Lavenn L

26 Mei 2024 10:31

Iklan

Lavenn L

26 Mei 2024 10:31

Pertanyaan

"Setelah dewasa, barulah Ali berkesempatan mengikuti kursus" Jenis konjungsi pada kalimat tersebut adalah.... a. koordinatif b. subordinatif C. korelatif d. antarkalimat e. antarparagraf

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

10

:

58

:

49

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Celine G

26 Mei 2024 11:00

Jawaban terverifikasi

<p>Konjungsi atau kata sambung adalah penghubung kata-kata, ungkapan-ungkapan atau kalimat-kalimat dan sebagainya yang tidak memiliki tujuan atau maksud lain. Konjungsi juga merupakan kata penghubung yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih kalimat.&nbsp;</p><p>Ciri - Ciri:</p><ul><li>Tidak dapat dihubungkan dengan objek</li><li>Tidak menerangkan kata</li><li>Hanya menghubungkan kata-kata atau kalimat-kalimat</li><li>Tidak bisa ditaruh di akhir kalimat.</li></ul><p>Macam - macam konjungsi:</p><p>Konjungsi terbagi dua, yakni konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif.&nbsp;</p><ul><li>Konjungsi koordinatif menyambungkan kalimat setara, yang bisa berdiri sendiri apabila kata sambung dihilangkan.</li></ul><p><strong>Contoh Konjungsi Koordinatif dan Maknanya</strong></p><ol><li><strong>dan</strong>: sebagai penanda hubungan penambahan</li><li><strong>atau</strong>: sebagai penanda hubungan pemilihan</li><li><strong>melainkan</strong>: sebagai penanda hubungan perlawanan</li><li><strong>padahal</strong>: sebagai penanda hubungan pertentangan</li><li><strong>sedangkan</strong>: sebagai penanda hubungan pertentangan</li><li><strong>serta</strong>: sebagai penanda hubungan pendampingan</li><li><strong>tetapi</strong>: sebagai penanda hubungan perlawanan</li><li><strong>dan/atau</strong>: sebagai penanda hubungan jumlah atau pilihan</li></ol><p>&nbsp;</p><ul><li>Konjungsi subordinatif menyambungkan kalimat tidak setara, yang tidak bisa berdiri sendiri.</li></ul><p>a. Konjungsi Subordinatif Waktu atau Temporal</p><ul><li>menunjukkan awal peristiwa: sejak, sedari, semenjak</li><li>menunjukkan awal suatu peristiwa yang ditandai dengan peristiwa lain: begitu, demi, ketika, sambil, selagi, selama, sementara, seraya, tatkala, sewaktu</li><li>menunjukkan awal suatu peristiwa yang didahului dengan peristiwa lain: setelah, sebelum, sehabis, selesai, sesudah, seusai</li><li>menunjukkan lamanya suatu peristiwa yang ditandai dengan peristiwa tertentu: hingga, sampai</li></ul><p>&nbsp;</p><p>b. Konjungsi Subordinatif Syarat</p><p>Apabila, asalkan, jika, asalkan, jikalau, kalau, manakala.</p><p>&nbsp;</p><p>c. Konjungsi Subordinatif Pengandaian</p><p>Andaikan, seandainya, sekiranya, seumpamanya, andai kata.</p><p>&nbsp;</p><p>d. Konjungsi Subordinatif Tujuan</p><p>Untuk, supaya, agar, biar.</p><p>&nbsp;</p><p>e. Konjungsi Subordinatif Konsesif</p><p>Biarpun, kendatipun, meskipun, walaupun, sekalipun, sungguhpun.</p><p>&nbsp;</p><p>f. Konjungsi Subordinatif Pembandingan</p><p>Alih-alih, daripada, ibarat, laksana, seakan-akan, sebagai, sebagaimana, seolah-olah, seperti</p><p>&nbsp;</p><p>g. Konjungsi Subordinatif Sebab</p><p>Sebab, karena, oleh sebab, dan oleh karena.</p><p>&nbsp;</p><p>h. Konjungsi Subordinatif Hasil</p><p>Sehingga, sampai(-sampai), dan maka(nya).</p><p>&nbsp;</p><p>i. Konjungsi Subordinatif Alat</p><p>Kata-kata dari konjungsi ini adalah dengan (menggunakan) dan tanpa (menggunakan).</p><p>&nbsp;</p><p>j. Konjungsi Subordinatif Cara</p><p>Kata-kata yang termasuk konjungsi ini sama dengan yang ada di dalam konjungsi subordinatif alat, yaitu dengan dan tanpa.</p><p>&nbsp;</p><p>k. Konjungsi Subordinatif Komplementasi</p><p>Bahwa.</p><p>&nbsp;</p><p>i. Konjungsi Subordinatif Atributif</p><p>Yang.</p><p>&nbsp;</p><p>m. Konjungsi Subordinatif Perbandingan</p><p>Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah&nbsp; … sama … dengan; … lebih … dari ….</p><p>&nbsp;</p><p>Berdasarkan sintaksis dalam kalimat, konjungsi dibagi ke dalam empat macam yaitu konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, dan konjungsi antarkalimat.</p><p>&nbsp;</p><p>Contoh Konjungsi Antar Kalimat:</p><ul><li>Biarpun demikian,</li><li>Biarpun begitu,</li><li>Sekalipun demikian,</li><li>Sekalipun begitu,</li><li>Walaupun demikian,</li><li>Walaupun begitu,</li><li>Meskipun demikian,</li><li>Meskipun begitu,</li><li>Sungguhpun demikian,</li><li>Sungguhpun begitu,</li></ul><p>&nbsp;</p><p>b. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan kelanjutan dari peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya</p><ul><li>Kemudian,</li><li>Sesudah itu,</li><li>Setelah itu,</li><li>Selanjutnya,</li><li>Berikutnya,</li></ul><p>&nbsp;</p><p>c. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar yang telah dinyatakan sebelumnya</p><ul><li>Tambahan pula,</li><li>Lagi pula,</li><li>Selain itu,</li></ul><p>&nbsp;</p><p>d. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya</p><ul><li>Sebaliknya,</li></ul><p>&nbsp;</p><p>e. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan keadaan sebenarnya</p><ul><li>Sesungguhnya,</li><li>Bahwasanya,</li></ul><p>&nbsp;</p><p>f. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya</p><ul><li>Malah,</li><li>Bahkan,</li></ul><p>&nbsp;</p><p>g. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya</p><ul><li>Akan tetapi,</li><li>Namun,</li></ul><p>&nbsp;</p><p>h. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan keeksklusifan dan keinklusifan</p><ul><li>Kecuali itu,</li><li>Di samping itu,</li></ul><p>&nbsp;</p><p>i. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan konsekuensi</p><ul><li>Dengan demikian,</li></ul><p>&nbsp;</p><p>h. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan akibat</p><ul><li>Oleh karena itu,</li><li>Oleh sebab itu,</li></ul><p>&nbsp;</p><p>i. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya.</p><ul><li>Sebelum itu,</li></ul><p>&nbsp;</p><p>5. Konjungsi Antarparagraf</p><p>Konjungsi antarparagraf bisa dibedakan berdasarkan fungsinya. Kata hubung antarparagraf yang termasuk kelompok ini antara lain:</p><ol><li>Kata penghubung yang menyatakan tambahan pada sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya (di samping itu, demikian juga, tambahan lagi).&nbsp;</li><li>Kata penghubung menyatakan pertentangan dengan sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya (bagaimanapun juga, sebaliknya, namun).&nbsp;</li><li>Kata penghubung yang menyatakan perbandingan (sebagaimana, sama halnya).</li><li>Kata penghubung yang menyatakan akibat atau hasil (oleh karena itu, jadi akibatnya).&nbsp;</li><li>Kata penghubung yang menyatakan tujuan (untuk itulah, untuk maksud itu).&nbsp;</li><li>Kata penghubung yang menyatakan intensifikasi (ringkasnya, pada intinya).&nbsp;</li><li>Kata penghubung yang menyatakan waktu (kemudian, sementara itu).&nbsp;</li><li>Kata penghubung yang menyatakan tempat (di sinilah, berdampingan dengan).</li></ol><p>&nbsp;</p><p><strong>Berdasarkan penjelasan di atas, jawaban yang paling tepat adalah b. subordinatif</strong></p>

Konjungsi atau kata sambung adalah penghubung kata-kata, ungkapan-ungkapan atau kalimat-kalimat dan sebagainya yang tidak memiliki tujuan atau maksud lain. Konjungsi juga merupakan kata penghubung yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih kalimat. 

Ciri - Ciri:

  • Tidak dapat dihubungkan dengan objek
  • Tidak menerangkan kata
  • Hanya menghubungkan kata-kata atau kalimat-kalimat
  • Tidak bisa ditaruh di akhir kalimat.

Macam - macam konjungsi:

Konjungsi terbagi dua, yakni konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif. 

  • Konjungsi koordinatif menyambungkan kalimat setara, yang bisa berdiri sendiri apabila kata sambung dihilangkan.

Contoh Konjungsi Koordinatif dan Maknanya

  1. dan: sebagai penanda hubungan penambahan
  2. atau: sebagai penanda hubungan pemilihan
  3. melainkan: sebagai penanda hubungan perlawanan
  4. padahal: sebagai penanda hubungan pertentangan
  5. sedangkan: sebagai penanda hubungan pertentangan
  6. serta: sebagai penanda hubungan pendampingan
  7. tetapi: sebagai penanda hubungan perlawanan
  8. dan/atau: sebagai penanda hubungan jumlah atau pilihan

 

  • Konjungsi subordinatif menyambungkan kalimat tidak setara, yang tidak bisa berdiri sendiri.

a. Konjungsi Subordinatif Waktu atau Temporal

  • menunjukkan awal peristiwa: sejak, sedari, semenjak
  • menunjukkan awal suatu peristiwa yang ditandai dengan peristiwa lain: begitu, demi, ketika, sambil, selagi, selama, sementara, seraya, tatkala, sewaktu
  • menunjukkan awal suatu peristiwa yang didahului dengan peristiwa lain: setelah, sebelum, sehabis, selesai, sesudah, seusai
  • menunjukkan lamanya suatu peristiwa yang ditandai dengan peristiwa tertentu: hingga, sampai

 

b. Konjungsi Subordinatif Syarat

Apabila, asalkan, jika, asalkan, jikalau, kalau, manakala.

 

c. Konjungsi Subordinatif Pengandaian

Andaikan, seandainya, sekiranya, seumpamanya, andai kata.

 

d. Konjungsi Subordinatif Tujuan

Untuk, supaya, agar, biar.

 

e. Konjungsi Subordinatif Konsesif

Biarpun, kendatipun, meskipun, walaupun, sekalipun, sungguhpun.

 

f. Konjungsi Subordinatif Pembandingan

Alih-alih, daripada, ibarat, laksana, seakan-akan, sebagai, sebagaimana, seolah-olah, seperti

 

g. Konjungsi Subordinatif Sebab

Sebab, karena, oleh sebab, dan oleh karena.

 

h. Konjungsi Subordinatif Hasil

Sehingga, sampai(-sampai), dan maka(nya).

 

i. Konjungsi Subordinatif Alat

Kata-kata dari konjungsi ini adalah dengan (menggunakan) dan tanpa (menggunakan).

 

j. Konjungsi Subordinatif Cara

Kata-kata yang termasuk konjungsi ini sama dengan yang ada di dalam konjungsi subordinatif alat, yaitu dengan dan tanpa.

 

k. Konjungsi Subordinatif Komplementasi

Bahwa.

 

i. Konjungsi Subordinatif Atributif

Yang.

 

m. Konjungsi Subordinatif Perbandingan

Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah  … sama … dengan; … lebih … dari ….

 

Berdasarkan sintaksis dalam kalimat, konjungsi dibagi ke dalam empat macam yaitu konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, dan konjungsi antarkalimat.

 

Contoh Konjungsi Antar Kalimat:

  • Biarpun demikian,
  • Biarpun begitu,
  • Sekalipun demikian,
  • Sekalipun begitu,
  • Walaupun demikian,
  • Walaupun begitu,
  • Meskipun demikian,
  • Meskipun begitu,
  • Sungguhpun demikian,
  • Sungguhpun begitu,

 

b. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan kelanjutan dari peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya

  • Kemudian,
  • Sesudah itu,
  • Setelah itu,
  • Selanjutnya,
  • Berikutnya,

 

c. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar yang telah dinyatakan sebelumnya

  • Tambahan pula,
  • Lagi pula,
  • Selain itu,

 

d. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya

  • Sebaliknya,

 

e. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan keadaan sebenarnya

  • Sesungguhnya,
  • Bahwasanya,

 

f. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya

  • Malah,
  • Bahkan,

 

g. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya

  • Akan tetapi,
  • Namun,

 

h. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan keeksklusifan dan keinklusifan

  • Kecuali itu,
  • Di samping itu,

 

i. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan konsekuensi

  • Dengan demikian,

 

h. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan akibat

  • Oleh karena itu,
  • Oleh sebab itu,

 

i. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya.

  • Sebelum itu,

 

5. Konjungsi Antarparagraf

Konjungsi antarparagraf bisa dibedakan berdasarkan fungsinya. Kata hubung antarparagraf yang termasuk kelompok ini antara lain:

  1. Kata penghubung yang menyatakan tambahan pada sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya (di samping itu, demikian juga, tambahan lagi). 
  2. Kata penghubung menyatakan pertentangan dengan sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya (bagaimanapun juga, sebaliknya, namun). 
  3. Kata penghubung yang menyatakan perbandingan (sebagaimana, sama halnya).
  4. Kata penghubung yang menyatakan akibat atau hasil (oleh karena itu, jadi akibatnya). 
  5. Kata penghubung yang menyatakan tujuan (untuk itulah, untuk maksud itu). 
  6. Kata penghubung yang menyatakan intensifikasi (ringkasnya, pada intinya). 
  7. Kata penghubung yang menyatakan waktu (kemudian, sementara itu). 
  8. Kata penghubung yang menyatakan tempat (di sinilah, berdampingan dengan).

 

Berdasarkan penjelasan di atas, jawaban yang paling tepat adalah b. subordinatif


Iklan

Kevin L

Gold

26 Mei 2024 10:47

Jawaban terverifikasi

【Penjelasan】: Konjungsi adalah kata atau gabungan kata yang digunakan untuk menghubungkan kata, frasa, atau klausa / kalimat yang memiliki kedudukan sejajar atau merentasi, sehingga menghasilkan kalimat yang lebih bermakna dan informatif. Di Indonesia, konjungsi di klasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu konjungsi koordinatif, subordinatif (jika salah satu klausa bergantung kepada klausa lainnya) korelatif dan disjunktif (Penghubung yang menghubungkan kalimat, klausa atau frasa lain yang terdepak dan tidak sejajalan). Kata 'setelah' dalam context soal di atas merupakan konjungsi yang digunakan untuk menunjukkan suatu keadaan atau peristiwa yang terjadi setelah peristiwa lain selesai terlebih dahulu. Dalam bahasa Indonesia, "setelah" adalah salah satu dari sekian banyak konjungsi waktu dan termasuk ke dalam jenis konjungsi subordinatif. 【Jawaban】:b. subordinatif


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Cermatilah puisi " Aku " Karya CHAIRIL ANWAR benkut ini! Aku Kalau sampai waktuku Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak pertu sedu sedan itu Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Tema puisi di atas adalah.... A. ketekunan dan kemauan seseorang dalam memperjuangan hak dirinya B. kemauan untuk hidup tenang tanpa beban C. kegigihan sesorang dalam mendapatkan cinta sejati D. seseorang yang tidak mau diganggu oleh siapapun E. kepasrahan kepada keadaan yang sedang terjadi

5

5.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

4

5.0

Jawaban terverifikasi