Reika A

12 November 2023 12:22

Iklan

Reika A

12 November 2023 12:22

Pertanyaan

"Sebuah pabrik karet mengembangkan tanaman karet dengan daun lebar dan daun sempit. Daun lebar merupakan sifat dominan (D) dan daun sempit merupakan sifat resesif (d). Jika pabrik tersebut melakukan persilangan antara tanaman karet dengan daun lebar heterozigot dan daun sempit homozigot, tentukanlah perbandingan fenotipe dan genotipe keturunan pertama (F1) dan keturunan kedua (F2) dari persilangan tersebut.” Jelaskan bagaimana Anda menyelesaikan soal tersebut dengan langkah-langkah yang jelas

"Sebuah pabrik karet mengembangkan tanaman karet dengan daun lebar dan daun sempit. Daun lebar merupakan sifat dominan (D) dan daun sempit merupakan sifat resesif (d). Jika pabrik tersebut melakukan persilangan antara tanaman karet dengan daun lebar heterozigot dan daun sempit homozigot, tentukanlah perbandingan fenotipe dan genotipe keturunan pertama (F1) dan keturunan kedua (F2) dari persilangan tersebut.” Jelaskan bagaimana Anda menyelesaikan soal tersebut dengan langkah-langkah yang jelas

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

12

:

10

:

48

Klaim

3

1


Iklan

Rendi R

Community

10 November 2024 22:58

<p>Langkah 1: Menentukan Genotipe Induk</p><ol><li>Sifat <strong>daun lebar</strong> adalah dominan, dilambangkan dengan <strong>D</strong>, dan <strong>daun sempit</strong> adalah resesif, dilambangkan dengan <strong>d</strong>.</li><li>Tanaman karet dengan daun lebar heterozigot memiliki genotipe <strong>Dd</strong>.</li><li>Tanaman karet dengan daun sempit homozigot memiliki genotipe <strong>dd</strong>.</li></ol><p>Jadi, persilangan ini adalah antara <strong>Dd</strong> (tanaman dengan daun lebar heterozigot) dan <strong>dd</strong> (tanaman dengan daun sempit homozigot).</p><p>Langkah 2: Menentukan Keturunan Pertama (F1)</p><p>Untuk keturunan pertama, kita lihat semua kemungkinan kombinasi alel dari kedua induk tersebut:</p><ul><li>Dari induk pertama (Dd), kita punya dua alel: <strong>D</strong> dan <strong>d</strong>.</li><li>Dari induk kedua (dd), kita punya dua alel: <strong>d</strong> dan <strong>d</strong>.</li></ul><p>Kombinasi yang mungkin dari persilangan ini adalah:</p><ol><li>D dari induk pertama bertemu d dari induk kedua, menghasilkan <strong>Dd</strong>.</li><li>D dari induk pertama bertemu d dari induk kedua, menghasilkan <strong>Dd</strong>.</li><li>d dari induk pertama bertemu d dari induk kedua, menghasilkan <strong>dd</strong>.</li><li>d dari induk pertama bertemu d dari induk kedua, menghasilkan <strong>dd</strong>.</li></ol><p>Sehingga, keturunan F1 memiliki:</p><ul><li>Genotipe <strong>Dd</strong> (daun lebar) sebanyak 2 individu</li><li>Genotipe <strong>dd</strong> (daun sempit) sebanyak 2 individu</li></ul><p><strong>Perbandingan fenotipe F1</strong> (daun lebar : daun sempit) = <strong>1 : 1</strong><br><strong>Perbandingan genotipe F1</strong> (Dd : dd) = <strong>1 : 1</strong></p><p>Langkah 3: Menentukan Keturunan Kedua (F2)</p><p>Keturunan kedua (F2) diperoleh dari persilangan antara dua individu heterozigot <strong>Dd</strong> dari F1.</p><p>Kemungkinan kombinasi alel dari persilangan Dd × Dd adalah:</p><ol><li>D dari induk pertama bertemu D dari induk kedua, menghasilkan <strong>DD</strong>.</li><li>D dari induk pertama bertemu d dari induk kedua, menghasilkan <strong>Dd</strong>.</li><li>d dari induk pertama bertemu D dari induk kedua, menghasilkan <strong>Dd</strong>.</li><li>d dari induk pertama bertemu d dari induk kedua, menghasilkan <strong>dd</strong>.</li></ol><p>Sehingga, keturunan F2 memiliki:</p><ul><li>Genotipe <strong>DD</strong> (daun lebar) sebanyak 1 individu</li><li>Genotipe <strong>Dd</strong> (daun lebar) sebanyak 2 individu</li><li>Genotipe <strong>dd</strong> (daun sempit) sebanyak 1 individu</li></ul><p><strong>Perbandingan fenotipe F2</strong> (daun lebar : daun sempit) = <strong>3 : 1</strong><br><strong>Perbandingan genotipe F2</strong> (DD : Dd : dd) = <strong>1 : 2 : 1</strong></p><p>Kesimpulan</p><p><strong>Keturunan Pertama (F1):</strong></p><ul><li>Perbandingan fenotipe (daun lebar : daun sempit) = <strong>1 : 1</strong></li><li>Perbandingan genotipe (Dd : dd) = <strong>1 : 1</strong></li></ul><p><strong>Keturunan Kedua (F2):</strong></p><ul><li>Perbandingan fenotipe (daun lebar : daun sempit) = <strong>3 : 1</strong></li><li>Perbandingan genotipe (DD : Dd : dd) = <strong>1 : 2 : 1</strong></li></ul>

Langkah 1: Menentukan Genotipe Induk

  1. Sifat daun lebar adalah dominan, dilambangkan dengan D, dan daun sempit adalah resesif, dilambangkan dengan d.
  2. Tanaman karet dengan daun lebar heterozigot memiliki genotipe Dd.
  3. Tanaman karet dengan daun sempit homozigot memiliki genotipe dd.

Jadi, persilangan ini adalah antara Dd (tanaman dengan daun lebar heterozigot) dan dd (tanaman dengan daun sempit homozigot).

Langkah 2: Menentukan Keturunan Pertama (F1)

Untuk keturunan pertama, kita lihat semua kemungkinan kombinasi alel dari kedua induk tersebut:

  • Dari induk pertama (Dd), kita punya dua alel: D dan d.
  • Dari induk kedua (dd), kita punya dua alel: d dan d.

Kombinasi yang mungkin dari persilangan ini adalah:

  1. D dari induk pertama bertemu d dari induk kedua, menghasilkan Dd.
  2. D dari induk pertama bertemu d dari induk kedua, menghasilkan Dd.
  3. d dari induk pertama bertemu d dari induk kedua, menghasilkan dd.
  4. d dari induk pertama bertemu d dari induk kedua, menghasilkan dd.

Sehingga, keturunan F1 memiliki:

  • Genotipe Dd (daun lebar) sebanyak 2 individu
  • Genotipe dd (daun sempit) sebanyak 2 individu

Perbandingan fenotipe F1 (daun lebar : daun sempit) = 1 : 1
Perbandingan genotipe F1 (Dd : dd) = 1 : 1

Langkah 3: Menentukan Keturunan Kedua (F2)

Keturunan kedua (F2) diperoleh dari persilangan antara dua individu heterozigot Dd dari F1.

Kemungkinan kombinasi alel dari persilangan Dd × Dd adalah:

  1. D dari induk pertama bertemu D dari induk kedua, menghasilkan DD.
  2. D dari induk pertama bertemu d dari induk kedua, menghasilkan Dd.
  3. d dari induk pertama bertemu D dari induk kedua, menghasilkan Dd.
  4. d dari induk pertama bertemu d dari induk kedua, menghasilkan dd.

Sehingga, keturunan F2 memiliki:

  • Genotipe DD (daun lebar) sebanyak 1 individu
  • Genotipe Dd (daun lebar) sebanyak 2 individu
  • Genotipe dd (daun sempit) sebanyak 1 individu

Perbandingan fenotipe F2 (daun lebar : daun sempit) = 3 : 1
Perbandingan genotipe F2 (DD : Dd : dd) = 1 : 2 : 1

Kesimpulan

Keturunan Pertama (F1):

  • Perbandingan fenotipe (daun lebar : daun sempit) = 1 : 1
  • Perbandingan genotipe (Dd : dd) = 1 : 1

Keturunan Kedua (F2):

  • Perbandingan fenotipe (daun lebar : daun sempit) = 3 : 1
  • Perbandingan genotipe (DD : Dd : dd) = 1 : 2 : 1

Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Ciri ciri vertebrata yang hanya dimiliki oleh Aves adalah

51

4.8

Jawaban terverifikasi