Andy D

30 Mei 2022 23:30

Iklan

Iklan

Andy D

30 Mei 2022 23:30

Pertanyaan

(1) Kita harus pandai mengatur keuangan. (2) Membiasakan diri menabung sangat baik (3) Menabung dapat kita lakukan di mana saja. (4) Kita utamakan yang lebih penting sehingga tidak boros. Kalimat-kalimat tersebut akan menjadi sebuah paragraf yang baik bila disusun dengan urutan ... a. (1), (2), (3), (4) b. (2), (3), (4), (1) c. (3), (4), (1), (2) d. (4), (3), (2), (1)


104

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

F. Siregar

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Medan

31 Mei 2022 16:17

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang tepat adalah B. Perhatikan penjelasan berikut, ya. Kalimat acak adalah kalimat lepas yang dapat dijadikan paragraf yang padu dengan cara mendahulukan kalimat utama kemudian diikuti kalimat penjelas yang diurutkan secara logis dan berhubungan satu dengan yang lain. Cara mengurutkan kalimat acak menjadi paragraf yang padu adalah sebagai berikut. 1. Baca keseluruhan kalimat acak dengan saksama. 2. Pilihlah kalimat yang bersifat umum dan memuat gagasan utama. 3. Perhatikan penanda wacana dan kata penghubung yang menunjukkan hubungan logis antarkalimat. 4. Susunlah kalimat menjadi rangkaian paragraf padu. Berdasarkan penjelasan di atas, kalimat-kalimat tersebut akan menjadi sebuah paragraf yang baik bila disusun dengan urutan (2), (3), (4), (1). Susunan paragraf yang baik adalah: (2) Membiasakan diri menabung sangat baik (3) Menabung dapat kita lakukan di mana saja. (4) Kita utamakan yang lebih penting sehingga tidak boros. (1) Kita harus pandai mengatur keuangan. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.


Iklan

Iklan

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bacalah kutipan buku nonfiksi berikut! Puputan Upacara puputan atau dhautan bagi masyarakat Jawa merupakan upacara yang dilakukan dalam rangkaian upacara kelahiran seorang anak. Upacara ini dilaksanakan pada sore hari ketika tali pusar si bayi telah putus atau lepas (puput atau dhaut berarti lepas). Waktu yang diperlukan untuk penyelenggaraan puputan tidak dapat ditentukan secara pasti Hal ini bergantung kepada lama tidaknya tali pusar si bayi lepas dengan sendirinya. Tali pusar si bayi dapat putus sebelum seminggu bahkan lebih dari seminggu sejak kelahiran. Keluarga si bayi harus siap mengadakan upacara puputan jika sewaktu- waktu tali pusar tersebut putus. Upacara ini diselenggarakan dengan mengadakan kenduri atau selamatan yang dihadiri oleh kerabat dan tetangga terdekat. Sesajian (makanan) yang disediakan dalam upacara puputan, antara lain nasi gudangan yang terdiri atas nasi dengan lauk-pauk, sayur-mayur dan parutan kelapa, bubur merah, bubur putih, dan jajan pasar. Upacara puputan biasanya ditandai dengan dipasangnya sawuran (bawang merah, dlingo bengle yang dimasukkan ke ketupat), dan aneka macam duri kemarung di sudut- sudut kamar bayi. Selain sawuran dipasang juga daun nanas yang diberi warna hitam putih (bergaris-garis), daun apa-apa, awar-awar, girang, dan duri kemarung. Di halaman rumah dipasang tumbak sewu, yaitu sapu lidi yang didirikan dengan tegak. Di tempat tidur si bayi diletakkan benda-benda tajam seperti pisau dan gunting. Dalam upacara puputan dhautan terdapat makna atau lambang atau yang tersirat dalam makanan dan alat yang digunakan tersebut. Sumber: Maryani, Indonesia nan Indah: Upacara Adat, Semarang. Alprin, 2019 Buatlah rangkuman isi kutipan buku nonfiksi tersebut!

600

0.0

Jawaban terverifikasi