Hawa C

23 Februari 2023 02:07

Iklan

Hawa C

23 Februari 2023 02:07

Pertanyaan

Ada yg tau ga?

Ada yg tau ga?

 

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

01

:

51

:

32

Klaim

6

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

20 Januari 2024 09:19

Jawaban terverifikasi

Pertanyaan ini berkaitan dengan sejarah Indonesia, khususnya tentang Kerajaan Singasari dan Kerajaan Majapahit. Dalam konteks ini, kita perlu memahami hubungan antara kedua kerajaan tersebut, terutama dalam konteks Jalur Rempah. Penjelasan: 1. Kerajaan Singasari dan Kerajaan Majapahit memiliki hubungan kekerabatan. Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit, adalah keturunan langsung dari pendiri Kerajaan Singasari, Ken Arok, dan menantu raja terakhir Singasari, Kertanegara. 2. Setelah Kertanegara dibunuh oleh Jayakatwang, Raden Wijaya melarikan diri dan kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit. 3. Dalam konteks Jalur Rempah, kedua kerajaan ini memiliki peran penting dalam perdagangan rempah-rempah, yang merupakan komoditas penting pada masa itu. Kesimpulan: Dalam hubungannya dengan Jalur Rempah, Kerajaan Singasari di bawah Raja Kertanagara dan era Kerajaan Majapahit memiliki kesamaan, yakni keduanya memiliki peran penting dalam perdagangan rempah-rempah dan memiliki hubungan kekerabatan melalui Raden Wijaya.


Iklan

Nanda R

Community

20 Januari 2024 13:33

Jawaban terverifikasi

<p>Jalur rempah adalah rute perdagangan maritim yang penting dalam sejarah, terutama terkait dengan perdagangan rempah-rempah dari kepulauan Nusantara. Meskipun masa pemerintahan Kertanegara di Kerajaan Singasari (abad ke-13) dan era Kerajaan Majapahit (abad ke-14) terjadi dalam kurun waktu yang berbeda, ada beberapa kesamaan yang dapat diidentifikasi terkait dengan jalur rempah:</p><p><strong>Kontrol Perdagangan Maritim:</strong></p><ul><li>Baik Kerajaan Singasari maupun Majapahit mengendalikan sebagian besar perdagangan maritim di wilayah Nusantara. Mereka memiliki kebijakan yang cenderung mengendalikan jalur perdagangan, termasuk jalur rempah.</li></ul><p><strong>Keterlibatan dalam Perdagangan Internasional:</strong></p><ul><li>Kedua kerajaan ini terlibat dalam perdagangan internasional, termasuk perdagangan dengan negara-negara Asia Tenggara, Tiongkok, dan India. Jalur rempah merupakan bagian dari sistem perdagangan maritim yang menghubungkan berbagai wilayah ini.</li></ul><p><strong>Peran Pelabuhan Strategis:</strong></p><ul><li>Kertanegara dikenal membangun pelabuhan baru yang strategis, yaitu Hujung Galuh (sekarang Cirebon). Pelabuhan-pelabuhan ini penting dalam mengendalikan aliran perdagangan rempah dan barang-barang lainnya.</li></ul><p><strong>Pentingnya Rempah sebagai Komoditas Unggulan:</strong></p><ul><li>Keduanya menyadari pentingnya rempah sebagai komoditas bernilai tinggi dalam perdagangan. Rempah-rempah seperti cengkeh, lada, dan pala memiliki permintaan tinggi di pasar internasional.</li></ul><p><strong>Pembangunan Armada Laut:</strong></p><ul><li>Kertanegara dikenal memiliki armada laut yang kuat, dan Majapahit juga memiliki armada laut yang signifikan. Armada laut ini membantu mengamankan jalur perdagangan, termasuk jalur rempah.</li></ul><p><strong>Pengaruh Budaya dan Diplomasi:</strong></p><ul><li>Keduanya memiliki pengaruh budaya dan diplomasi yang kuat dalam hubungan dengan negara-negara tetangga dan mitra dagang. Ini memperkuat posisi mereka dalam jalur rempah dan memastikan hubungan perdagangan yang stabil.</li></ul>

Jalur rempah adalah rute perdagangan maritim yang penting dalam sejarah, terutama terkait dengan perdagangan rempah-rempah dari kepulauan Nusantara. Meskipun masa pemerintahan Kertanegara di Kerajaan Singasari (abad ke-13) dan era Kerajaan Majapahit (abad ke-14) terjadi dalam kurun waktu yang berbeda, ada beberapa kesamaan yang dapat diidentifikasi terkait dengan jalur rempah:

Kontrol Perdagangan Maritim:

  • Baik Kerajaan Singasari maupun Majapahit mengendalikan sebagian besar perdagangan maritim di wilayah Nusantara. Mereka memiliki kebijakan yang cenderung mengendalikan jalur perdagangan, termasuk jalur rempah.

Keterlibatan dalam Perdagangan Internasional:

  • Kedua kerajaan ini terlibat dalam perdagangan internasional, termasuk perdagangan dengan negara-negara Asia Tenggara, Tiongkok, dan India. Jalur rempah merupakan bagian dari sistem perdagangan maritim yang menghubungkan berbagai wilayah ini.

Peran Pelabuhan Strategis:

  • Kertanegara dikenal membangun pelabuhan baru yang strategis, yaitu Hujung Galuh (sekarang Cirebon). Pelabuhan-pelabuhan ini penting dalam mengendalikan aliran perdagangan rempah dan barang-barang lainnya.

Pentingnya Rempah sebagai Komoditas Unggulan:

  • Keduanya menyadari pentingnya rempah sebagai komoditas bernilai tinggi dalam perdagangan. Rempah-rempah seperti cengkeh, lada, dan pala memiliki permintaan tinggi di pasar internasional.

Pembangunan Armada Laut:

  • Kertanegara dikenal memiliki armada laut yang kuat, dan Majapahit juga memiliki armada laut yang signifikan. Armada laut ini membantu mengamankan jalur perdagangan, termasuk jalur rempah.

Pengaruh Budaya dan Diplomasi:

  • Keduanya memiliki pengaruh budaya dan diplomasi yang kuat dalam hubungan dengan negara-negara tetangga dan mitra dagang. Ini memperkuat posisi mereka dalam jalur rempah dan memastikan hubungan perdagangan yang stabil.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

25

5.0

Jawaban terverifikasi