Aqilah F

17 September 2020 08:03

Iklan

Aqilah F

17 September 2020 08:03

Pertanyaan

Tuliskanlah 3 kebijakan yang menyengsarakan rakyat indonesia yang dilakukan oleh para penjajah! bisa kasi tau jawaban nya? kasi 2 aja, satu nya udah aku tau yaitu sistem tanam paksa . please kasi tau yah..

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

09

:

39

:

46

Klaim

2

2


Iklan

Nenellq N

20 September 2020 04:05

1. Hak octrooi VOC 2. Tanam paksa 3. Keja rodi


Nenellq N

20 September 2020 04:06

*Kerja rodi klo gk salah ya πŸ‘†πŸ‘† semoga membantu :)

Iklan

P. Rafika

Mahasiswa/Alumni Universitas Indonesia

27 Januari 2022 01:59

Hai Aqilah F., kakak bantu jawab ya. Kebijakan yang menyengsarakan rakyat, diantaranya; (1) kerja rodi zaman Gubernur Jenderal Daendels, (2) cultuur stelsel (sistem tanam paksa zaman pemerintah kolonial Belanda; (3) sistem ekonomi terbuka sejak 1870-1942. Untuk lebih detailnya, yuk simak penjelasan berikut. Nusantara sebelum berdirinya Indonesia pernah dikuasai oleh Belanda, Perancis, Inggris, serta Jepang. Selama masa penguasaan bangsa lain tersebut, silih berganti peraturan pernah dirasakan oleh rakyat. Kebijakan tersebut, terutama dalam bidang ekonomi menyengsarakan rakyat dalam kurun waktu lama. Diantara kebijakan yang menyengsarakan rakyat, yaitu: 1. Kerja Rodi Masa Daendels. Masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Daendels (merupakan perwakilan pemerintahan Perancis. Saat itu Belanda dikuasai oleh Perancis). Salah satu kebijakan Daendels, yaitu mengerahkan rakyat untuk kerja rodi. Rakyat dikerahkan untuk membangun jalan raya Pos (Groote Post Weg) sepanjang Anger hingga Panarukan. Kerja rodi itu membuat rakyat yang sudah jatuh miskin menjadi semakin menderita, apalagi kerja rodi dalam pembuatan pangkalan di Ujungkulon. Lokasi yang begitu jauh, sulit dicapai dan penuh dengan sarang nyamuk malaria, menyebabkan banyak rakyat yang menjadi korban. Banyak rakyat Hindia yang jatuh sakit bahkan tidak sedikit yang meninggal. 2. Cultuur Stelsel atau Sistem Tanam Paksa. Pemerintah Belanda terus mencari cara bagaimana untuk mengatasi problem ekonomi. Salah satunya pada tahun 1829 seorang tokoh bernama Johannes Van den Bosch mengajukan kepada raja Belanda usulan yang berkaitan dengan sistem dan cara melaksanakan politik kolonial Belanda di Hindia Belanda (sebutan Indonesia saat itu). Bosch berpendapat untuk memperbaiki ekonomi di negeri Belanda, di tanah jajahan harus dilakukan penanaman tanaman yang dapat laku dijual di pasar dunia. Sesuai dengan keadaan di negeri jajahan, maka sistem penanaman harus dikembangkan dengan memanfaatkan kebiasaan kaum pribumi/petani, yaitu dengan β€œkerja rodi”. Oleh karena itu, penanam yang dilakukan para petani itu bersifat wajib. Van den Bosch menggunakan prinsip bahwa daerah jajahan itu fungsinya sebagai tempat mengambil keuntungan bagi negeri induk. Jawa harus dieksploitasi semaksimal mungkin untuk keuntungan negeri penjajah. Dapat dikatakan Jawa dimanfaatkan sebagai sapi perahan. Konsep Bosch itulah yang kemudian dikenal dengan cultuur stelsel (Tanam Paksa). Dengan cara ini diharapkan perekonomian Belanda dapat dengan cepat pulih dan semakin meningkat. Secara aturan, cultuur stelsel tidak memberatkan rakyat. Akan tetapi, dikarenakan adanya bonus yang akan diterima pegawai pribumi jika setoran hasil bumi melebihi target, mendorong terjadinya penyelewengan. Pejabat pribumi tersebut mendorong rakyat menyetorkan hasil bumi sebesar-besarnya. Sehingga bonus yang dikenal dengan nama cultuur procenten bisa makin besar mereka dapatkan. Dengan adanya penyelewengan ini, rakyat semakin sengsara. Dibeberapa daerah, seperti Grobogan, Jawa Tengah terjadi kelaparan akibat cultuur stelsel. 3. Sistem Ekonomi Terbuka Sistem ekonomi terbuka diberlakukan di Hindia Belanda sejak diberlakukan UU Pokok Agraria pada 1870. UU ini mendorong pengelolaan ekonomi di pihak swasta atau pengusaha tidak hanya dikuasai pemerintah. Akan tetapi, bagi rakyat bumiputera pelaksanaan usaha swasta tetap membawa penderitaan. Pertanian rakyat semakin merosot. Pelaksanaan kerja paksa masih terus dilakukan seperti pembangunan jalan raya, jembatan, jalan kereta api, saluran irigasi, benteng-benteng dan sebagainya. Di samping melakukan kerja paksa, rakyat masih harus membayar pajak, sementara hasil-hasil pertanian rakyat banyak yang menurun. Kerajinan-kerajinan rakyat mengalami kemunduran karena terdesak oleh alat-alat yang lebih maju. Alat transportasi tradisional, seperti dokar, gerobak juga semakin terpinggirkan. Dengan demikian rakyat tetap hidup menderita. Semoga membantu ya.


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

apakah yang dimaksud dengan globalisasi??

2

5.0

Jawaban terverifikasi