Dyandra R
05 Oktober 2023 01:04
Iklan
Dyandra R
05 Oktober 2023 01:04
Pertanyaan
Aku pulang, perasaanku tak karuan. Dan aku tak tertidur. Aku memejamkan mata. Herman ada dalam kepala. Mengapa aku tak dapat melenyapkan dia dan memandang dirinya tanpa arti? Mengapa sedih hatiku memandang dia bercanda dengan gadis lain? Aku merasa sendiri dan terpecil. Sendiri dan terlupakan. Sendiri dan tak punya arti.
Majas atay gaya bahasa apakah yang ada dalam kutipan cerpen tersebut?
4
2
Iklan
Meikarlina S

Community
06 Oktober 2023 01:01
Terdapat beberapa majas atau gaya bahasa yang muncul dalam kutipan cerpen tersebut, di antaranya adalah:
1. Personifikasi: "perasaanku tak karuan" dan "sedih hatiku memandang dia bercanda dengan gadis lain" - memberikan sifat manusia pada benda atau perasaan.
2. Metafora: "memandang dirinya tanpa arti" - memberikan arti kiasan pada suatu hal.
3. Paralelisme: "Sendiri dan terpecil. Sendiri dan terlupakan. Sendiri dan tak punya arti." - pengulangan kata atau frasa yang sama pada awal kalimat atau baris yang berbeda.
4. Repetisi: "Sendiri dan" - pengulangan kata atau frasa pada awal kalimat atau baris yang sama.
· 5.0 (3)
Iklan
Vincent M

Community
05 Oktober 2023 01:56
Dalam kutipan cerpen tersebut, terdapat beberapa majas atau gaya bahasa yang digunakan. Berikut ini beberapa di antaranya:
Personifikasi: Dalam kalimat "Mengapa aku tak dapat melenyapkan dia," "dia" (merujuk pada Herman) diperlakukan seolah-olah memiliki sifat manusia yang dapat "dilenyapkan" oleh subjek cerita. Ini adalah contoh dari personifikasi, yaitu memberikan sifat manusiawi kepada objek non-manusiawi.
Metafora: Ungkapan "hatiku memandang dia bercanda dengan gadis lain" adalah sebuah metafora. Ini menggambarkan perasaan seseorang dengan menghubungkannya dengan tindakan fisik, seperti "memandang" dalam hal ini, untuk mengungkapkan perasaan cemburu atau sakit hati.
Repetisi: Pengulangan kata "sendiri" dalam kalimat "Sendiri dan terpecil. Sendiri dan terlupakan. Sendiri dan tak punya arti" adalah bentuk repetisi. Repetisi ini digunakan untuk menguatkan perasaan kesepian dan keputusasaan yang dirasakan oleh narator.
Paralelisme: Kalimat "Sendiri dan terpecil. Sendiri dan terlupakan. Sendiri dan tak punya arti" juga merupakan contoh dari paralelisme, di mana konstruksi gramatikal yang serupa diulang untuk efek retorikal.
Semua majas ini digunakan untuk memperkuat dan menggambarkan perasaan dan pikiran narator dalam cerpen tersebut.
· 5.0 (1)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!