI yaitu Proses peralihan kekuasaan politik dari Presiden Soekarno ke Presiden Soeharto dimulai sejak setelah terjadinya Gerakan 30 September 1965 yang disinyalir dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) atau G-30S/PKI. Setelah peristiwa tersebut, Presiden Soekarno dianggap tidak tegas karena tidak langsung membubarkan PKI. Hal ini memicu unjuk rasa yang menuntut Tiga Tuntutan Rakyat atau Tritura yang berisi (1) pembubaran PKI beserta ormas-ormasnya; (2) perombakan kabinet Dwikora; dan (3) turunkan harga pangan. Untuk meredakan amarah rakyat, maka Presiden Soekarno mengeluarkan sebuah surat perintah pada tanggal 11 Maret 1966 atau Supersemar yang berisi pemberian instruksi kepada Pangkopkamtib (Panglima Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban) Soeharto untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam mengamankan situasi negara yang sedang rentan pada saat itu. Dengan surat perintah ini, Soeharto membubarkan PKI dan banyak partisipannya yang ditangkap. Selain itu, seiring dengan surat perintah tersebut disahkan oleh MPRS dalam TAP MPRS No. IX/1966, Presiden Soekarno tidak bisa mencabut Supersemar kembali. Gelar Soekarno sebagai presiden seumur hidup yang dikeluarkan MPRS pada tahun 1963 dicopot. Pada tanggal 5 Juli 1966, MPRS memberikan wewenang kepada Soeharto untuk membentuk kabinet baru. Kekuasaan Soeharto semakin menanjak kala ditetapkan sebagai pejabat presiden pada 12 Maret 1967 setelah pertanggungjawaban Presiden Soekarno ditolak oleh MPRS. Soeharto pun menjadi presiden sesuai hasil Sidang Umum MPRS (TAP MPRS No. XLIV/MPRS/1968) pada 27 Maret 1968. Jadi, peralihan kekuasaan politik dari Soekarno ke Soeharto diawali dengan Supersemar yang memberikan kekuasaan bagi Soeharto dalam menertibkan situasi negara yang sedang rentan pasca G-30S/PKI dengan membubarkan PKI dan menangkap para partisipannya. Supersemar disahkan dalam TAP MPRS No. IX/1966 dan gelar Soekarno sebagai presiden seumur hidup dicabut. Pada tanggal 5 Juli 1966, MPRS memberikan wewenang kepada Soeharto untuk membentuk kabinet baru. Soeharto ditetapkan sebagai pejabat presiden pada 12 Maret 1967 setelah pertanggungjawaban Presiden Soekarno ditolak oleh MPRS. Soeharto berhasil menjadi presiden sesuai hasil Sidang Umum MPRS (TAP MPRS No. XLIV/MPRS/1968) pada 27 Maret 1968.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi