jenis kata sambung berdasarkan fungsinya terbagi menjadi lima kelompok, yakni kata sambung koordinatif, korelatif Subordinatif, antarkalimat, dan antarparagraf.
1. Kata Sambung Koordinatif
Kata sambung koordinatif adalah konjungsi atau penghubung yang digunakan untuk menggabungkan dua klausa yang berkedudukan setara. Kata ini akan menghasilkan kalimat majemuk setara. Konjungsi yang termasuk dalam kelompok ini antara lain:
Dan,Dari, Serta, Melainkan, Sedangkan, Padahal, Tetapi, Atau.
Contoh kalimat: Lintang masih punya stok makanan hingga besok, sedangkan Zumaira sudah menghabiskannya sejak kemarin.
2. Kata Sambung Korelatif
Kata sambung korelatif merupakan konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa, saat kedua unsur tersebut memiliki fungsi sintaksis yang sama (sama-sama subjek, misalnya). Konjungsi yang masuk dalam kelompok ini antara lain:
•Tidak hanya... tetapi juga...
•Bukannya... melainkan...
•Jangankan... pun...
•Tidak hanya... bahkan...
•Makin... makin...
Contoh kalimat: Jimin tidak hanya pandai menyanyi dan menari, tetapi juga punya pesona yang selalu berhasil membius para penggemar.
3. Kata Sambung Subordinatif
Konjungsi subordinatif merupakan kata sambung untuk menggabungkan dua klausa atau lebih yang memiliki hubungan bertingkat. Konjungsi subordinatif menghasilkan kalimat majemuk bertingkat. Kata hubung yang termasuk dalam kelompok ini antara lain:
• Hubungan waktu : sesudah, sehabis, sejak, ketika, tatkala, sementara, sambil, dan seraya.
• Hubungan syarat : jika, jikalau, asalkan, bila, manakala.
• Hubungan pengandaian : andaikan, seandainya, seumpama.
• Hubungan tujuan : agar, biar, supaya.
• Hubungan konsesif : biarpun, meskipun, sekalipun, kendatipun, sungguhpun.
• Hubungan pemiripan : seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana.
• Hubungan penyebaban : sehingga, sampai-sampai, makanya.
• Hubungan penjelasan : bahwa.
• Hubungan cara :dengan.
Contoh kalimat:
- Pesta akan dimulai sesudah seluruh tamu utama hadir.
- Aku mau menikah denganmu asalkan kamu berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan ini lagi.
4. Kata Sambung Antarkalimat
Kata sambung dibagi dalam kelompok berdasarkan satuan bahasa tempat konjungsi digunakan. Seperti pada konjungsi ini, bisa digunakan sebagai kata sambung antarkalimat, tapi tidak untuk konjungsi antarparagraf. Kata hubung yang termasuk dalam kelompok konjungsi antarkalimat antara lain:
- biarpun begitu,
- sekalipun demikian,
- lagi pula,
- akan tetapi,
- namun,
- kecuali itu,
- oleh karena itu,
- oleh sebab itu,
- sebelum itu.
Contoh kalimat:
- Tadi malam hujan deras secara tiba-tiba. Oleh sebab itu, aku membatalkan janji denganmu.
- Agus memang berbadan besar dan punya banyak prestasi di bidang olahraga. Namun, kelebihan tersebut tidak bisa jadi alasan untuk dia menindas temannya.