Astria M

05 September 2023 02:48

Iklan

Astria M

05 September 2023 02:48

Pertanyaan

apa itu perbedaan bahasa fleksi dan aglunatif berikan contoh dari keduanya?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

07

:

04

:

12

Klaim

1

1


Iklan

Rendi R

Community

05 September 2024 03:52

Bahasa fleksi dan agglutinatif adalah dua jenis sistem morfologis yang berbeda dalam cara mereka membentuk kata dan menunjukkan hubungan gramatikal. Berikut adalah penjelasan tentang perbedaan antara bahasa fleksi dan agglutinatif, serta contoh dari masing-masing: Bahasa Fleksi Definisi: Bahasa fleksi (atau bahasa fusional) adalah bahasa yang menggunakan afiks (imbuhan) yang bisa mengekspresikan beberapa makna atau fungsi gramatikal sekaligus. Dalam bahasa fleksi, satu afiks bisa menggabungkan informasi tentang tense (waktu), aspek, modus, nomor, kasus, dan gender dalam satu bentuk. Ciri-Ciri: Satu afiks sering kali menyampaikan beberapa informasi gramatikal sekaligus. Perubahan bentuk kata sering kali melibatkan perubahan internal pada kata itu sendiri (seperti perubahan vokal). Contoh Bahasa Fleksi: Latin: Kata "amare" (mencintai) dalam bahasa Latin dapat mengalami perubahan untuk menunjukkan berbagai informasi gramatikal. Contoh: "amavi" (saya telah mencintai), di mana "-avi" adalah afiks flektif yang menunjukkan tense (masa lalu/perfect tense). Spanyol: Dalam bahasa Spanyol, kata kerja seperti "hablar" (berbicara) mengalami perubahan morfologis yang menunjukkan waktu, orang, dan jumlah. Contoh: "hablo" (saya berbicara), "hablaba" (saya berbicara di masa lalu), di mana "-o" dan "-aba" adalah afiks yang menunjukkan bentuk tense dan subjek. Bahasa Agglutinatif Definisi: Bahasa agglutinatif adalah bahasa di mana afiks ditambahkan secara berurutan ke dasar kata, dan setiap afiks memiliki satu fungsi gramatikal yang spesifik. Kata dapat memiliki banyak afiks yang masing-masing menunjukkan satu makna atau fungsi gramatikal tertentu. Ciri-Ciri: Setiap afiks memiliki satu makna gramatikal spesifik. Proses penggabungan afiks adalah linear dan tidak mengubah bentuk dasar kata. Contoh Bahasa Agglutinatif: Jepang: Dalam bahasa Jepang, afiks ditambahkan ke dasar kata untuk menunjukkan berbagai fungsi gramatikal. Contoh: Kata "食べる" (taberu, makan) dapat diubah menjadi "食べます" (tabemasu, bentuk sopan dari makan) atau "食べなかった" (tabenakatta, tidak makan), di mana "-ます" dan "-なかった" masing-masing menunjukkan tingkat kesopanan dan negatifitas. Turki: Dalam bahasa Turki, kata "ev" (rumah) dapat diubah dengan menambahkan berbagai afiks untuk menunjukkan kasus, nomor, dan hubungan gramatikal. Contoh: "evler" (rumah-rumah, bentuk jamak) dan "evde" (di rumah, bentuk kasus lokasi), di mana "-ler" adalah afiks jamak dan "-de" adalah afiks kasus lokasi. Ringkasan: Bahasa Fleksi: Menggunakan afiks yang menggabungkan beberapa makna gramatikal dalam satu bentuk. Contoh: Latin ("amavi"), Spanyol ("hablo"). Bahasa Agglutinatif: Menggunakan afiks yang masing-masing menyampaikan makna gramatikal spesifik, dan afiks- afiks tersebut ditambahkan secara berurutan. Contoh: Jepang ("食べます" - tabemasu), Turki ("evler"). Perbedaan utama adalah bagaimana morfologi kata dikonstruksi dan berfungsi dalam bahasa-bahasa tersebut.


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Ciri ciri vertebrata yang hanya dimiliki oleh Aves adalah

36

4.8

Jawaban terverifikasi