Annisa A
16 November 2023 10:08
Iklan
Annisa A
16 November 2023 10:08
Pertanyaan
1
1
Iklan
Rendi R

Community
10 November 2024 23:40
1. Kelainan Akibat Aneusomi pada Manusia
Aneusomi adalah kondisi di mana jumlah kromosom dalam sel tubuh seseorang tidak sesuai dengan jumlah normal, yaitu 46 kromosom (23 pasang). Kelainan ini dapat terjadi karena adanya kehilangan atau penambahan kromosom tertentu. Beberapa contoh kelainan aneusomi pada manusia adalah:
Sindrom Down (Trisomi 21): Terjadi penambahan kromosom pada pasangan kromosom ke-21, sehingga individu dengan sindrom ini memiliki 47 kromosom (bukan 46). Hal ini menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik dan intelektual, serta beberapa kelainan jantung dan sistem tubuh lainnya.
Sindrom Turner (Monosomi X): Terjadi kehilangan satu kromosom X, sehingga individu wanita dengan sindrom ini hanya memiliki satu kromosom X (45 kromosom). Ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, infertilitas, dan beberapa kelainan fisik seperti leher yang lebar atau pembengkakan tangan dan kaki.
Sindrom Klinefelter (Trisomi XXY): Laki-laki dengan sindrom ini memiliki dua kromosom X dan satu kromosom Y, total 47 kromosom. Hal ini dapat menyebabkan karakteristik fisik seperti ukuran tubuh yang lebih tinggi, perkembangan payudara, dan infertilitas.
Kariotip untuk Sindrom Down:
Gambar kariotip untuk Sindrom Down menunjukkan adanya tiga kromosom nomor 21, sehingga totalnya 47 kromosom.
Kariotip untuk Sindrom Turner:
Kariotip sindrom Turner menunjukkan satu kromosom X tanpa pasangan kromosom X atau Y (45,X).
Kariotip untuk Sindrom Klinefelter:
Kariotip sindrom Klinefelter menunjukkan dua kromosom X dan satu kromosom Y (47,XXY).
2. Gagal Berpisah Kromosom (Nondisjunction) pada Spermatogenesis
Nondisjunction adalah peristiwa kegagalan kromosom untuk berpisah dengan benar selama proses meiosis, yang bisa terjadi baik pada meiosis I atau meiosis II.
Meiosis I: Jika terjadi nondisjunction pada meiosis I, kromosom homolog (pasangan kromosom) tidak terpisah, sehingga dua sel anak akan menerima jumlah kromosom yang berlebihan, sementara dua sel lainnya akan kekurangan kromosom. Ini bisa menghasilkan gamet dengan 24 kromosom atau 22 kromosom (bukannya 23).
Meiosis II: Jika nondisjunction terjadi pada meiosis II, kromatid saudara tidak terpisah dengan benar. Dalam hal ini, satu sel anak akan menerima dua kromatid yang sama, sementara sel lainnya akan kekurangan kromatid. Sebagai hasilnya, terdapat kemungkinan gamet yang memiliki 24 kromosom atau 22 kromosom.
Akibat kegagalan ini, anak yang dihasilkan dapat mengalami kelainan kromosom yang mengarah pada gangguan perkembangan atau masalah kesehatan tertentu.
· 0.0 (0)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!