Bn B

15 Mei 2023 15:33

Iklan

Bn B

15 Mei 2023 15:33

Pertanyaan

tugasnya buat 5 perlawanan terhadap persekutuan dagang Nama perlawanan : Tokoh perlawanan : Daerah perlawanan : Penyebab terjadinya perlawanan: taktik yg dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan bangsa Indonesia : Akhir perlawanan : Keterangan : walau cuma 1 minta tolong ya kakak kakak

tugasnya buat 5 perlawanan terhadap persekutuan dagang 

Nama perlawanan :
Tokoh perlawanan : 
Daerah perlawanan :
Penyebab terjadinya  perlawanan:
taktik yg dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan bangsa Indonesia : 
Akhir perlawanan :
Keterangan :

walau cuma 1 minta tolong ya kakak kakak 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

13

:

58

:

00

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

20 Februari 2024 10:00

Jawaban terverifikasi

<p><br>Perlawanan 1: Perlawanan Pemberontakan Petani</p><ul><li>Tokoh perlawanan: Kartini</li><li>Daerah perlawanan: Jawa Tengah, Jawa Timur</li><li>Penyebab terjadinya perlawanan: Adanya tekanan ekonomi dan sosial terhadap petani akibat kebijakan eksploitasi dalam sistem perdagangan.</li><li>Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan bangsa Indonesia: Penangkapan tokoh perlawanan, pemberlakuan hukuman keras, dan pembatasan kebebasan berorganisasi.</li><li>Akhir perlawanan: Perlawanan ini tidak mencapai keberhasilan yang besar dan mengalami penindasan oleh penjajah.</li></ul><p>Perlawanan 2: Boycott Produk Asing</p><ul><li>Tokoh perlawanan: Soekarno</li><li>Daerah perlawanan: Seluruh Nusantara</li><li>Penyebab terjadinya perlawanan: Protes terhadap dominasi perdagangan oleh negara-negara asing yang merugikan ekonomi Indonesia.</li><li>Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan bangsa Indonesia: Blokade ekonomi, kampanye anti-propaganda, dan tekanan politik.</li><li>Akhir perlawanan: Meskipun berhasil menciptakan kesadaran nasionalis, upaya ini kurang berhasil dalam mengubah struktur perdagangan yang merugikan Indonesia.</li></ul><p>Perlawanan 3: Gerakan Anti-Imperialisme</p><ul><li>Tokoh perlawanan: Mohammad Hatta</li><li>Daerah perlawanan: Sumatera, Sulawesi</li><li>Penyebab terjadinya perlawanan: Penolakan terhadap imperialisme ekonomi dan politik yang dijalankan oleh negara-negara Barat.</li><li>Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan bangsa Indonesia: Propaganda, intimidasi politik, dan pembatasan kebebasan berbicara.</li><li>Akhir perlawanan: Gerakan ini terus berlanjut menjadi bagian dari gerakan kemerdekaan Indonesia dan memberikan sumbangan penting dalam perumusan ideologi negara.</li></ul><p>Perlawanan 4: Boikot Produk Pribumi</p><ul><li>Tokoh perlawanan: Tan Malaka</li><li>Daerah perlawanan: Kalimantan, Maluku</li><li>Penyebab terjadinya perlawanan: Ketidakpuasan terhadap perlakuan ekonomi yang tidak adil terhadap produsen pribumi dalam perdagangan.</li><li>Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan bangsa Indonesia: Represi militer, penangkapan tokoh perlawanan, dan pemberlakuan hukuman keras.</li><li>Akhir perlawanan: Meskipun berhasil menciptakan kesadaran ekonomi nasionalis, gerakan ini mengalami tantangan besar dan akhirnya terhenti.</li></ul><p>Perlawanan 5: Gerakan Solidaritas Buruh</p><ul><li>Tokoh perlawanan: Sutan Sjahrir</li><li>Daerah perlawanan: Jakarta, Surabaya</li><li>Penyebab terjadinya perlawanan: Protes terhadap kondisi buruh yang dieksploitasi dalam sistem perdagangan.</li><li>Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan bangsa Indonesia: Pemberlakuan hukuman tegas, penindasan buruh, dan pembatasan kegiatan serikat pekerja.</li><li>Akhir perlawanan: Meskipun menghadapi tekanan besar, gerakan solidaritas buruh tetap menjadi bagian penting dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.</li></ul>


Perlawanan 1: Perlawanan Pemberontakan Petani

  • Tokoh perlawanan: Kartini
  • Daerah perlawanan: Jawa Tengah, Jawa Timur
  • Penyebab terjadinya perlawanan: Adanya tekanan ekonomi dan sosial terhadap petani akibat kebijakan eksploitasi dalam sistem perdagangan.
  • Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan bangsa Indonesia: Penangkapan tokoh perlawanan, pemberlakuan hukuman keras, dan pembatasan kebebasan berorganisasi.
  • Akhir perlawanan: Perlawanan ini tidak mencapai keberhasilan yang besar dan mengalami penindasan oleh penjajah.

Perlawanan 2: Boycott Produk Asing

  • Tokoh perlawanan: Soekarno
  • Daerah perlawanan: Seluruh Nusantara
  • Penyebab terjadinya perlawanan: Protes terhadap dominasi perdagangan oleh negara-negara asing yang merugikan ekonomi Indonesia.
  • Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan bangsa Indonesia: Blokade ekonomi, kampanye anti-propaganda, dan tekanan politik.
  • Akhir perlawanan: Meskipun berhasil menciptakan kesadaran nasionalis, upaya ini kurang berhasil dalam mengubah struktur perdagangan yang merugikan Indonesia.

Perlawanan 3: Gerakan Anti-Imperialisme

  • Tokoh perlawanan: Mohammad Hatta
  • Daerah perlawanan: Sumatera, Sulawesi
  • Penyebab terjadinya perlawanan: Penolakan terhadap imperialisme ekonomi dan politik yang dijalankan oleh negara-negara Barat.
  • Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan bangsa Indonesia: Propaganda, intimidasi politik, dan pembatasan kebebasan berbicara.
  • Akhir perlawanan: Gerakan ini terus berlanjut menjadi bagian dari gerakan kemerdekaan Indonesia dan memberikan sumbangan penting dalam perumusan ideologi negara.

Perlawanan 4: Boikot Produk Pribumi

  • Tokoh perlawanan: Tan Malaka
  • Daerah perlawanan: Kalimantan, Maluku
  • Penyebab terjadinya perlawanan: Ketidakpuasan terhadap perlakuan ekonomi yang tidak adil terhadap produsen pribumi dalam perdagangan.
  • Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan bangsa Indonesia: Represi militer, penangkapan tokoh perlawanan, dan pemberlakuan hukuman keras.
  • Akhir perlawanan: Meskipun berhasil menciptakan kesadaran ekonomi nasionalis, gerakan ini mengalami tantangan besar dan akhirnya terhenti.

Perlawanan 5: Gerakan Solidaritas Buruh

  • Tokoh perlawanan: Sutan Sjahrir
  • Daerah perlawanan: Jakarta, Surabaya
  • Penyebab terjadinya perlawanan: Protes terhadap kondisi buruh yang dieksploitasi dalam sistem perdagangan.
  • Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan bangsa Indonesia: Pemberlakuan hukuman tegas, penindasan buruh, dan pembatasan kegiatan serikat pekerja.
  • Akhir perlawanan: Meskipun menghadapi tekanan besar, gerakan solidaritas buruh tetap menjadi bagian penting dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Iklan

Salsabila M

Community

27 April 2024 02:49

Jawaban terverifikasi

<p>Berikut adalah lima perlawanan terhadap persekutuan dagang yang terjadi di Indonesia:</p><p><strong>Perlawanan Patani</strong></p><ul><li>Nama perlawanan: Perlawanan Patani</li><li>Tokoh perlawanan: Tuan Guru Haji Abdul Karim</li><li>Daerah perlawanan: Patani, wilayah selatan Thailand</li><li>Penyebab terjadinya perlawanan: Penindasan dan eksploitasi ekonomi oleh pemerintah Thailand dan para pedagang asing, terutama orang Cina. Masyarakat Patani merasa bahwa mereka tidak mendapatkan keadilan dalam perdagangan yang dipimpin oleh Thailand dan pedagang asing.</li><li>Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan: Pemerintah Thailand menggunakan kekuatan militer dan strategi pembungkaman untuk menekan perlawanan Patani. Mereka juga melakukan represi terhadap tokoh-tokoh perlawanan dan pendukungnya.</li><li>Akhir perlawanan: Meskipun perlawanan Patani telah berlangsung selama berabad-abad, upaya perlawanan secara bersenjata umumnya tidak berhasil mencapai kemerdekaan. Namun, gerakan perlawanan terus berlanjut hingga saat ini, meskipun dalam bentuk yang berbeda.</li></ul><p><strong>Perlawanan Filipina</strong></p><ul><li>Nama perlawanan: Perlawanan Filipina</li><li>Tokoh perlawanan: José Rizal, Andrés Bonifacio, Emilio Aguinaldo, dll.</li><li>Daerah perlawanan: Kepulauan Filipina</li><li>Penyebab terjadinya perlawanan: Penindasan kolonialisme Spanyol dan kemudian Amerika Serikat, serta eksploitasi ekonomi yang dilakukan oleh kedua kekuatan tersebut. Masyarakat Filipina merasa bahwa mereka tidak mendapatkan keadilan dan hak-hak yang sama dalam sistem pemerintahan dan perdagangan yang dipimpin oleh kolonialisme tersebut.</li><li>Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan: Kolonialis Spanyol dan Amerika Serikat menggunakan kekuatan militer dan strategi pembungkaman untuk menekan perlawanan Filipina. Mereka juga melakukan taktik pembelahan dan penjajahan batin untuk menghancurkan solidaritas perlawanan.</li><li>Akhir perlawanan: Meskipun Filipina memperoleh kemerdekaan dari Spanyol pada tahun 1898 dan kemudian dari Amerika Serikat pada tahun 1946, perjuangan untuk menghapuskan pengaruh kolonialisme dan memperjuangkan keadilan dan kesetaraan terus berlanjut hingga saat ini.</li></ul><p><strong>Perlawanan Malaya</strong></p><ul><li>Nama perlawanan: Perlawanan Malaya</li><li>Tokoh perlawanan: Chin Peng, Ahmad Boestamam, Abdullah CD, dll.</li><li>Daerah perlawanan: Semenanjung Malaya (sekarang Malaysia)</li><li>Penyebab terjadinya perlawanan: Penindasan dan eksploitasi ekonomi oleh pemerintah kolonial Inggris dan pendatang asing (terutama orang Cina dan India) di Semenanjung Malaya. Masyarakat Malaya merasa bahwa mereka tidak mendapatkan keadilan dalam sistem pemerintahan dan perdagangan yang dipimpin oleh kolonialisme Inggris.</li><li>Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan: Pemerintah kolonial Inggris menggunakan kekuatan militer dan taktik pembelahan etnis untuk menekan perlawanan Malaya. Mereka juga melakukan represi terhadap tokoh-tokoh perlawanan dan pendukungnya.</li><li>Akhir perlawanan: Perlawanan Malaya berakhir setelah ditandatanganinya Perjanjian Pangkor pada tahun 1874, yang mengakhiri Perang Larut, dan setelah berbagai upaya represi yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Inggris. Namun, perlawanan terus berlanjut dalam bentuk gerakan kemerdekaan yang kemudian berhasil memperoleh kemerdekaan Malaysia pada tahun 1957.</li></ul><p><strong>Perlawanan Banten</strong></p><ul><li>Nama perlawanan: Perlawanan Banten</li><li>Tokoh perlawanan: Sultan Ageng Tirtayasa, Pangeran Hidayatullah, dll.</li><li>Daerah perlawanan: Banten, Jawa Barat, Indonesia</li><li>Penyebab terjadinya perlawanan: Penindasan dan eksploitasi ekonomi oleh pemerintah kolonial Belanda di wilayah Banten. Masyarakat Banten merasa bahwa mereka tidak mendapatkan keadilan dalam sistem pemerintahan dan perdagangan yang dipimpin oleh kolonialisme Belanda.</li><li>Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan: Pemerintah kolonial Belanda menggunakan kekuatan militer dan strategi pembungkaman untuk menekan perlawanan Banten. Mereka juga melakukan represi terhadap tokoh-tokoh perlawanan dan pendukungnya.</li><li>Akhir perlawanan: Perlawanan Banten berakhir pada tahun 1683 setelah Belanda berhasil menguasai kerajaan Banten dan menundukkan sultan serta pemimpin perlawanan lainnya. Namun, perlawanan terus berlanjut dalam bentuk perlawanan lokal dan gerakan nasionalisme yang kemudian memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.</li></ul><p><strong>Perlawanan Aceh</strong></p><ul><li>Nama perlawanan: Perlawanan Aceh</li><li>Tokoh perlawanan: Cut Nyak Dhien, Teuku Umar, Teungku Chik di Tiro, dll.</li><li>Daerah perlawanan: Aceh, Sumatera Utara, Indonesia</li><li>Penyebab terjadinya perlawanan: Penindasan dan eksploitasi ekonomi oleh pemerintah kolonial Belanda di wilayah Aceh. Masyarakat Aceh merasa bahwa mereka tidak mendapatkan keadilan dalam sistem pemerintahan dan perdagangan yang dipimpin oleh kolonialisme Belanda.</li><li>Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan: Pemerintah kolonial Belanda menggunakan kekuatan militer dan taktik perang gerilya untuk menekan perlawanan Aceh. Mereka juga melakukan represi terhadap tokoh-tokoh perlawanan dan pendukungnya.</li><li>Akhir perlawanan: Perlawanan Aceh berakhir pada tahun 1904 setelah Belanda berhasil menaklukkan Aceh dan menundukkan para pemimpin perlawanan. Namun, perlawanan terus berlanjut dalam bentuk gerakan kemerdekaan yang kemudian memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.</li></ul><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Berikut adalah lima perlawanan terhadap persekutuan dagang yang terjadi di Indonesia:

Perlawanan Patani

  • Nama perlawanan: Perlawanan Patani
  • Tokoh perlawanan: Tuan Guru Haji Abdul Karim
  • Daerah perlawanan: Patani, wilayah selatan Thailand
  • Penyebab terjadinya perlawanan: Penindasan dan eksploitasi ekonomi oleh pemerintah Thailand dan para pedagang asing, terutama orang Cina. Masyarakat Patani merasa bahwa mereka tidak mendapatkan keadilan dalam perdagangan yang dipimpin oleh Thailand dan pedagang asing.
  • Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan: Pemerintah Thailand menggunakan kekuatan militer dan strategi pembungkaman untuk menekan perlawanan Patani. Mereka juga melakukan represi terhadap tokoh-tokoh perlawanan dan pendukungnya.
  • Akhir perlawanan: Meskipun perlawanan Patani telah berlangsung selama berabad-abad, upaya perlawanan secara bersenjata umumnya tidak berhasil mencapai kemerdekaan. Namun, gerakan perlawanan terus berlanjut hingga saat ini, meskipun dalam bentuk yang berbeda.

Perlawanan Filipina

  • Nama perlawanan: Perlawanan Filipina
  • Tokoh perlawanan: José Rizal, Andrés Bonifacio, Emilio Aguinaldo, dll.
  • Daerah perlawanan: Kepulauan Filipina
  • Penyebab terjadinya perlawanan: Penindasan kolonialisme Spanyol dan kemudian Amerika Serikat, serta eksploitasi ekonomi yang dilakukan oleh kedua kekuatan tersebut. Masyarakat Filipina merasa bahwa mereka tidak mendapatkan keadilan dan hak-hak yang sama dalam sistem pemerintahan dan perdagangan yang dipimpin oleh kolonialisme tersebut.
  • Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan: Kolonialis Spanyol dan Amerika Serikat menggunakan kekuatan militer dan strategi pembungkaman untuk menekan perlawanan Filipina. Mereka juga melakukan taktik pembelahan dan penjajahan batin untuk menghancurkan solidaritas perlawanan.
  • Akhir perlawanan: Meskipun Filipina memperoleh kemerdekaan dari Spanyol pada tahun 1898 dan kemudian dari Amerika Serikat pada tahun 1946, perjuangan untuk menghapuskan pengaruh kolonialisme dan memperjuangkan keadilan dan kesetaraan terus berlanjut hingga saat ini.

Perlawanan Malaya

  • Nama perlawanan: Perlawanan Malaya
  • Tokoh perlawanan: Chin Peng, Ahmad Boestamam, Abdullah CD, dll.
  • Daerah perlawanan: Semenanjung Malaya (sekarang Malaysia)
  • Penyebab terjadinya perlawanan: Penindasan dan eksploitasi ekonomi oleh pemerintah kolonial Inggris dan pendatang asing (terutama orang Cina dan India) di Semenanjung Malaya. Masyarakat Malaya merasa bahwa mereka tidak mendapatkan keadilan dalam sistem pemerintahan dan perdagangan yang dipimpin oleh kolonialisme Inggris.
  • Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan: Pemerintah kolonial Inggris menggunakan kekuatan militer dan taktik pembelahan etnis untuk menekan perlawanan Malaya. Mereka juga melakukan represi terhadap tokoh-tokoh perlawanan dan pendukungnya.
  • Akhir perlawanan: Perlawanan Malaya berakhir setelah ditandatanganinya Perjanjian Pangkor pada tahun 1874, yang mengakhiri Perang Larut, dan setelah berbagai upaya represi yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Inggris. Namun, perlawanan terus berlanjut dalam bentuk gerakan kemerdekaan yang kemudian berhasil memperoleh kemerdekaan Malaysia pada tahun 1957.

Perlawanan Banten

  • Nama perlawanan: Perlawanan Banten
  • Tokoh perlawanan: Sultan Ageng Tirtayasa, Pangeran Hidayatullah, dll.
  • Daerah perlawanan: Banten, Jawa Barat, Indonesia
  • Penyebab terjadinya perlawanan: Penindasan dan eksploitasi ekonomi oleh pemerintah kolonial Belanda di wilayah Banten. Masyarakat Banten merasa bahwa mereka tidak mendapatkan keadilan dalam sistem pemerintahan dan perdagangan yang dipimpin oleh kolonialisme Belanda.
  • Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan: Pemerintah kolonial Belanda menggunakan kekuatan militer dan strategi pembungkaman untuk menekan perlawanan Banten. Mereka juga melakukan represi terhadap tokoh-tokoh perlawanan dan pendukungnya.
  • Akhir perlawanan: Perlawanan Banten berakhir pada tahun 1683 setelah Belanda berhasil menguasai kerajaan Banten dan menundukkan sultan serta pemimpin perlawanan lainnya. Namun, perlawanan terus berlanjut dalam bentuk perlawanan lokal dan gerakan nasionalisme yang kemudian memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Perlawanan Aceh

  • Nama perlawanan: Perlawanan Aceh
  • Tokoh perlawanan: Cut Nyak Dhien, Teuku Umar, Teungku Chik di Tiro, dll.
  • Daerah perlawanan: Aceh, Sumatera Utara, Indonesia
  • Penyebab terjadinya perlawanan: Penindasan dan eksploitasi ekonomi oleh pemerintah kolonial Belanda di wilayah Aceh. Masyarakat Aceh merasa bahwa mereka tidak mendapatkan keadilan dalam sistem pemerintahan dan perdagangan yang dipimpin oleh kolonialisme Belanda.
  • Taktik yang dilakukan penjajah dalam mengalahkan perlawanan: Pemerintah kolonial Belanda menggunakan kekuatan militer dan taktik perang gerilya untuk menekan perlawanan Aceh. Mereka juga melakukan represi terhadap tokoh-tokoh perlawanan dan pendukungnya.
  • Akhir perlawanan: Perlawanan Aceh berakhir pada tahun 1904 setelah Belanda berhasil menaklukkan Aceh dan menundukkan para pemimpin perlawanan. Namun, perlawanan terus berlanjut dalam bentuk gerakan kemerdekaan yang kemudian memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

 

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

14

5.0

Jawaban terverifikasi