Dwiana S

12 September 2022 12:23

Iklan

Dwiana S

12 September 2022 12:23

Pertanyaan

Alasan Portugis tidak bisa sepenuhnya menguasai perdagangan di Asia?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

19

:

33

:

32

Klaim

6

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

YUAN H

26 Desember 2023 11:10

Jawaban terverifikasi

<p>Pada abad ke-16, Portugis memulai usaha untuk menguasai perdagangan di Usia dengan mendirikan baris perdagangan dan benteng di berbagai wilayah, termasuk di Hindia, Malaka (sekarang Malaysia), dan Maluku (Kepulauan Benda). Meskipun mereka memiliki pengaruh yang signifikan dalam perdagangan Usia pada masa itu, ada beberapa alasan mengapa Portugis tidak dapat sepenuhnya menguasai perdagangan di kawasan tersebut:&nbsp;</p><p>1. Persaingan dengan Bangsa-Bangsa Eropa Lain:&nbsp;</p><p>* Spanyol: Terdapat persaingan antara Portugis dan Spanyol, terutama setelah penandatanganan Perjanjian Tordesillas pada tahun 1494 yang membagi dunia luar Eropa antara kedua negara tersebut.Meskipun perjanjian ini seharusnya memberikan hak eksklusif kepada Portugis untuk menjelajahi dan menguasai wilayah timur, Spanyol juga memiliki minat di wilayah tersebut.&nbsp;</p><p>* Belanda dan Inggris: Pada abad ke-17, Belanda dan Inggris menjadi pesaing utama Portugis di wilayah perdagangan Usia. Kedua negara ini mendirikan perusahaan dagang (seperti VOC - Vereenigde Oost-Indische Compagnie atau Perusahaan Hindia Timur Bersatu) untuk bersaing dalam perdagangan rempah- rempah dan barang-barang lainnya di Usia.&nbsp;</p><p>2. Kontrol Rute Perdagangan dan Monopoli:&nbsp;</p><p>* Portugis memiliki kontrol awal terhadap jalur perdagangan di Samudera Hindia, tetapi mereka tidak dapat sepenuhnya mengamankan rute tersebut. Persaingan dengan kekuatan maritim lainnya dan serangan bajak laut mengancam kelangsungan monopoli mereka.&nbsp;</p><p>3. Tidak mampu Menguasai Seluruh Wilayah:&nbsp;</p><p>* Wilayah Usia yang luas membuat sulit bagi Portugis untuk sepenuhnya menguasai semua wilayah perdagangan. Meskipun mereka mendirikan benteng dan pangkalan di beberapa tempat, mereka tidak dapat menguasai seluruh jalur perdagangan dan pelabuhan.&nbsp;</p><p>4. Resistensi Lokal:&nbsp;</p><p>* Di beberapa tempat, masyarakat lokal dan kerajaan-kerajaan setempat memberikan perlawanan terhadap upaya Portugis untuk menguasai wilayah mereka. Resistensi ini bisa bersifat politis, ekonomis, atau budaya.&nbsp;</p><p>5. Rempah-Rempah dan Komoditas Bernilai Tinggi:&nbsp;</p><p>* Monopoli perdagangan rempah-rempah memberikan keuntungan besar bagi Portugis, tetapi juga menarik perhatian pesaing Eropa. Selain itu, ketika Belanda dan Inggris berhasil mengakses sumber daya yang sama, monopoli Portugis berkurang.&nbsp;</p><p>Dengan faktor-faktor ini, Portugis tidak mampu mempertahankan dominasinya dalam perdagangan Usia, dan kekuasaan perdagangan di wilayah tersebut beralih tangan kepada kekuatan Eropa lainnya pada abad-abad berikutnya.</p>

Pada abad ke-16, Portugis memulai usaha untuk menguasai perdagangan di Usia dengan mendirikan baris perdagangan dan benteng di berbagai wilayah, termasuk di Hindia, Malaka (sekarang Malaysia), dan Maluku (Kepulauan Benda). Meskipun mereka memiliki pengaruh yang signifikan dalam perdagangan Usia pada masa itu, ada beberapa alasan mengapa Portugis tidak dapat sepenuhnya menguasai perdagangan di kawasan tersebut: 

1. Persaingan dengan Bangsa-Bangsa Eropa Lain: 

* Spanyol: Terdapat persaingan antara Portugis dan Spanyol, terutama setelah penandatanganan Perjanjian Tordesillas pada tahun 1494 yang membagi dunia luar Eropa antara kedua negara tersebut.Meskipun perjanjian ini seharusnya memberikan hak eksklusif kepada Portugis untuk menjelajahi dan menguasai wilayah timur, Spanyol juga memiliki minat di wilayah tersebut. 

* Belanda dan Inggris: Pada abad ke-17, Belanda dan Inggris menjadi pesaing utama Portugis di wilayah perdagangan Usia. Kedua negara ini mendirikan perusahaan dagang (seperti VOC - Vereenigde Oost-Indische Compagnie atau Perusahaan Hindia Timur Bersatu) untuk bersaing dalam perdagangan rempah- rempah dan barang-barang lainnya di Usia. 

2. Kontrol Rute Perdagangan dan Monopoli: 

* Portugis memiliki kontrol awal terhadap jalur perdagangan di Samudera Hindia, tetapi mereka tidak dapat sepenuhnya mengamankan rute tersebut. Persaingan dengan kekuatan maritim lainnya dan serangan bajak laut mengancam kelangsungan monopoli mereka. 

3. Tidak mampu Menguasai Seluruh Wilayah: 

* Wilayah Usia yang luas membuat sulit bagi Portugis untuk sepenuhnya menguasai semua wilayah perdagangan. Meskipun mereka mendirikan benteng dan pangkalan di beberapa tempat, mereka tidak dapat menguasai seluruh jalur perdagangan dan pelabuhan. 

4. Resistensi Lokal: 

* Di beberapa tempat, masyarakat lokal dan kerajaan-kerajaan setempat memberikan perlawanan terhadap upaya Portugis untuk menguasai wilayah mereka. Resistensi ini bisa bersifat politis, ekonomis, atau budaya. 

5. Rempah-Rempah dan Komoditas Bernilai Tinggi: 

* Monopoli perdagangan rempah-rempah memberikan keuntungan besar bagi Portugis, tetapi juga menarik perhatian pesaing Eropa. Selain itu, ketika Belanda dan Inggris berhasil mengakses sumber daya yang sama, monopoli Portugis berkurang. 

Dengan faktor-faktor ini, Portugis tidak mampu mempertahankan dominasinya dalam perdagangan Usia, dan kekuasaan perdagangan di wilayah tersebut beralih tangan kepada kekuatan Eropa lainnya pada abad-abad berikutnya.


Iklan

Nanda R

Community

17 Februari 2024 10:07

Jawaban terverifikasi

<p>Selama Abad Ke-16 hingga Ke-17, Portugis memegang peranan penting dalam perdagangan di Asia, terutama karena upaya mereka dalam mencari rute laut ke Asia dan mendirikan jaringan perdagangan di kawasan tersebut. Meskipun demikian, ada beberapa alasan mengapa Portugis tidak dapat sepenuhnya menguasai perdagangan di Asia:</p><p><strong>Persaingan dengan Negara Eropa Lain:</strong></p><ul><li>Negara-negara Eropa seperti Spanyol, Belanda, Inggris, dan Prancis juga aktif dalam mencari jalur perdagangan ke Asia. Persaingan ini mengakibatkan terjadinya kompetisi sengit di wilayah tersebut.</li></ul><p><strong>Kendala Geografis dan Logistik:</strong></p><ul><li>Portugis terletak di ujung Barat Eropa dan harus menempuh perjalanan yang panjang dan sulit melewati Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) untuk mencapai Asia. Hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan menimbulkan kendala logistik.</li></ul><p><strong>Perlawanan dari Penguasa Lokal:</strong></p><ul><li>Di beberapa wilayah di Asia, terutama di kepulauan Nusantara, Portugis menghadapi perlawanan sengit dari penguasa lokal dan pedagang-pedagang lokal. Hal ini menghambat upaya mereka untuk sepenuhnya menguasai perdagangan.</li></ul><p><strong>Ketidakmampuan Memahami Budaya dan Sistem Ekonomi Lokal:</strong></p><ul><li>Portugis kadang-kadang kesulitan memahami budaya dan sistem ekonomi lokal di Asia. Kegagalan untuk beradaptasi dengan cara-cara lokal kadang-kadang mengurangi efektivitas mereka dalam perdagangan.</li></ul><p><strong>Rute Baru yang Ditemukan oleh Negara Lain:</strong></p><ul><li>Setelah rute laut langsung ke Asia ditemukan oleh Vasco da Gama pada tahun 1498, negara-negara Eropa lainnya segera mencari rute alternatif. Spanyol menemukan rute baru ke Asia melalui Amerika Latin, sedangkan Belanda dan Inggris mencari rute ke Timur melalui Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. Hal ini mengurangi keunggulan Portugis.</li></ul><p><strong>Pengendalian Pusat Perdagangan oleh Bangsa Arab dan Persia:</strong></p><ul><li>Sebelum kedatangan bangsa Eropa, perdagangan di kawasan Asia telah lama dikendalikan oleh pedagang-pedagang dari dunia Islam, terutama Arab dan Persia. Mereka memiliki pengaruh yang kuat di pelabuhan-pelabuhan utama seperti Surat, Jeddah, dan Hormuz.</li></ul><p><strong>Peralihan Fokus ke Brazil:</strong></p><ul><li>Seiring berjalannya waktu, perhatian Portugis terbagi antara perdagangan di Asia dan kepentingan kolonial di Amerika Latin, terutama di Brasil. Peralihan fokus ini bisa mengurangi sumber daya dan perhatian yang diberikan kepada perdagangan di Asia.</li></ul><p><strong>Inovasi Teknologi oleh Negara-Negara Eropa Lain:</strong></p><ul><li>Negara-negara Eropa lainnya mengalami kemajuan dalam teknologi maritim dan pelayaran. Kemajuan ini memberikan keunggulan bagi negara-negara seperti Belanda dan Inggris dalam bersaing dengan Portugis di kawasan perdagangan Asia.</li></ul>

Selama Abad Ke-16 hingga Ke-17, Portugis memegang peranan penting dalam perdagangan di Asia, terutama karena upaya mereka dalam mencari rute laut ke Asia dan mendirikan jaringan perdagangan di kawasan tersebut. Meskipun demikian, ada beberapa alasan mengapa Portugis tidak dapat sepenuhnya menguasai perdagangan di Asia:

Persaingan dengan Negara Eropa Lain:

  • Negara-negara Eropa seperti Spanyol, Belanda, Inggris, dan Prancis juga aktif dalam mencari jalur perdagangan ke Asia. Persaingan ini mengakibatkan terjadinya kompetisi sengit di wilayah tersebut.

Kendala Geografis dan Logistik:

  • Portugis terletak di ujung Barat Eropa dan harus menempuh perjalanan yang panjang dan sulit melewati Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) untuk mencapai Asia. Hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan menimbulkan kendala logistik.

Perlawanan dari Penguasa Lokal:

  • Di beberapa wilayah di Asia, terutama di kepulauan Nusantara, Portugis menghadapi perlawanan sengit dari penguasa lokal dan pedagang-pedagang lokal. Hal ini menghambat upaya mereka untuk sepenuhnya menguasai perdagangan.

Ketidakmampuan Memahami Budaya dan Sistem Ekonomi Lokal:

  • Portugis kadang-kadang kesulitan memahami budaya dan sistem ekonomi lokal di Asia. Kegagalan untuk beradaptasi dengan cara-cara lokal kadang-kadang mengurangi efektivitas mereka dalam perdagangan.

Rute Baru yang Ditemukan oleh Negara Lain:

  • Setelah rute laut langsung ke Asia ditemukan oleh Vasco da Gama pada tahun 1498, negara-negara Eropa lainnya segera mencari rute alternatif. Spanyol menemukan rute baru ke Asia melalui Amerika Latin, sedangkan Belanda dan Inggris mencari rute ke Timur melalui Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. Hal ini mengurangi keunggulan Portugis.

Pengendalian Pusat Perdagangan oleh Bangsa Arab dan Persia:

  • Sebelum kedatangan bangsa Eropa, perdagangan di kawasan Asia telah lama dikendalikan oleh pedagang-pedagang dari dunia Islam, terutama Arab dan Persia. Mereka memiliki pengaruh yang kuat di pelabuhan-pelabuhan utama seperti Surat, Jeddah, dan Hormuz.

Peralihan Fokus ke Brazil:

  • Seiring berjalannya waktu, perhatian Portugis terbagi antara perdagangan di Asia dan kepentingan kolonial di Amerika Latin, terutama di Brasil. Peralihan fokus ini bisa mengurangi sumber daya dan perhatian yang diberikan kepada perdagangan di Asia.

Inovasi Teknologi oleh Negara-Negara Eropa Lain:

  • Negara-negara Eropa lainnya mengalami kemajuan dalam teknologi maritim dan pelayaran. Kemajuan ini memberikan keunggulan bagi negara-negara seperti Belanda dan Inggris dalam bersaing dengan Portugis di kawasan perdagangan Asia.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi