Jawabannya: Seinendan berperan mendidik dan melatih para pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri, Keibodan berperan membantu polisi dalam menjaga lalu lintas dan melakukan pengamanan desa, Fujinkai berperan mengerahkan tenaga perempuan turut serta dalam memperkuat pertahanan dengan cara mengumpulkan dana wajib, Heiho berperan menambah jumlah kekuatan tentara Jepang untuk mempertahankan negeri-negeri yang telah didudukinya, Peta berperan membela dan mempertahankan tanah air Indonesia dari serangan sekutu, Gerakan 3A berperan menanamkan semangat Pro Jepang demi menghadapi pasukan sekutu, PUTERA berperan membujuk kaum nasionalis sekuler dan kaum intelektual agar dapat mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk usaha perang Negara Jepang, dan Jawa Hokokai bereperan untuk penghimpunan tenaga rakyat baik secara lahir maupun batin, sesuai dengan semangat kebaktian
Cermati pembahasan berikut.
Pada zaman Jepang kegiatan politik pergerakan nasional Indonesia dikendalikan oleh Jepang untuk membantunya dalam perang. Salah satu upaya pemerintah Jepang agar rakyat dan pemimpin nasional Indonesia mau mendukung Jepang adalah dengan mendirikan beberapa organisasi dan perkumpulan. Beberapa organisasi yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia diantaranya seperti organisasi semi militer, organisasi militer, dan organisasi sosial kemasyarakatan. Berikut penjelasannya:
1. Organisasi Semimiliter
Jepang melihat potensi pemuda Indonesia yang kuat dan banyak. Para pemuda di Indonesia secara fisik, cukup kuat, bersemangat, dan pemberani. Oleh karena itu, perlu dikerahkan untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi Perang Asia Pasifik.
Untuk mendidik Pemuda Indonesia agar berdisiplin dan mempunyai sifat ksatria, maka Jepang menyelenggarakan pendidikan baik secara umum maupun khusus. Pendidikan umum dilakukan di Sekolah Dasar (sekolah rakyat) dan sekolah menengah. Adapun pendidikan khusus dilakukan dengan membentuk Barisan Pemuda Asia Raya. Hal itu merupakan bagian dari gerakan 3A. Sedangkan, di daerah-daerah dibentuklah Komite Penginsafan Pemuda.
Berikut beberapa bentuk organisasi semi militer yang dibuat oleh Jepang, sebagai berikut:
a. Seinendan (Barisan Pemuda)
merupakan organisasi para pemuda yang berusia 12 sampai 22 tahun. Tujuan dibentuknya organisasi ini adalah untuk mendidik dan melatih para pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri.
b. Keibodan (pembantu polisi)
didirikan pada tanggal 29 April 1943. Anggotanya adalah para pemuda yang berusia 26 sampai 45 tahun. Tujuan didirikannya organisasi ini adalah untuk membantu polisi dalam menjaga lalu lintas dan melakukan pengamanan desa.
c. Fujinkai (Barisan Wanita)
Organisasi semi militer yang anggotanya terdiri atas wanita usia 15 tahun ke atas. Fujinkai dibentuk pada bulan Agustus 1943. Organisasi ini bertugas untuk mengerahkan tenaga perempuan turut serta dalam memperkuat pertahanan dengan cara mengumpulkan dana wajib. Dana wajib dapat berupa perhiasan, bahan makanan, hewan ternak, ataupun keperluan keperluan lainnya yang digunakan untuk perang.
2. Organisasi Militer
Organisasi yang didirikan oleh Jepang ada yang bersifat militer. Organisasi militer pada masa pendudukan Jepang hanya ada dua yaitu Heiho dan peta. Berikut penjelasannya:
a. Heiho
Dibentuk pada bulan Oktober 1943, sebagai organisasi prajurit pembantu Jepang. Heiho merupakan prajurit Indonesia yang langsung ditempatkan di dalam organisasi militer Jepang, baik angkatan darat maupun angkatan laut. Tujuannya adalah menambah jumlah kekuatan tentara Jepang untuk mempertahankan negeri-negeri yang telah didudukinya. Kegiatan Heiho antara lain: membangun kubu-kubu pertahanan, menjaga pertahanan, dan membantu perang tentara Jepang di medan perang.
b. Peta (Pembela Tanah Air)
Peta adalah organisasi militer yang pemimpinnya bangsa Indonesia. dalam hal ini mereka mendapatkan pelatihan kemiliteran. Peta dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 atas usul dr Gatot Mangkupraja. Para calon perwira peta dilatih di kota Bogor. Peta dibentuk di Jawa, sedangkan di Sumatera keadaan semacam ini disebut giyugun atau tentara sukarela.
Peta bersifat keindonesiaan dan perwira-perwira nya juga berasal dari Indonesia. Peta bertugas membela dan mempertahankan tanah air Indonesia dari serangan sekutu. Dalam struktur organisasi militer Jepang, peta memiliki kedudukan yang lebih bebas atau fleksibel. Dalam hal kepangkatan, ada orang Indonesia yang sampai mencapai perwira. Setelah Indonesia merdeka, mereka yang berasal dari peta banyak yang menjadi pemimpin Indonesia seperti Jendral Sudirman, Jenderal Gatot Subroto, Supriyadi, dan Jenderal Ahmad Yani.
3. Organisasi Sosial Kemasyarakatan
Pada masa kependudukannya, Jepang berupaya mendekati bangsa Indonesia guna mencari dukungan dalam perang Asia Pasifik. Salah satunya dengan membentuk organisasi sosial kemasyarakatan. Berikut organisasi sosial kemasyarakatan yang dibentuk oleh Jepang:
a. Gerakan 3A
Gerakan 3A dibentuk oleh Jepang pada tanggal 29 April 1942. Adapun yang dimaksud dengan gerakan 3A berarti Jepang Cahaya Asia, Jepang Pelindung Asia dan Jepang Pemimpin Asia. Tujuannya untuk menanamkan semangat Pro Jepang demi menghadapi pasukan sekutu. Dikarenakan kurang mendapat simpati di kalangan masyarakat Indonesia pada tahun 1943 gerakan 3A dibubarkan.
b. PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat)
Gagalnya gerakan 3A, membuat pihak Jepang menawarkan kerja sama kepada tokoh-tokoh nasional. Tawaran kerjasama yang ditawarkan pemerintahan Jepang disambut hangat oleh para pemimpin bangsa. Sebab menurut perkiraan mereka, suatu kerjasama di dalam situasi perang adalah cara terbaik.
Pada masa ini, muncul 4 tokoh nasionalis yang dikenal dengan sebutan empat serangkai mereka adalah Ir Soekarno, Drs Moh Hatta, Kyai Haji Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantara. Empat tokoh nasionalis ini lalu membentuk sebuah gerakan baru yang dinamakan Pusat Tenaga Rakyat atau yang dikenal dengan Putera. Putera resmi didirikan pada tanggal 16 April 1943. Tujuannya adalah untuk membujuk kaum nasionalis sekuler dan kaum intelektual agar dapat mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk usaha perang Negara Jepang. Walaupun demikian, pemimpin bangsa ini mendapat kemudahan untuk menggunakan fasilitas Jepang yang ada di Indonesia seperti radio dan koran. Dengan cara ini para pemimpin bangsa dapat berkomunikasi secara leluasa kepada rakyat. Namun, pada tahun 1944 Putera dibubarkan oleh Jepang.
c. Himpunan Kebaktian Jawa (Jawa Hokokai)
Setelah Putera bubar, Jepang membentuk organisasi baru yang dinamakan Jawa Hokokai. Tujuannya adalah untuk penghimpunan tenaga rakyat baik secara lahir maupun batin, sesuai dengan semangat kebaktian. Adapun yang termasuk semangat kebaktian diantaranya: mengorbankan diri, mempertebal persaudaraan, dan melaksanakan sesuatu dengan bukti. Tiga hal inilah yang dituntut dari rakyat Indonesia oleh pemerintahan Jepang.
Adapun kegiatan kegiatanyang dilakukannya meliputi: melaksanakan segala sesuatu dengan nyata dan ikhlas, memimpin rakyat untuk menyumbangkan segenap tenaga, dan memperkukuh pembelaan tanah air. Organisasi ini dinyatakan sebagai organisasi resmi pemerintah.
Kesimpulannya adalah beberapa organisasi yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia diantaranya Seinendan berperan mendidik dan melatih para pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri, Keibodan berperan membantu polisi dalam menjaga lalu lintas dan melakukan pengamanan desa, Fujinkai berperan mengerahkan tenaga perempuan turut serta dalam memperkuat pertahanan dengan cara mengumpulkan dana wajib, Heiho berperan menambah jumlah kekuatan tentara Jepang untuk mempertahankan negeri-negeri yang telah didudukinya, Peta berperan membela dan mempertahankan tanah air Indonesia dari serangan sekutu, Gerakan 3A berperan menanamkan semangat Pro Jepang demi menghadapi pasukan sekutu, PUTERA berperan membujuk kaum nasionalis sekuler dan kaum intelektual agar dapat mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk usaha perang Negara Jepang, dan Jawa Hokokai bereperan untuk penghimpunan tenaga rakyat baik secara lahir maupun batin, sesuai dengan semangat kebaktian.