Najwa A

06 Agustus 2024 08:13

Iklan

Najwa A

06 Agustus 2024 08:13

Pertanyaan

apa dampak dari tantangan kelembagaan politik dalam penerapan nilai nilai pancasila

apa dampak dari tantangan kelembagaan politik dalam penerapan nilai nilai pancasila

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

18

:

49

:

21

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

09 Agustus 2024 02:51

Jawaban terverifikasi

Tantangan kelembagaan politik dalam penerapan nilai-nilai Pancasila dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap stabilitas dan keberlangsungan negara Indonesia. Salah satu dampaknya adalah terkait dengan konsistensi implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan dan tindakan pemerintah. Jika kelembagaan politik mengalami tantangan, maka kemungkinan terjadinya pergeseran atau distorsi dalam penerapan nilai-nilai Pancasila juga akan meningkat. Selain itu, tantangan kelembagaan politik juga dapat mempengaruhi legitimasi pemerintah dan kepercayaan masyarakat terhadap negara. Jika kelembagaan politik tidak mampu menjaga integritas dan kredibilitasnya dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila, maka hal ini dapat merusak hubungan antara pemerintah dan rakyat. Dengan demikian, penting bagi kelembagaan politik untuk dapat mengatasi tantangan yang dihadapi dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila agar dapat memastikan keberlangsungan negara yang berdasarkan falsafah Pancasila.


Iklan

Rendi R

Community

27 September 2024 14:04

Jawaban terverifikasi

<p>Dampak dari tantangan kelembagaan politik dalam penerapan nilai-nilai Pancasila sangat beragam, terutama dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Tantangan kelembagaan politik yang gagal menerapkan nilai-nilai Pancasila bisa mengakibatkan beberapa dampak negatif, di antaranya:</p><p>1. <strong>Meningkatnya Ketidakadilan Sosial</strong></p><ul><li><strong>Kesenjangan Ekonomi</strong>: Salah satu dampak utama adalah meningkatnya kesenjangan ekonomi dan ketidakadilan sosial di masyarakat. Ketika lembaga politik tidak menerapkan prinsip keadilan sosial (sila kelima Pancasila), kebijakan yang diambil cenderung menguntungkan kelompok tertentu dan memperburuk ketimpangan, sehingga akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan tidak merata.</li><li><strong>Diskriminasi Sosial</strong>: Gagalnya penerapan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab (sila kedua Pancasila) dapat menyebabkan diskriminasi sosial, baik dalam hal etnis, agama, maupun status ekonomi, yang akhirnya merusak keharmonisan masyarakat.</li></ul><p>2. <strong>Korupsi yang Merajalela</strong></p><ul><li><strong>Korupsi Sistemik</strong>: Ketika prinsip-prinsip moral yang terkandung dalam Pancasila tidak diterapkan, terutama dalam hal transparansi dan akuntabilitas, korupsi dapat menjadi masalah sistemik dalam lembaga politik. Hal ini memperlemah integritas lembaga negara dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.</li><li><strong>Penyalahgunaan Kekuasaan</strong>: Korupsi dan nepotisme dalam lembaga politik mengabaikan prinsip kedaulatan rakyat (sila keempat Pancasila), di mana kekuasaan yang semestinya dijalankan demi kepentingan umum justru disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.</li></ul><p>3. <strong>Pelemahan Demokrasi</strong></p><ul><li><strong>Praktik Politik Uang</strong>: Tantangan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila sering kali terlihat dalam praktik politik uang yang mencederai proses demokrasi. Politik uang ini bertentangan dengan prinsip musyawarah dan kedaulatan rakyat yang adil.</li><li><strong>Minimnya Partisipasi Publik</strong>: Ketika kebijakan politik tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam hal musyawarah (sila keempat), partisipasi masyarakat dalam proses politik cenderung menurun. Masyarakat menjadi apatis karena merasa suaranya tidak didengarkan, yang dapat memperlemah demokrasi di Indonesia.</li></ul><p>4. <strong>Terpecahnya Persatuan dan Kesatuan</strong></p><ul><li><strong>Polarisasi Sosial</strong>: Kegagalan lembaga politik dalam mengimplementasikan nilai persatuan Indonesia (sila ketiga) dapat menyebabkan polarisasi sosial dan konflik horizontal. Jika lembaga politik cenderung berpihak pada golongan tertentu, maka persatuan nasional bisa terancam dan memicu perpecahan di masyarakat.</li><li><strong>Radikalisme dan Ekstremisme</strong>: Kurangnya penegakan nilai-nilai kebangsaan yang tercantum dalam Pancasila bisa membuka peluang bagi tumbuhnya radikalisme dan ekstremisme, yang mengancam keberagaman dan toleransi di Indonesia.</li></ul><p>5. <strong>Menurunnya Kepercayaan Publik pada Pemerintah</strong></p><ul><li><strong>Ketidakpercayaan Terhadap Lembaga Negara</strong>: Ketika lembaga politik tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Hal ini bisa menyebabkan delegitimasi institusi politik dan melemahkan tatanan pemerintahan secara keseluruhan.</li><li><strong>Meningkatnya Protes dan Ketidakpuasan Publik</strong>: Dampak lanjutannya adalah meningkatnya ketidakpuasan masyarakat yang sering diekspresikan melalui protes atau demonstrasi, yang jika tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu stabilitas sosial dan politik.</li></ul><p>6. <strong>Kerusakan Lingkungan dan Sumber Daya Alam</strong></p><ul><li><strong>Eksploitasi Sumber Daya Alam</strong>: Ketika prinsip keadilan dan kemanusiaan dalam Pancasila diabaikan, kebijakan politik yang terkait dengan pengelolaan sumber daya alam cenderung eksploitatif. Hal ini dapat merugikan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam, terutama di daerah pedesaan atau terpencil, dan merusak lingkungan dalam jangka panjang.</li></ul><p>7. <strong>Tertinggalnya Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia</strong></p><ul><li><strong>Akses Pendidikan yang Tidak Merata</strong>: Jika lembaga politik tidak berperan secara aktif dalam memastikan pendidikan yang merata dan berkualitas, dampaknya adalah semakin banyak masyarakat yang tertinggal dalam hal pengembangan keterampilan dan pengetahuan. Hal ini bertentangan dengan semangat Pancasila yang mendukung kesejahteraan seluruh rakyat.</li><li><strong>Minimnya Kesempatan Kerja</strong>: Ketimpangan dalam pendidikan dan pelatihan yang disebabkan oleh kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat akan berdampak pada sulitnya memperoleh kesempatan kerja, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu.</li></ul><p>8. <strong>Terganggunya Hubungan Luar Negeri</strong></p><ul><li><strong>Citra Buruk di Mata Internasional</strong>: Jika lembaga politik gagal menerapkan nilai-nilai Pancasila, terutama terkait dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan, maka Indonesia bisa mendapatkan citra buruk di mata dunia internasional. Misalnya, pelanggaran hak asasi manusia atau ketidakadilan dalam sistem peradilan bisa mengurangi kepercayaan internasional terhadap Indonesia.</li></ul><p>Kesimpulan</p><p>Tantangan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila oleh kelembagaan politik dapat berdampak sangat serius, mulai dari ketidakadilan sosial, peningkatan korupsi, melemahnya demokrasi, hingga perpecahan nasional. Oleh karena itu, sangat penting bagi lembaga-lembaga politik di Indonesia untuk benar-benar menerapkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Implementasi yang konsisten dari nilai-nilai tersebut akan membawa kemajuan bagi bangsa dan negara serta memastikan kesejahteraan seluruh warga negara.</p>

Dampak dari tantangan kelembagaan politik dalam penerapan nilai-nilai Pancasila sangat beragam, terutama dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Tantangan kelembagaan politik yang gagal menerapkan nilai-nilai Pancasila bisa mengakibatkan beberapa dampak negatif, di antaranya:

1. Meningkatnya Ketidakadilan Sosial

  • Kesenjangan Ekonomi: Salah satu dampak utama adalah meningkatnya kesenjangan ekonomi dan ketidakadilan sosial di masyarakat. Ketika lembaga politik tidak menerapkan prinsip keadilan sosial (sila kelima Pancasila), kebijakan yang diambil cenderung menguntungkan kelompok tertentu dan memperburuk ketimpangan, sehingga akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan tidak merata.
  • Diskriminasi Sosial: Gagalnya penerapan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab (sila kedua Pancasila) dapat menyebabkan diskriminasi sosial, baik dalam hal etnis, agama, maupun status ekonomi, yang akhirnya merusak keharmonisan masyarakat.

2. Korupsi yang Merajalela

  • Korupsi Sistemik: Ketika prinsip-prinsip moral yang terkandung dalam Pancasila tidak diterapkan, terutama dalam hal transparansi dan akuntabilitas, korupsi dapat menjadi masalah sistemik dalam lembaga politik. Hal ini memperlemah integritas lembaga negara dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
  • Penyalahgunaan Kekuasaan: Korupsi dan nepotisme dalam lembaga politik mengabaikan prinsip kedaulatan rakyat (sila keempat Pancasila), di mana kekuasaan yang semestinya dijalankan demi kepentingan umum justru disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

3. Pelemahan Demokrasi

  • Praktik Politik Uang: Tantangan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila sering kali terlihat dalam praktik politik uang yang mencederai proses demokrasi. Politik uang ini bertentangan dengan prinsip musyawarah dan kedaulatan rakyat yang adil.
  • Minimnya Partisipasi Publik: Ketika kebijakan politik tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam hal musyawarah (sila keempat), partisipasi masyarakat dalam proses politik cenderung menurun. Masyarakat menjadi apatis karena merasa suaranya tidak didengarkan, yang dapat memperlemah demokrasi di Indonesia.

4. Terpecahnya Persatuan dan Kesatuan

  • Polarisasi Sosial: Kegagalan lembaga politik dalam mengimplementasikan nilai persatuan Indonesia (sila ketiga) dapat menyebabkan polarisasi sosial dan konflik horizontal. Jika lembaga politik cenderung berpihak pada golongan tertentu, maka persatuan nasional bisa terancam dan memicu perpecahan di masyarakat.
  • Radikalisme dan Ekstremisme: Kurangnya penegakan nilai-nilai kebangsaan yang tercantum dalam Pancasila bisa membuka peluang bagi tumbuhnya radikalisme dan ekstremisme, yang mengancam keberagaman dan toleransi di Indonesia.

5. Menurunnya Kepercayaan Publik pada Pemerintah

  • Ketidakpercayaan Terhadap Lembaga Negara: Ketika lembaga politik tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Hal ini bisa menyebabkan delegitimasi institusi politik dan melemahkan tatanan pemerintahan secara keseluruhan.
  • Meningkatnya Protes dan Ketidakpuasan Publik: Dampak lanjutannya adalah meningkatnya ketidakpuasan masyarakat yang sering diekspresikan melalui protes atau demonstrasi, yang jika tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu stabilitas sosial dan politik.

6. Kerusakan Lingkungan dan Sumber Daya Alam

  • Eksploitasi Sumber Daya Alam: Ketika prinsip keadilan dan kemanusiaan dalam Pancasila diabaikan, kebijakan politik yang terkait dengan pengelolaan sumber daya alam cenderung eksploitatif. Hal ini dapat merugikan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam, terutama di daerah pedesaan atau terpencil, dan merusak lingkungan dalam jangka panjang.

7. Tertinggalnya Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia

  • Akses Pendidikan yang Tidak Merata: Jika lembaga politik tidak berperan secara aktif dalam memastikan pendidikan yang merata dan berkualitas, dampaknya adalah semakin banyak masyarakat yang tertinggal dalam hal pengembangan keterampilan dan pengetahuan. Hal ini bertentangan dengan semangat Pancasila yang mendukung kesejahteraan seluruh rakyat.
  • Minimnya Kesempatan Kerja: Ketimpangan dalam pendidikan dan pelatihan yang disebabkan oleh kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat akan berdampak pada sulitnya memperoleh kesempatan kerja, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu.

8. Terganggunya Hubungan Luar Negeri

  • Citra Buruk di Mata Internasional: Jika lembaga politik gagal menerapkan nilai-nilai Pancasila, terutama terkait dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan, maka Indonesia bisa mendapatkan citra buruk di mata dunia internasional. Misalnya, pelanggaran hak asasi manusia atau ketidakadilan dalam sistem peradilan bisa mengurangi kepercayaan internasional terhadap Indonesia.

Kesimpulan

Tantangan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila oleh kelembagaan politik dapat berdampak sangat serius, mulai dari ketidakadilan sosial, peningkatan korupsi, melemahnya demokrasi, hingga perpecahan nasional. Oleh karena itu, sangat penting bagi lembaga-lembaga politik di Indonesia untuk benar-benar menerapkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Implementasi yang konsisten dari nilai-nilai tersebut akan membawa kemajuan bagi bangsa dan negara serta memastikan kesejahteraan seluruh warga negara.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Jelaskan Dalam bentuk apa dukungan Vatikan dalam merespon berita proklamasi???

4

5.0

Jawaban terverifikasi

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

44

5.0

Jawaban terverifikasi