Kkkkkkkkkkkk K

19 April 2022 00:48

Iklan

Kkkkkkkkkkkk K

19 April 2022 00:48

Pertanyaan

Akulturasi Hindu-Buddha dengan Islam yang ada di Makam Sunan Kudus......

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

03

:

23

:

29

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Feby

19 April 2022 14:51

Jawaban terverifikasi

Halo Kkkkkkkk. Kakak bantu jawab ya😊 Jadi, akulturasi Hindu-Buddha dengan Islam terlihat di Masjid Menara Kudus yaitu menaranya berbentuk menyerupai candi atau Nale Kulkul yaitu bangunan penyimpan kentongan di Bali. Selain itu, pembagian bagian menara menjadi tiga, yaitu kaki, badan, dan puncak bangunan bercirikan Jawa-Hindu. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut: Ketika budaya Hindu-Buddha dan Islam masuk ke Nusantara, beberapa aspek kehidupan di Nusantara mengalami perubahan dan perkembangan. Pengaruh kebudayaan tersebut di Indonesia semakin menguat ketika muncul kerajaan-kerajaan. Pengaruh kebudayaan telah mengakar di semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia melalui proses akulturasi. Masjid Menara Kudus namanya merupakan salah satu peninggalan Wali Songo, yaitu Sunan Kudus. Masjid yang didirikan sekitar abad 15 atau 16 Masehi ini merupakan potret akulturasi antara Islam dan Hindu-Budha yang didalamnya terdapat pula Makam Sunan Kudus. Yang paling menonjol dari masjid ini adalah adanya menara setinggi 18 meter berbahan batu bata. Adanya menara bergaya Hindu, yang memiliki bentuk menyerupai candi atau Nale Kulkul yaitu bangunan penyimpan kentongan di Bali. Melalui karakteristik inilah, Masjid Menara Kudus mencerminkan sikap tenggang rasa atau toleransi yang sudah ada sejak dahulu. Perpaduan budaya dalam Masjid Menara Kudus terjadi karena cara penyampaian Sunan Kudus dalam mengajarkan Islam tetap menghormati masyarakat Kudus yang sudah memeluk ajaran Hindu. Penerapan budaya Hindu dalam Masjid Menara Kudus dapat dilihat dari pembagian bagian menara menjadi tiga, yaitu kaki, badan, dan puncak bangunan khas Jawa-Hindu. Selain itu, terdapat pula atap tajug bertingkat dua, penggunaan ornamen-ornamen, dan adanya candi siku yang berada di pintu masuk juga menjadi bukti akulturasi budaya. Adopsi budaya Jawa-Hindu juga terlihat pada delapan pancuran untuk wudhu, di mana diletakkan arca di atas pancuran tersebut. Semoga membantu 😊


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi