Prettis P

29 September 2023 14:12

Iklan

Prettis P

29 September 2023 14:12

Pertanyaan

1. Apakah jenis jamur penicillium camemberti dapat digunakan dalam bidang kesehatan? apa saja? 2. Apa jenis lumut yang dapat dijadikan sumber bahan baku penyakit kanker hati/sirosis? 3. Mengapa carallous linnaeus mengklasifikasikan tanaman spermatophyta? 4. Mengapa pada tanaman angiospermae fase sporofitnya lebih dominan?

1. Apakah jenis jamur penicillium camemberti dapat digunakan dalam bidang kesehatan?  apa saja?

2. Apa jenis lumut yang dapat dijadikan sumber bahan baku penyakit kanker hati/sirosis?

3. Mengapa carallous linnaeus mengklasifikasikan tanaman spermatophyta?

4. Mengapa pada tanaman angiospermae fase sporofitnya lebih dominan?

 

 

 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

17

:

25

:

34

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Roboguru R

29 September 2023 20:34

Jawaban terverifikasi

1. Ya, Penicillium camemberti biasanya digunakan dalam pembuatan keju, tapi juga bisa digunakan dalam bidang kesehatan, misalnya dalam produksi antibiotik penicillin. 2. Lumut kerak (Usnea sp.) telah diteliti sebagai potensi bahan baku obat kanker, termasuk kanker hati. 3. Carallous Linnaeus mengklasifikasikan tanaman spermatophyta berdasarkan struktur bijinya yang mengandung benih. 4. Fase sporofit pada tanaman angiospermae lebih dominan karena fase ini lebih adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan, memungkinkan tanaman bertahan hidup dan bereproduksi dengan lebih efektif.


Iklan

Haris J

30 September 2023 04:23

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Penicillium camemberti</strong> — Penicillium camemberti, yang terkenal karena perannya dalam pembuatan keju, juga memiliki potensi aplikasi kesehatan karena produksi penisilin dan metabolit sekunder lainnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi, membuatnya menarik dalam pengembangan obat baru. Penelitian berkelanjutan sedang dilakukan untuk lebih memahami mekanisme tepat dari sifat-sifat ini dan untuk menjelajahi potensi aplikasi dalam pengobatan berbagai penyakit.</p><p><br>&nbsp;</p><p><strong>Lumut Medisinal</strong> — Berbagai jenis lumut telah diidentifikasi sebagai sumber potensial pengobatan untuk penyakit hati. Misalnya, Marchantia polymorpha, lumut hati yang umum, mengandung senyawa bernama marchantin A, yang telah menunjukkan sifat anticancer dalam studi laboratorium. Demikian pula, Radula marginata mengandung asam perrottetinenic, senyawa yang mirip dengan THC yang ditemukan dalam cannabis, yang mungkin memiliki efek terapeutik potensial. Senyawa bioaktif dalam lumut ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan sel kanker dan mengurangi peradangan, membuat mereka berharga bagi peneliti yang mencari pengobatan baru untuk penyakit hati.</p><p><br>&nbsp;</p><p><strong>Klasifikasi Linnaeus &amp; Spermatophyta</strong> — Carolus Linnaeus mengembangkan sistem klasifikasi yang masih banyak digunakan dalam botani hari ini. Dia mengklasifikasikan tanaman ke dalam kelompok yang berbeda berdasarkan struktur reproduksi mereka. Kelompok Spermatophyta, juga dikenal sebagai tanaman biji, ditandai oleh kemampuan mereka untuk menghasilkan biji. Kelompok ini mencakup gymnosperma dan angiosperma. Klasifikasi Linnaeus revolusioner pada saat itu karena memungkinkan cara yang lebih sistematis dan terorganisir untuk mengategorikan keragaman besar kehidupan tumbuhan.</p><p><br>&nbsp;</p><p><strong>Fase Sporofitik dalam Angiosperma</strong> — Dalam angiosperma, atau tanaman berbunga, fase sporofitik mendominasi. Ini berarti bahwa tanaman menghabiskan sebagian besar siklus hidupnya dalam fase ini, yang diploid dan mampu reproduksi seksual. Dominasi fase sporofitik mungkin disebabkan oleh beberapa keuntungan evolusi. Untuk satu hal, menjadi diploid memungkinkan keragaman genetik yang lebih besar, yang dapat meningkatkan kemampuan tanaman untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah. Selain itu, fase sporofitik mencakup pembentukan bunga dan biji, yang sangat penting untuk reproduksi dan penyebaran.</p><p><br>&nbsp;</p>

Penicillium camemberti — Penicillium camemberti, yang terkenal karena perannya dalam pembuatan keju, juga memiliki potensi aplikasi kesehatan karena produksi penisilin dan metabolit sekunder lainnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi, membuatnya menarik dalam pengembangan obat baru. Penelitian berkelanjutan sedang dilakukan untuk lebih memahami mekanisme tepat dari sifat-sifat ini dan untuk menjelajahi potensi aplikasi dalam pengobatan berbagai penyakit.


 

Lumut Medisinal — Berbagai jenis lumut telah diidentifikasi sebagai sumber potensial pengobatan untuk penyakit hati. Misalnya, Marchantia polymorpha, lumut hati yang umum, mengandung senyawa bernama marchantin A, yang telah menunjukkan sifat anticancer dalam studi laboratorium. Demikian pula, Radula marginata mengandung asam perrottetinenic, senyawa yang mirip dengan THC yang ditemukan dalam cannabis, yang mungkin memiliki efek terapeutik potensial. Senyawa bioaktif dalam lumut ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan sel kanker dan mengurangi peradangan, membuat mereka berharga bagi peneliti yang mencari pengobatan baru untuk penyakit hati.


 

Klasifikasi Linnaeus & Spermatophyta — Carolus Linnaeus mengembangkan sistem klasifikasi yang masih banyak digunakan dalam botani hari ini. Dia mengklasifikasikan tanaman ke dalam kelompok yang berbeda berdasarkan struktur reproduksi mereka. Kelompok Spermatophyta, juga dikenal sebagai tanaman biji, ditandai oleh kemampuan mereka untuk menghasilkan biji. Kelompok ini mencakup gymnosperma dan angiosperma. Klasifikasi Linnaeus revolusioner pada saat itu karena memungkinkan cara yang lebih sistematis dan terorganisir untuk mengategorikan keragaman besar kehidupan tumbuhan.


 

Fase Sporofitik dalam Angiosperma — Dalam angiosperma, atau tanaman berbunga, fase sporofitik mendominasi. Ini berarti bahwa tanaman menghabiskan sebagian besar siklus hidupnya dalam fase ini, yang diploid dan mampu reproduksi seksual. Dominasi fase sporofitik mungkin disebabkan oleh beberapa keuntungan evolusi. Untuk satu hal, menjadi diploid memungkinkan keragaman genetik yang lebih besar, yang dapat meningkatkan kemampuan tanaman untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah. Selain itu, fase sporofitik mencakup pembentukan bunga dan biji, yang sangat penting untuk reproduksi dan penyebaran.


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Ciri ciri vertebrata yang hanya dimiliki oleh Aves adalah

46

4.8

Jawaban terverifikasi