Ni P

12 Mei 2023 05:32

Iklan

Ni P

12 Mei 2023 05:32

Pertanyaan

Tuliskan isi konferensi london!

Tuliskan isi konferensi london!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

12

:

14

:

58

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Moewardi M

12 Mei 2023 09:29

Jawaban terverifikasi

<p>Isi Konvensi London:</p><ol><li>Indonesia (Hindia Belanda) dikembalikan Inggris kepada Belanda</li><li>Inggris menukar Pulau Bangka (Indonesia) dengan koloni Cochin (India) milik Belanda</li><li>Belanda menjual koloni Bernagore (India) kepada Inggris &nbsp;</li><li>Kapal Belanda dilarang melakukan penjualan budak</li><li>Koloni Belanda di Tanjung Harapan (Afrika Selatan) serta Demerara, Essequibo dan Berbice (Guaya) tetap dikuasai Inggris &nbsp;</li></ol>

Isi Konvensi London:

  1. Indonesia (Hindia Belanda) dikembalikan Inggris kepada Belanda
  2. Inggris menukar Pulau Bangka (Indonesia) dengan koloni Cochin (India) milik Belanda
  3. Belanda menjual koloni Bernagore (India) kepada Inggris  
  4. Kapal Belanda dilarang melakukan penjualan budak
  5. Koloni Belanda di Tanjung Harapan (Afrika Selatan) serta Demerara, Essequibo dan Berbice (Guaya) tetap dikuasai Inggris  

Iklan

Nanda R

Community

05 Mei 2024 06:50

Jawaban terverifikasi

<p>Konferensi London merupakan pertemuan yang berlangsung pada bulan Agustus 1945 di London, Inggris, yang membahas masa depan Indonesia pasca-Perang Dunia II. Isi utama dari Konferensi London adalah:</p><p>1. Pembentukan Panitia Tiga: Salah satu hasil utama dari Konferensi London adalah pembentukan Panitia Tiga yang terdiri dari perwakilan dari Belanda, Indonesia, dan Inggris. Panitia Tiga bertugas merancang dan menyusun rencana untuk menyelesaikan konflik antara Belanda dan Indonesia serta mengatur masa depan Indonesia setelah kemerdekaannya.</p><p>2. Pengakuan Kemerdekaan Indonesia: Pada Konferensi London, Inggris mengakui kemerdekaan Indonesia sebagai sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindari. Meskipun demikian, tidak ada kesepakatan yang dihasilkan secara konkret mengenai pengakuan kemerdekaan oleh Belanda.</p><p>3. Penundaan Pengakuan Kemerdekaan: Meskipun Inggris mengakui kemerdekaan Indonesia, pemerintah Inggris menunda pengakuan resmi tersebut hingga masalah politik, ekonomi, dan keamanan dapat diselesaikan melalui negosiasi antara Belanda dan Indonesia.</p><p>4. Pembentukan Negara Federal Indonesia: Konferensi London membahas proposal pembentukan Negara Federal Indonesia yang diusulkan oleh pemerintah Belanda. Namun, proposal ini tidak diterima oleh semua pihak, terutama oleh pihak Indonesia yang menginginkan kemerdekaan penuh dan tidak dibagi-bagi dalam bentuk federal.</p><p>5. Kedaulatan dan Integrasi: Konferensi London juga membahas tentang kedaulatan Indonesia dan integrasi wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh Belanda ke dalam negara Indonesia yang merdeka. Masalah ini menjadi salah satu poin utama yang dipertentangkan antara pihak Indonesia dan Belanda.</p><p>6. Persoalan Irian Barat: Konferensi London juga membicarakan status Irian Barat (sekarang Papua Barat), wilayah yang masih dikuasai oleh Belanda setelah kemerdekaan Indonesia. Masalah ini menjadi sengketa yang panjang dan kompleks antara Indonesia dan Belanda.</p><p>Secara keseluruhan, Konferensi London tidak menghasilkan kesepakatan konkret yang mengakhiri konflik antara Indonesia dan Belanda. Namun, pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam proses negosiasi yang akhirnya mengarah pada pengakuan resmi kemerdekaan Indonesia oleh Belanda pada Desember 1949.</p>

Konferensi London merupakan pertemuan yang berlangsung pada bulan Agustus 1945 di London, Inggris, yang membahas masa depan Indonesia pasca-Perang Dunia II. Isi utama dari Konferensi London adalah:

1. Pembentukan Panitia Tiga: Salah satu hasil utama dari Konferensi London adalah pembentukan Panitia Tiga yang terdiri dari perwakilan dari Belanda, Indonesia, dan Inggris. Panitia Tiga bertugas merancang dan menyusun rencana untuk menyelesaikan konflik antara Belanda dan Indonesia serta mengatur masa depan Indonesia setelah kemerdekaannya.

2. Pengakuan Kemerdekaan Indonesia: Pada Konferensi London, Inggris mengakui kemerdekaan Indonesia sebagai sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindari. Meskipun demikian, tidak ada kesepakatan yang dihasilkan secara konkret mengenai pengakuan kemerdekaan oleh Belanda.

3. Penundaan Pengakuan Kemerdekaan: Meskipun Inggris mengakui kemerdekaan Indonesia, pemerintah Inggris menunda pengakuan resmi tersebut hingga masalah politik, ekonomi, dan keamanan dapat diselesaikan melalui negosiasi antara Belanda dan Indonesia.

4. Pembentukan Negara Federal Indonesia: Konferensi London membahas proposal pembentukan Negara Federal Indonesia yang diusulkan oleh pemerintah Belanda. Namun, proposal ini tidak diterima oleh semua pihak, terutama oleh pihak Indonesia yang menginginkan kemerdekaan penuh dan tidak dibagi-bagi dalam bentuk federal.

5. Kedaulatan dan Integrasi: Konferensi London juga membahas tentang kedaulatan Indonesia dan integrasi wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh Belanda ke dalam negara Indonesia yang merdeka. Masalah ini menjadi salah satu poin utama yang dipertentangkan antara pihak Indonesia dan Belanda.

6. Persoalan Irian Barat: Konferensi London juga membicarakan status Irian Barat (sekarang Papua Barat), wilayah yang masih dikuasai oleh Belanda setelah kemerdekaan Indonesia. Masalah ini menjadi sengketa yang panjang dan kompleks antara Indonesia dan Belanda.

Secara keseluruhan, Konferensi London tidak menghasilkan kesepakatan konkret yang mengakhiri konflik antara Indonesia dan Belanda. Namun, pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam proses negosiasi yang akhirnya mengarah pada pengakuan resmi kemerdekaan Indonesia oleh Belanda pada Desember 1949.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

14

5.0

Jawaban terverifikasi