Lulu L

13 Juli 2022 08:23

Iklan

Lulu L

13 Juli 2022 08:23

Pertanyaan

Wa Lancar Tokoh : Wa Lancar, Guru 1, Guru 2, Guru 3, Raja, Guru Jahat, Pengawal. Narator : Wa Lancar adalah seorang pemuda *miskin yang ingin sekali memperkaya ilmunya tentang agama. Ayahnya sudah lama meninggal dan ibunya tidak mampu membiayai Wa Lancar sekolah. Ia pun bekerja pada seorang guru dengan harapan guru itu bisa membantunya. Wa Lancar : "Guru, aku ingin sekali belajar banyak tentang agama. Maukah Guru mengajariku?" Guru 1 : "Baiklah, tapi dengan satu syarat! Kamu harus bekerja dulu membantuku!" Wa Lancar : "lya, saya mau!" Narator : Setelah beberapa hari Wa Lancar bekerja, guru memanggil Wa Lancar. Guru 1 : "Saya akan memberimu pelajaran yang sangat penting untuk kamu ketahui." Wa Lancar : "Apakah itu, Guru?" Guru 1 : "Pelajaran itu adalah, kalau sudah lapar, jangan makan!" Wa Lancar : "Hanya itu?" Guru 1 : "lya hanya itu." Narator : Merasa tidak puas, Wa Lancar pun pergi mencari guru lain. Setelah bekerja dengan guru kedua, ia pun dipanggil. Guru 2 : "Saya akan memberimu pelajaran penting, yaitu kalau Ielah berjalan, berhenti." Narator : Masih tidak puas, Wa Lancar mencari guru ketiga. Guru 3 : "Pelajaran paling penting adalah ambil batu, ambil pisau, asah tajam-tajam." Narator : Wa Lancar masih belum puas. Tapi setelah sekian lama belajar agama, Wa Lancar akhirnya menjadi guru agama yang terkenal. Ia pun bertemu dengan guru jahat yang sirik dengan keberhasilannya. Wa Lancar pun difitnah dan dipanggil oleh raja. Raja : "Kamu telah memberi pelajaran yang menyesatkan bagi masyarakat. Kamu saya hukum dan harus menikahi putri saya." Wa Lancar : "Tapi saya tidak bersalah." Raja : "Diam! Kamu bersalah! Pernikahan akan segera dilangsungkan. Putri saya telah menikah tiga kali dan semua suaminya meninggal dengan aneh. Saat ini tidak ada pria mau menikahinya. Sekarang, kamu harus mau menjadi suaminya dengan taruhan nyawamu!" Narator : Saat pesta pernikahan, Wa Lancar bertemu lagi dengan guru jahat. Guru Jahat : "Ayolah Wa Lancar, makanlah yang banyak. Aku tahu perutmu pasti kosong" Narator : Tiba-tiba Wa Lancar ingat pelajaran dari guru pertama, yaitu 'kalau sudah Iapar, jangan makan.' Wa Lancar : "Saya tidak lapar. Silahkan semuanya menikmati makan malam." Guru Jahat : "Kamu *bodoh sekali! Makanan ini enak-enak." Wa Lancar : "Saya tetap tidak mau makan. Silakan tamu lain mengambil jatah makan saya." Narator : Tidak lama kemudian, orang yang makan jatah Wa Lancar sakit perut dan *matii. Ternyata makanan itu mengandung racun. Setelah pesta, guru jahat kembali datang. Guru Jahat : "Raja memberi perintah agar kamu mengambil batu hitam di sungai." Wa Lancar : "Baiklah, saya selalu menuruti perintah raja yang bijaksana." Guru Jahat : "Pergilah bersama pengawal agar kamu selamat." Narator : Di tengah perjalanan, Wa Lancar ingat pelajaran dari guru kedua, yaitu 'kalau Ielah berjalan, berhenti'. Ia pun berhenti berjalan. Wa Lancar : "Pengawal, pergilah kamu terlebih dahulu mengambil batu hitam. Aku akan segera menyusul." Pengawal : "Saya akan menunggu kamu di sungai." Narator : Tidak lama kemudian, terdengar suara pengawal menjerit kesakitan dan meninggal. Ternyata ia terkena ranjau. Wa Lancar mengambil batu hitam lalu kembali ke istana. Ketika ia masuk kamar, ia kembali ingat pelajaran guru ketiga yaitu 'ambil batu, ambil pisau, asah tajam-tajam'. Wa Lancar : "Sebelum tidur, aku akan mengasah pisauku pada batu hitam agar tajam." Narator : Tiba-tiba Wa Lancar menemukan sebuah lipan putih yang mematikan. Ia pun segera menusuk lipan itu hingga *matii. Ternyata lipan inilah yang selama ini membunuh suami-suami sang putri raja. Akhirnya Wa Lancar dan putri raja pun bahagia selamanya. Siapakah tokoh antagonis dan protagonis dalam drama Wa Lancar?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

03

:

03

:

58

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Yuliati

Mahasiswa/Alumni STKIP PGRI PASURUAN

14 Juli 2022 08:54

Jawaban terverifikasi

Tokoh antagonis adalah guru jahat dan protagonis adalah Wa Lancar. Teks drama adalah teks cerita yang dipentaskan di atas panggung yang menceritakan kehidupan melalui adegan tokoh. Drama juga dapat diartikan sebagai cerita atau kisah yang menggambarkan kehidupan atau watak melalui tingkah laku tokoh serta dialog yang dipentaskan. Salah satu unsur drama adalah tokoh dan penokohan. Tokoh adalah pelaku yang terdapat dalam drama. Penokohan adalah sifat atau watak yang melekat pada tokoh. Penokohan terbagi menjadi tiga, yaitu: 1. Protagonis adalah tokoh yang memiliki sifat baik dan merupakan tokoh utama dalam sebuah drama. 2. Antagonis adalah tokoh yang memiliki sifat kebalikan dari protagonis, yaitu bersifat jahat. 3. Tritagonis adalah tokoh penengah. Berdasarkan uraian di atas, tokoh antagonis adalah guru jahat, dibuktikan pada kutipan "Ia pun bertemu dengan guru jahat yang sirik dengan keberhasilannya." dan tokoh protagonis adalah Wa Lancar, dibuktikan pada kutipan "Wa Lancar adalah seorang pemuda *miskin yang ingin sekali memperkaya ilmunya tentang agama." Jadi, tokoh antagonis adalah guru jahat dan protagonis adalah Wa Lancar.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dalam teks eksplanasi, pernyataan umum, isi, dan penutup harus berkaitan dan saling ... . a. memahami b. mendorong c. menggambarkan d. menjelaskan

11

5.0

Jawaban terverifikasi