Moza A

15 Juli 2022 04:23

Iklan

Moza A

15 Juli 2022 04:23

Pertanyaan

ul fc4) pada peristiwa pertama (gb. 1) peluru dengan massa m di tembakkan pada balok yang massanya m dengan kecepatan v, peluru bersarang pada balok dan berayun setinggi h1. pada kejadian lain (gb.2) peluru yang identik di tembakkan pada balok yang identik dengan massa m dengan kecepatan 2 v, peluru bersarang pada balok dan berayun, setinggi h2. dapat disimpulkan tinggi balok berayun h1 dan h2 adalah...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

22

:

55

:

07

Klaim

46

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Y. Frando

17 Agustus 2022 18:05

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang benar adalah 1 : 4. Diketahui: Massa peluru = m Massa balok = m Kondisi 1 vp = v (peluru) vb = nol (balok diam) Ketinggian = h1 Kondisi 2 vp = 2v (peluru) vb = nol (balok diam) Ketinggian = h2 Peluru bersarang pada balok dan berayun pada kondisi 1 dan 2 Ditanya: h1 : h2 = ...? Jawab: Konsep yang kita gunakan adalah tumbukan. Pada kasus tumbukan dimana kedua benda saling bergerak bersama-sama, maka jenis tumbukan ini adalah tumbukan tidak lenting sama sekali. Maka berlaku hukum kekekalan momentum berikut: m1 v1 + m2 v2 = (m1 + m2) v', dengan: m1 dan m2 = massa benda 1 dan 2 (kg) v1 dan v2 = kecepatan benda 1 dan 2 sebelum tumbukan (m/s) v' = kecepatan kedua benda setelah tumbukan (m/s). Dari informasi soal, tinjau masing-masing kondisi sebagai berikut. 1. Kondisi 1 Kecepatan kedua benda setelah tumbukan dinyatakan sebagai berikut. mp vp + mb vb = (mp + mb) v' m (v) + m (0) = (m + m) v' v = 2 x v' v' = v/2. Setelah bertumbukan maka sistem benda akan naik setinggi h1, sehingga berlaku hukum kekekalan energi mekanik sebagai berikut. EM awal = EM akhir EP1 + EK1 = EP2 + EK2 0 + (1/2 x (mp + mb) x v'²) = ((mp + mb) x g x h1) + 0 1/2 x v'² = g x h1 h1 = v'² / (2 x g) h1 = [v/2]² / (2g) h1 = [v² / 4] / (2g) h1 = v²/(8g). 2. Kondisi 2 Kecepatan kedua benda setelah tumbukan dinyatakan sebagai berikut. mp vp + mb vb = (mp + mb) v' m (2v) + m (0) = (m + m) v' 2mv = 2mv' v' = v. Setelah bertumbukan maka sistem benda akan naik setinggi h2, sehingga berlaku hukum kekekalan energi mekanik sebagai berikut. EM awal = EM akhir EP1 + EK1 = EP2 + EK2 0 + (1/2 x (mp + mb) x v'²) = ((mp + mb) x g x h2) + 0 1/2 x v'² = g x h2 h2 = v'² / (2 x g) h2 = [v]² / (2g) h2 = v²/(2g). Maka, perbandingan keduanya adalah: h1 : h2 = v²/(8g) : v²/(2g) h1 : h2 = 1/8 : 1/2 h1 : h2 = 1 : 4. Artinya ketinggian kejadian pertama (h1) lebih kecil dibandingkan kejadian kedua (h2). Jadi, dapat disimpulkan tinggi balok berayun h1 dan h2 adalah 1 : 4.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Pada suhu 15°C kecepatan merambat bunyi di udara 328 m/det. Jika setiap kenaikan 1°C kecepatan merambat bunyi bertambah 0,6 m/det. Tentukan kecepatan merambat bunyi pada suhu 8°C!

37

5.0

Jawaban terverifikasi