Cynthia C

10 Februari 2022 01:47

Iklan

Cynthia C

10 Februari 2022 01:47

Pertanyaan

adakah dampak penjajahan jepang di beberapa negara Asia

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

01

:

51

:

08

Klaim

13

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Rafika

23 Maret 2022 10:02

Jawaban terverifikasi

Halo Cynthia C., kakak bantu jawab ya. Dampak pendudukan Jepang di wilayah Asia yaitu negara yang diduduki Jepang tersebut sumber daya alam dan manusianya dieksploitasi untuk kepentingan perang. Untuk lebih detailnya, yuk simak penjelasan berikut. Perkembangan perekonomian Jepang pasca Restorasi Meiji (modernisasi) pada 1868 mengalami kemajuan yang sangat pesat, terutama dalam bidang industrinya. Kemajuan tersebut disetarakan dengan negara-negara Barat yang sudah maju. Akan tetapi, berbeda dengan Eropa yang memiliki wilayah koloni. Wilayah koloni tersebut berperan sebagai wilayah pasaran industri dan menyediakan bahan mentah untuk produksi. Jepang saat itu tidak memiliki wilayah koloni. Kondisi inilah yang membuat Jepang menginginkan ekspansi ke wilayah lain. Ditambah lagi terjadi depresi ekonomi pada tahun 1930 melemahkan ekonomi kebanyakan negara dan menghancurkan perdagangan internasional. Ekspor Jepang yang utama ke negara-negara yang miskin sumber alamiahnya ternyata tidak membantu dalam perbaikan perekonomian Jepang. Kemudian ditambah lagi embargo Amerika Serikat dan Belanda atas pengiriman minyak bumi dan baja ke Jepang. Dengan kata lain, Jepang harus mencapai pasar-pasar dan sumber-sumber alamiah itu dengan jalan kekerasan. Oleh karena itulah Jepang kemudian melakukan invasi ke negara-negara Asia sebelum Perang Dunia II (1941-1845), diantaranya Jepang, Cina, dan Korea. Kemudian Jepang melaksanakan ekspansinya ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Hal ini dalam rangka penaklukan dan penguasaan ekonomi dunia oleh Jepang. Penguasaan ini didorong juga oleh “Rencana Tanaka” atau lebih dikenal dengan “Tanaka Memorial." Dalam memori itu diterangkan secara jelas sebagai berikut: “Untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan di Asia Timur, Jepang harus menjalankan Politik Darah dan Besi. Untuk merebut dunia Jepang; harus mengalahkan Eropa dan Asia, Jepang pertama-tama harus menaklukkan Cina; untuk mengalahkan Cina, Jepang harus merebut Manchuria dan Mongolia. Jepang mengharapkan dapat melaksanakan rencana ini dalam sepuluh tahun." Penguasaan wilayah Asia Tenggara dimulai sejak Jepang menaklukan pangkalan militer Amerika Serikat pada 8 Desember 1941. Kemenangan tersebut mendorong Jepang menaklukan wilayah-wilayah di Asia Tenggara. Jepang juga berkeinginan untuk menaklukan Amerika Serikat berserta sekutunya, yaitu Inggris, Belanda, dan Perancis. Dimana negara-negara tersebut memiliki koloni di wilayah Asia Tenggara. Kejatuhan kawasan Asia Tenggara pertama kali dimulai sejak kejatuhan Filipina ke tangan Jepang pada 6 Mei 1942. Jatuhnya Filipina ke tangan Jepang mengakibatkan perubahan-perubahan baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial maupun budaya. Kebebasan masyarakat sipil ditindas oleh musuh dan kehidupan ekonomi digunakan untuk memenuhi keinginan Jepang, yakni untuk berperang. Pendidikan diubah untuk berorientasi pada pola berpikir yang ditentukan oleh Jepang dan kehidupan politik dibatasi. Beribu-ribu rakyat Filipina dipenjara dan dihukum mati, tetapi semangat untuk revolusi terus berkobar yang akan selalu mengganggu kekuasaan Jepang sampai akhir pendudukannya. Selain Filipina, Jepang juga menguasai Vietnam meski Vietnam tetap dibawah pemerintahan Vichy France (Indocina Perancis). Vietnam tetap dipimpin oleh Gubernur Jenderal Perancis bernama Gubernur Decoux. Ia dikenal sebagai Gubernur Jenderal yang revolusioner sekaligus Fasis. Segala kebijakannya selama memerintah dipergunakan untuk kepentingan fasisme Jepang. Diantaranya eksploitasi sumber daya alam dan industrialisasi berjalan sangat cepat. Pertambangan besi dimaksimalkan kemudian hasilnya dipergunakan untuk bahan pembuatan roket. Rakyat Vietnam semakin tertekan karena hasil bumi diekspor ke Jepang. Beras menjadi langka dikarenakan lahan padi digantikan menjadi lahan kapas dan jerami. Akibat kebijakan tersebut, tercatat 1.5-2 juta jiwa rakyat Vietnam mati karena kelaparan. Berdasarkan pemaparan di atas, pendudukan Jepang di wilayah Asia, khususnya Asia Tenggara membawa dampak eksplotasi sumber daya alam dan manusia. Sehingga menimbulkan kesengsaraan terhadap rakyat yang jauh lebih parah ketimbang masa sebelumnya. Semoga membantu ya....


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi