Rahmawati D

27 Februari 2024 01:17

Iklan

Iklan

Rahmawati D

27 Februari 2024 01:17

Pertanyaan

1. Tentang kebijakan Jepang di Indonesia yg menguatkan keinginan Jepang untuk menguasai Asia? 2. Dampak banyaknya organisasi buatan jepang bagi kehidupan bangsa indonesia?

1. Tentang kebijakan Jepang di Indonesia yg menguatkan keinginan Jepang untuk menguasai Asia?

2. Dampak banyaknya organisasi buatan jepang bagi kehidupan bangsa indonesia?


12

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Miftah F

27 Februari 2024 11:42

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Kebijakan Jepang di Indonesia yang Menguatkan Keinginan untuk Menguasai Asia</strong></p><p>Kebijakan Jepang di Indonesia yang menguatkan keinginan untuk menguasai Asia terjadi saat pendudukan Jepang di Indonesia pada masa Perang Dunia II. Jepang membentuk berbagai organisasi militer dan sosial di Indonesia dengan tujuan untuk mendukung perang Asia Timur Raya dan memobilisasi sumber daya alam serta tenaga kerja Indonesia untuk kepentingan Jepang</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Dampak Banyaknya Organisasi Buatan Jepang bagi Kehidupan Bangsa Indonesia</strong></p><ol><li><strong>Penguatan Armada Militer</strong>: Organisasi militer seperti Heiho, PETA, Giyugun, dan lainnya membantu memperkuat armada militer Jepang dengan melibatkan pemuda Indonesia dalam latihan militer dan pertempuran.</li><li><strong>Pembentukan Pemimpin Militer</strong>: Melalui organisasi seperti PETA, banyak pemuda Indonesia dilatih dan berkembang menjadi pemimpin militer yang kemudian berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan, seperti Jenderal Sudirman, Ahmad Yani, dan Gatot Subroto.</li><li><strong>Penyebaran Ideologi</strong>: Organisasi-organisasi ini juga digunakan oleh Jepang sebagai alat untuk menyebarkan doktrin anti kolonialisme kepada masyarakat Indonesia.</li><li><strong>Perlawanan Terhadap Penjajah</strong>: Meskipun dibentuk oleh Jepang, banyak anggota organisasi ini kemudian berbalik menyerang Jepang dan Sekutu serta memilih untuk berjuang demi kemerdekaan Indonesia.</li></ol>

Kebijakan Jepang di Indonesia yang Menguatkan Keinginan untuk Menguasai Asia

Kebijakan Jepang di Indonesia yang menguatkan keinginan untuk menguasai Asia terjadi saat pendudukan Jepang di Indonesia pada masa Perang Dunia II. Jepang membentuk berbagai organisasi militer dan sosial di Indonesia dengan tujuan untuk mendukung perang Asia Timur Raya dan memobilisasi sumber daya alam serta tenaga kerja Indonesia untuk kepentingan Jepang

 

Dampak Banyaknya Organisasi Buatan Jepang bagi Kehidupan Bangsa Indonesia

  1. Penguatan Armada Militer: Organisasi militer seperti Heiho, PETA, Giyugun, dan lainnya membantu memperkuat armada militer Jepang dengan melibatkan pemuda Indonesia dalam latihan militer dan pertempuran.
  2. Pembentukan Pemimpin Militer: Melalui organisasi seperti PETA, banyak pemuda Indonesia dilatih dan berkembang menjadi pemimpin militer yang kemudian berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan, seperti Jenderal Sudirman, Ahmad Yani, dan Gatot Subroto.
  3. Penyebaran Ideologi: Organisasi-organisasi ini juga digunakan oleh Jepang sebagai alat untuk menyebarkan doktrin anti kolonialisme kepada masyarakat Indonesia.
  4. Perlawanan Terhadap Penjajah: Meskipun dibentuk oleh Jepang, banyak anggota organisasi ini kemudian berbalik menyerang Jepang dan Sekutu serta memilih untuk berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

05 Maret 2024 22:53

Jawaban terverifikasi

<p><strong>1. Kebijakan Jepang di Indonesia yang Menguatkan Keinginan Jepang untuk Menguasai Asia:</strong></p><p>Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia selama Perang Dunia II, terdapat beberapa kebijakan yang mencerminkan keinginan Jepang untuk menguasai Asia. Beberapa di antaranya termasuk:</p><p><strong>Eksploitasi Sumber Daya:</strong> Jepang secara intensif mengelola sumber daya alam Indonesia, terutama minyak bumi dan karet, untuk mendukung perang dan kebutuhan industri militer Jepang.</p><p><strong>Pembentukan Romusha:</strong> Jepang memaksa rakyat Indonesia, termasuk warga sipil dan tawanan perang, untuk bekerja sebagai romusha (tenaga kerja paksa) dalam proyek-proyek infrastruktur, seperti pembangunan jalan dan lapangan terbang.</p><p><strong>Penggantian Kekuasaan Belanda:</strong> Jepang menggantikan kekuasaan Belanda di Indonesia, dan pendudukan mereka dilihat sebagai langkah awal untuk membangun "Asia Timur Raya" yang dikuasai Jepang.</p><p><strong>Pendidikan dan Propaganda:</strong> Jepang mengganti sistem pendidikan dengan menanamkan ideologi Jepang dan memberlakukan kurikulum yang mendukung propaganda militer serta membentuk pemuda Indonesia yang pro-Jepang.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>2. Dampak Banyaknya Organisasi Buatan Jepang bagi Kehidupan Bangsa Indonesia:</strong></p><p><strong>Pembentukan Organisasi Pemuda:</strong> Jepang membentuk organisasi pemuda seperti Putera dan Puteri Hindia (PETA dan Heiho), yang mengikutsertakan pemuda Indonesia dalam pelatihan militer dan nasionalisme.</p><p><strong>Pengaruh Ideologi Militer:</strong> Organisasi seperti PETA dan Heiho memberikan pengaruh kuat ideologi militer Jepang, dan banyak pemuda terlibat dalam perang atau pelatihan militer di bawah naungan Jepang.</p><p><strong>Perubahan Sosial dan Kebudayaan:</strong> Banyak organisasi yang didirikan oleh Jepang, seperti Tiga-A (Aku, Agama, Arya) dan Seinendan, berusaha mengubah aspek-aspek kehidupan sosial dan budaya di Indonesia sesuai dengan nilai-nilai Jepang.</p><p><strong>Kebijakan Pembaharuan Agraria:</strong> Jepang melancarkan kebijakan-kebijakan agraria yang bertujuan mengurangi pengaruh para tanah-tanah besar dan mendukung petani kecil. Meskipun ada upaya reformasi, dampaknya belum merata dan memberikan dampak yang signifikan.</p><p><strong>Perubahan Ekonomi:</strong> Pada sektor ekonomi, Jepang membentuk organisasi ekonomi seperti Heiho Keibodan yang bertujuan mengendalikan perdagangan dan produksi untuk kepentingan Jepang.</p>

1. Kebijakan Jepang di Indonesia yang Menguatkan Keinginan Jepang untuk Menguasai Asia:

Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia selama Perang Dunia II, terdapat beberapa kebijakan yang mencerminkan keinginan Jepang untuk menguasai Asia. Beberapa di antaranya termasuk:

Eksploitasi Sumber Daya: Jepang secara intensif mengelola sumber daya alam Indonesia, terutama minyak bumi dan karet, untuk mendukung perang dan kebutuhan industri militer Jepang.

Pembentukan Romusha: Jepang memaksa rakyat Indonesia, termasuk warga sipil dan tawanan perang, untuk bekerja sebagai romusha (tenaga kerja paksa) dalam proyek-proyek infrastruktur, seperti pembangunan jalan dan lapangan terbang.

Penggantian Kekuasaan Belanda: Jepang menggantikan kekuasaan Belanda di Indonesia, dan pendudukan mereka dilihat sebagai langkah awal untuk membangun "Asia Timur Raya" yang dikuasai Jepang.

Pendidikan dan Propaganda: Jepang mengganti sistem pendidikan dengan menanamkan ideologi Jepang dan memberlakukan kurikulum yang mendukung propaganda militer serta membentuk pemuda Indonesia yang pro-Jepang.

 

2. Dampak Banyaknya Organisasi Buatan Jepang bagi Kehidupan Bangsa Indonesia:

Pembentukan Organisasi Pemuda: Jepang membentuk organisasi pemuda seperti Putera dan Puteri Hindia (PETA dan Heiho), yang mengikutsertakan pemuda Indonesia dalam pelatihan militer dan nasionalisme.

Pengaruh Ideologi Militer: Organisasi seperti PETA dan Heiho memberikan pengaruh kuat ideologi militer Jepang, dan banyak pemuda terlibat dalam perang atau pelatihan militer di bawah naungan Jepang.

Perubahan Sosial dan Kebudayaan: Banyak organisasi yang didirikan oleh Jepang, seperti Tiga-A (Aku, Agama, Arya) dan Seinendan, berusaha mengubah aspek-aspek kehidupan sosial dan budaya di Indonesia sesuai dengan nilai-nilai Jepang.

Kebijakan Pembaharuan Agraria: Jepang melancarkan kebijakan-kebijakan agraria yang bertujuan mengurangi pengaruh para tanah-tanah besar dan mendukung petani kecil. Meskipun ada upaya reformasi, dampaknya belum merata dan memberikan dampak yang signifikan.

Perubahan Ekonomi: Pada sektor ekonomi, Jepang membentuk organisasi ekonomi seperti Heiho Keibodan yang bertujuan mengendalikan perdagangan dan produksi untuk kepentingan Jepang.


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dalam kurun waktu abad ke-7 hingga abad ke-13 M, dinasti-dinasti kekaisaran Tiongkok, seperti Tang, Song, Yuan, dan Ming menjalin hubungan dengan kerajaan- kerajaan yang ada di Kepulauan Nusantara, termasuk Sriwijaya. Pada abad ke-7 M, tercatat cukup banyak orang Tiongkok dan Arab yang bermukim di Sriwijaya. Hal ini menunjukkan bahwa.... A. orang-orang Tiongkok ingin menetap di Nusantara B. pedagang Sriwijaya menguasai pasar-pasar di Tiongkok C. rempah-rempah Nusantara dibutuhkan bangsa Tiongkok D. Nusantara menempatkan Tiongkok sebagai mitra dagang utama E. Rempah Nusantara lebih bagus mutunya dari rempah endemik Tiongkok

10

0.0

Jawaban terverifikasi