Salsabilla R
15 September 2022 11:04
Iklan
Salsabilla R
15 September 2022 11:04
Pertanyaan
3
1
Iklan
N. Halimah
Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI
23 September 2022 08:25
Adanya perbedaan ideologi dari setiap perwakilan partai sehingga tidak menemukan titik temu, karena masing-masing pihak lebih mementingkan partainya masing-masing.
Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut.
Pada masa Demokrasi Liberal 1950 - 1959, pemerintah Republik Indonesia menggunakan Undang-Undang Dasar 1950 (UUDS 1950) yang bersifat sementara. Upaya untuk membentuk UUD baru dilakukan dengan membentuk Badan Konstituante yang terdiri dari perwakilan partai melalui pemilu. Partai pemilu dalam badan konstituante terdiri dari berbagai parpol dengan latar belakang ideologi yang berbeda mulai dari nasionalisme, komunisme dan islamisme. Dalam perkembangannya upaya menyusun UUD baru tersebut menemui kegagalan, penyebab utamanya ialah partai-partai dalam Badan Konstituante tidak menemukan kesepakatan karena anggota Konstituante hanya mementingkan partai dan golongan masing-masing. Karena UUD baru tidak kunjung selesai, maka pada 5 Juli 1959, Presiden Sukarno mengeluarkan dekrit presiden.
Dengan demikian, penyebab kegagalan badan konstituante hasil pemilu 1955 dalam menyusun UUD baru dikarenakan adanya perbedaan ideologi dari setiap perwakilan partai sehingga tidak menemukan titik temu, karena masing-masing pihak lebih mementingkan partainya masing-masing.
Semoga membantu yaa ;)
· 5.0 (2)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!