Anonim A

04 Mei 2024 01:39

Iklan

Iklan

Anonim A

04 Mei 2024 01:39

Pertanyaan

45. Indonesia dikenal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Padahal jika melihat sejarah lahirnya agama Islam yang dibawa para nabi, Indonesia (Nusantara) tidak begitu dikenal. Namun berkat kegigihan para wali, ulama dan mubaligh dalam berdakwah, perkembangan Islam di Nusantara begitu pesat sampai saat ini. Jelaskan 4 cara bagaimana para wali, ulama dan mubaligh berdakwah di Nusantara saat itu? Jawabannya singkat aja ya kak, ga ush panjang². terimakasih


25

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Dea K

04 Mei 2024 01:45

Jawaban terverifikasi

<p>Berikut adalah empat cara bagaimana mereka berdakwah di wilayah tersebut:</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Dakwah melalui perdagangan</strong>: Sejak zaman perdagangan maritim awal, pedagang Muslim dari berbagai belahan dunia telah membawa agama Islam ke Nusantara. Mereka tidak hanya melakukan transaksi perdagangan, tetapi juga menyebarkan ajaran Islam kepada penduduk setempat. Dengan cara ini, Islam meresap ke berbagai wilayah Nusantara melalui kontak perdagangan.</p><p><strong>Penyebaran melalui misi dakwah</strong>: Para ulama dan wali datang ke Nusantara untuk menyebarkan ajaran Islam secara langsung kepada masyarakat setempat. Mereka melakukan perjalanan ke berbagai pulau dan daerah, mengajar, memberi ceramah, dan membimbing masyarakat tentang prinsip-prinsip Islam. Misalnya, Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati adalah beberapa di antara banyak ulama yang memainkan peran kunci dalam penyebaran Islam di Jawa.</p><p><strong>Pembangunan institusi keagamaan</strong>: Para ulama dan wali tidak hanya berfokus pada dakwah langsung, tetapi juga membangun institusi keagamaan seperti pesantren, masjid, dan madrasah. Melalui institusi-institusi ini, mereka menyediakan tempat untuk pendidikan agama, diskusi keagamaan, dan pengembangan komunitas Muslim. Institusi-institusi ini menjadi pusat penyebaran Islam dan pengembangan budaya Islam di Nusantara.</p><p><strong>Dakwah melalui seni dan budaya</strong>: Para ulama dan wali juga menggunakan seni dan budaya sebagai sarana untuk menyebarkan ajaran Islam. Mereka menciptakan karya seni seperti wayang kulit, seni ukir, seni musik, dan puisi yang mengandung pesan-pesan Islam. Melalui seni dan budaya ini, mereka dapat menjangkau masyarakat yang mungkin sulit dijangkau melalui metode dakwah konvensional.</p>

Berikut adalah empat cara bagaimana mereka berdakwah di wilayah tersebut:

 

Dakwah melalui perdagangan: Sejak zaman perdagangan maritim awal, pedagang Muslim dari berbagai belahan dunia telah membawa agama Islam ke Nusantara. Mereka tidak hanya melakukan transaksi perdagangan, tetapi juga menyebarkan ajaran Islam kepada penduduk setempat. Dengan cara ini, Islam meresap ke berbagai wilayah Nusantara melalui kontak perdagangan.

Penyebaran melalui misi dakwah: Para ulama dan wali datang ke Nusantara untuk menyebarkan ajaran Islam secara langsung kepada masyarakat setempat. Mereka melakukan perjalanan ke berbagai pulau dan daerah, mengajar, memberi ceramah, dan membimbing masyarakat tentang prinsip-prinsip Islam. Misalnya, Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati adalah beberapa di antara banyak ulama yang memainkan peran kunci dalam penyebaran Islam di Jawa.

Pembangunan institusi keagamaan: Para ulama dan wali tidak hanya berfokus pada dakwah langsung, tetapi juga membangun institusi keagamaan seperti pesantren, masjid, dan madrasah. Melalui institusi-institusi ini, mereka menyediakan tempat untuk pendidikan agama, diskusi keagamaan, dan pengembangan komunitas Muslim. Institusi-institusi ini menjadi pusat penyebaran Islam dan pengembangan budaya Islam di Nusantara.

Dakwah melalui seni dan budaya: Para ulama dan wali juga menggunakan seni dan budaya sebagai sarana untuk menyebarkan ajaran Islam. Mereka menciptakan karya seni seperti wayang kulit, seni ukir, seni musik, dan puisi yang mengandung pesan-pesan Islam. Melalui seni dan budaya ini, mereka dapat menjangkau masyarakat yang mungkin sulit dijangkau melalui metode dakwah konvensional.


Iklan

Iklan

Salsabila M

Community

05 Mei 2024 00:53

Jawaban terverifikasi

<p>berikut adalah empat cara bagaimana para wali, ulama, dan mubaligh berdakwah di Nusantara pada masa itu:</p><p><strong>Dakwah Melalui Pemimpin Lokal</strong>: Para ulama dan mubaligh sering berkolaborasi dengan pemimpin lokal untuk menyebarkan Islam di wilayah mereka, memanfaatkan pengaruh dan otoritas mereka untuk memperluas pengaruh agama.</p><p><strong>Pembangunan Pusat Pendidikan Islam</strong>: Mendirikan madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan Islam menjadi sarana untuk mengajarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat setempat, serta melatih generasi penerus dalam pengetahuan agama.</p><p><strong>Praktek Dakwah Terbuka</strong>: Melalui ceramah, khotbah, dan pengajaran, para ulama dan mubaligh mendekati masyarakat secara langsung untuk berbagi ajaran Islam, menjelaskan nilai-nilai dan prinsip-prinsip agama dengan bahasa yang mudah dipahami.</p><p><strong>Penyesuaian dengan Budaya Lokal</strong>: Mengakomodasi tradisi lokal dan adat istiadat dalam praktik keagamaan Islam, mempermudah penerimaan masyarakat terhadap ajaran agama baru tanpa mengorbankan inti nilai-nilai Islam.</p>

berikut adalah empat cara bagaimana para wali, ulama, dan mubaligh berdakwah di Nusantara pada masa itu:

Dakwah Melalui Pemimpin Lokal: Para ulama dan mubaligh sering berkolaborasi dengan pemimpin lokal untuk menyebarkan Islam di wilayah mereka, memanfaatkan pengaruh dan otoritas mereka untuk memperluas pengaruh agama.

Pembangunan Pusat Pendidikan Islam: Mendirikan madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan Islam menjadi sarana untuk mengajarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat setempat, serta melatih generasi penerus dalam pengetahuan agama.

Praktek Dakwah Terbuka: Melalui ceramah, khotbah, dan pengajaran, para ulama dan mubaligh mendekati masyarakat secara langsung untuk berbagi ajaran Islam, menjelaskan nilai-nilai dan prinsip-prinsip agama dengan bahasa yang mudah dipahami.

Penyesuaian dengan Budaya Lokal: Mengakomodasi tradisi lokal dan adat istiadat dalam praktik keagamaan Islam, mempermudah penerimaan masyarakat terhadap ajaran agama baru tanpa mengorbankan inti nilai-nilai Islam.


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

HOS Cokroaminoto, Yang Guru Bangsa Haji Tjokroaminoto adalah anak kedua dari 12 bersaudara dari ayah barname RM Tjokroamiseno, salah seorang pejabat pemerintahan pada saat itu. Kakaknya, RM. Adipati Tjokronegoro, pernah juga menjabat sebagai Bupati Ponorogo Tjokro lahir di Tegalsari, Ponorogo, Jawa Timur, pada tanggal 16 Agustus 1882. Awalnya kehidupan Tjokro terbilang biasa-basa saja. Semasa kecil ia dikenal sebagai anak yang nakal dan suka berkelahi. Setelah beberapa kali berpindah sekolah, akhirnya ia berhasil menyelesaikan sekolahnya di osvia (sekolah calon pegawai pervarintah atau pamong praja di Magelang pada tahun 1902. Setelah menamatkan osvia, Tjokro bekerja sebagai seorang juru tulis di Ngawi, Jawa Timur Tiga tahun kemudian ia bekerja di perusahaan dagang di Surajaya. Keindahannya ke Surajaya membawanya terjun ke dunia politik. Di kota pahlawan itu Tjokro kemudian bergabung dalam Sarekat Dagang Islam (sdi pimpinan H. Samanhudi, la menyarankan agar SDI diubah menjadi partai politik. SDI kemudian resmi diubah menjadi Sarekat Islam (50) dan Tjokro menjadi Ketua SI pada tanggal 10 Sepetember 1912. Tjokroaminoto dipercaya untuk memangiku jabatan ketua setelah sebelumnya menjabat sebagai komisaris Sl. Di bawah kepemimpinannya, Sl mengalami kemajuan pesat dan berkembang menjadi partai massa sehingga menimbulkan kekhawatiran pemerintah Belanda. Pemerintah Hindia Belanda berupaya menghalangi St yang termasuk organisasi Islam terbesar pa anak tu. Pemerintah kolonial sangat membatasi kekuasaan pengurus pusat Si agar mudah di dipengaruhi pangreh praja setempat. Situasi itu menjadikan Sl menghadapi kesenjangan antara p dan daerah yang menyebabkan kesulitan dalam mobilisasi para anggotanya. G 57 tahap Thidangka ke by Iharaar magedi inspire smu generasi muda Pada periode tahun 1912-1916, Tjokroaminoto dan para pemimpin Si lainnya sedikit bersikap moderat terhadap pamarntah Belancia. Mereka memperjuangkan penegakan hak-hak manusia sewa meningkatkan taraf hidup masyarakat. Tapi sejak tahun 1916, menghadapi pembentukan Dewan Rakyat 8. sana m jadi hangat. Dalam kongres kongres 51, Tjokroaminoto mulai melancarkan ide pembentukan kation (bangsa) dan pemerintahan sendiri. Sebagai reaksi terhadap seni Novembar (November beloftemt, Gubernur Jenderal dan Limburgh Stanum, Tjokroaminoto selaku wakil SI delam Volksraad bersama sastrawan, aktivis, jurnalis Adul Kuis, Cipto Mangunkusumo mengajukan mosi yang kemudian dikenal dengan Mosi Tjokroaminoto pada tanggal 25 November 1918. Mereka menuntut Pertama, pembentukan Dewan Negara di mana penduduk semua wakil dari kerajaan. Kedua, pertanggungjawaban departemen/pemerintah Hindia Belanda terhadap perwakilan rakyat. Tiga, pertanggungjawaban terhadap perwakilan rakyat. Keempat, reformasi pemerintahan dan desentralisasi. Intinya, mereka menuntut pemerintah Belanda membentuk parlemen yang anggotama dipilih dari rakyat dan oleh rakyat Pemerintah sendiri dituntut bertanggung jawab pada parlemen Namun, oleh Ketua Parlemen Belanda, tuntutan tersebut dianggap hanya fantasi belaka. Selanjutnya, pada kongres gas ona SI di Yogyakata tanggal 2-6 Maret 1921, SI pimpinan Tjokro . memberikan reaksi atas sikap pemerintah Belanda tersebut dengan merumuskan tujuan perjuangan politik Sl sebagai, Untuk merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan Belanda. Selama hidupnya, Tjokroaminoto merupakan sosok yang berpengaruh besar terhadap tokoh-tokoh muda pergerakan nasional saat itu. Keahliannya berpidato ia gunakan untuk mengecam kesewenang wenangan pemerintah Belanda. Semasa perjuangannya, dia misalnya mengecam perampasan tanah oleh Belanda untuk dijadikan perkebunan milik Belanda. la juga mendesak Sumatera Landsyndicaat supaya mengembalikan tanah rakyat di Gunung Seminung (tepi Danau Danau, Sumatera Selatan). Nasib para dokter pribumi juga turut diperjuangkannya dengan menuntut kesetaraan kedudukan antara dokter Indonesia dengan dokter Belanda. Pada tahun 1920, Tjokro dijebloskan ke penjara dengan tuduhan marghasut dan mempersiapkan pemberontakan untuk menggulingkan pemerintah Belanda. Pada Apris 1922, setelah tujuh bulan meringkuk di penjara, ia kemudian dibebaskan. cokroaminoto kemudian diminta kembali untuk duduk am Volksraad, namun permintaan itu ditolaknya kerena ia sudah tak mau lagi bekerja sama dengan pemerintah Belanda Sebagai tokoh masyarakat, pemerintah koloria menjulukinya sebagai de Ongekroonde Kuning dan Jasa (Raja Jawa yang tidak bermahkota atau tidak dinobatkan). Pengaruh Tjokro yang Luas menjadikannya sebagai tokoh panutan masyarakat. Karena alasan itu pula maka R.M. Soekemi Sesrodihardjo mengirimkan anaknya Soekamo untuk pendidikan dengan in de kost di rumahnya. Selain menjadi politikus, Tjokroaminoto aktif menulis karangan di majalah dan surat kabar. Salah satu karyanya ialah buku yang berjudul Islam dan Nasionalisme. Tjokroaminoto menghembuskan napasnya yang terakhir pada tanggal 17 Desember 1934 di Yogyakata pada usia 51 tahun. Atas jasa-jasanya kepada negara, Haji Gemar Siad Cokroaminoto dianugerahkan gelar pahlawan Kemerdekaan Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No.590 Tahun 1961, tanggal 9 Nopember 1961. 1. carilah gagasan penjelas dari teks diatas 2. carilah keteladanan atau hikmah dari teks diatas

9

0.0

Jawaban terverifikasi

1. Jong Minahasa merupakan organisasi kepemudaan yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara. Organisasi ini bergerak dibidang a. politik dan pendidikan b. agama dan politik c. kesenian, olahraga, dan budaya d. politik, pendidikan, dan agama 2.Salah satu nilai perjuangan 1945 yang harus dihayati dan dilaksanakan oleh generasi muda adalah...... a. suka berdiskusi b. anti pada orang asing c. rela berkorban d. mempertahankan diri 3. Upaya nyata pembelaan negara bagi para pemuda Indonesia adalah.... a. memperingati sumpah pemuda b. membantu orang tua c. mempertahankan kemerdekaan d. mendirikan organisasi pemuda 4. Salah satu contoh semangat dan komitmen kebangsaan kita adalah... a. membiarkan para petinggi negara untuk berjuang sendiri b. terus berjuang dan pantang menyerah untuk membela tanah air c. melakukan demonstrasi kepada petinggi negara d. menyerahkan segala urusan bangsa pada Polri 5.Dalam rangka untuk pembelaan negara, setiap warga negara memenuhi syarat- syarat tertentu dan dilarang untuk a. mengutamakan kepentingan pribadi dengan mengorbankan negara b. menggunakan hak pribadi dalam menentukan pemilihan pekerjaan c. menolak mobilisasi pada saat negara mendapat ancaman musuh d. memilih pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan kemampuan 6.Equality before the law mengandung makna a. hukum yang lebih rendah harus mengacu pada hukum yang lebih tinggi b. setiap warga negara memiliki persamaan kedudukan di depan hukum c. hukum menjunjung tinggi adanya perbedaan pendapat d. setiap warga Negara harus tunduk dan taat pada hukum yang berlaku 7. Tindakan bela negara yang bisa dilakukan di lingkungan negara adalah a. patuh terhadap nasihat orang tua b. menjadi anggota militer c. mengajak teman mengikuti kegiatan ekstrakurikuler d. menjaga lingkungan sekitar 8.Soetomo seorang tokoh yang penuh dedikasi, berjuang demi bangsa dan negara dengan cara yang damai dan modern. Cara yang dipakai tidak lagi melalui perjuangan fisik. Perjuangannya diubah dari yang sifatnya lokal kedaerahan menjadi terorganisasi. Dikemudian hari terbukti cukup ampuh bahwa dengan kesadaran rasa kebersamaan sebagai satu bangsa, pergerakan kebangsaan ini dapat berhasil. Peran Soetomo dalam membangun semangat dan komitmen kebangsaan adalah a. mengembangkan sifat kesukuan b. mengambangkan sifat individualisme c. mengutamakan kepentingan golongan d. mengutamakan persatuan dan kesatuan 9.Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam rangka bela negara dan bangsa. Hal ini adalah pandangan Indonesia sebagai satu kesatuan a. wilayah b. politik c. pertahanan dan keamanan d. kesatuan ekonomi 10.Menjaga nama baik bangsa dan negara merupakan perwujudan pembelaan bang- sa dan negara yang dapat kita lihat dalam tindakan a. selalu menggunakan produk luar negeri b. selalu mengadakan wisata ke luar negeri c. berkompetisi di bidang olahraga d. mau menjadi warga negara asing 11. Wujud partisipasi siswa dalam usaha bela negara dapat dilakukan melalui a. Milsuk, Wamil, dan Organisasi Pertahanan Wilayah b. Satpam, Satgas, dan Milsuk c. Hansip, Satpam, dan preman d. PMR, PMI dan Tim SAR 12.Salah satu hal yang menjadi alasan demografis tentang pentingnya usaha pembelaan negara adalah.... a. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia b. Indonesia terletak pada posisi silang dunia c. wilayah Indonesia sangat strategis d. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah 13. Alasan historis pentingnya usaha pembelaan negara seperti berikut, kecuali .... a. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia b. Indonesia pernah dijajah oleh bangsa asing lebih kurang tiga setengah abad lamanya c. kemerdekaan Indonesia berkat kegigihan perjuangan seluruh rakyatnya d. sejak dahulu banyak negara yang ingin menguasai Indonesia 14. Ancaman terhadap keutuhan Negara Ke- satuan Republik Indonesia yang berasal dari luar negeri seperti berikut, kecuali a. agresi berupa penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap kedaulatan negara b. pemberontakan bersenjata c. aksi teror bersenjata yang dilakukan oleh teroris internasional d. disintegrasi bangsa, melalui gerakan- gerakan separatis 15.Nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila, Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan UUD 1945 merupakan nilai dasar dari jiwa dan semangat 45. Nilai-nilai 45 lahir dan berkembang dalam perjuangan bangsa Indonesia dan merupakan daya dorong mental spiritual yang kuat untuk mencapai kemerdekaan adalah a. nasionalisme b. chauvinisme c. mudah menyerah d. diskriminasi 16.Generasi muda adalah generasi penerus enbangsa yang memiliki semangat, penuh rasa ingin tahu dan senantiasa menggebu- gebu untuk berjuang karena kelak. melanjutkan cita-cita bangsanya. Namun, semangat generasi muda juga dapat luntur dan hancur. Salah satu faktor penyebab lunturnya semangat kebangsaan generasi muda adalah a. munculnya rasa iri sebagian masyarakat terhadap para publik figur b. kurangnya keteladanan dari para pejabat negara di masyarakat c. tingginya semangat untuk memperlihatkan kekayaan pribadi d. rendahnya kemampuan seseorang mengendalikan keinginannya

4

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Sekilas tentang Sejarah Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada saat itu , para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara be rkumpul dalam rapat pemuda. Mereka berikrar bahwa (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. Pada tahun 1928 itulah, bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945. Pada saat itu, Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia (Bab XV, Pasal 36). Keputusan Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 di Medan, antara lain , menyatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkemban g dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (linguafranca). Hal ini bukan hanya digunakan di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara. Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Hal terse but terbukti dalam prasasti Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi). Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara. Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan Islam, baik yang berupa batu bertulis, seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka tahun 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Syair Harnzah Fansuri, Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin, dan Bustanussalatin. Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur. Bahasa Melayu banyak dipakai di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah . Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek. Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara memengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komunikasi antarperkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu. Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928). Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indone sia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sumber: badanbahasa.kemdikbud.go.id Tuliskan informasi-informasi penting yang terdapat dalam teks sejarah tersebut.

27

5.0

Jawaban terverifikasi