Cassano C

12 Agustus 2022 08:50

Iklan

Cassano C

12 Agustus 2022 08:50

Pertanyaan

Tombak Baruklinting Di suatu tempat bernama desa Mangir, hiduplah seorang pemipin sekaligus seorang petapa bernama Wanabaya. la berbudi bahasa baik, suka menolong, dan memiliki ilmu tingkat tinggi. Orang-orang pun menjulukinya dengan Ki Gede Wanabaya. Suatu hari, is didatangi oleh gurunya. Sang guru berkata bahwa is harus berpindah tempat ke Gunung Merapi untuk menambah kesaktiannya."Turunkan kepemimpinanmu kepada anakmu!" ucap Sang guru. Ki Gede Wanabaya pun langsung memanggil anaknya dan seluruh rakyat desa Mangir. la mengumumkan bahwa tampuk kepemimpinan akan digantikan oleh anaknya, yang diberi gelar Ki Gede Wanabaya II. Beberapa hari kemudian, Ki Gede Wanabaya II mendapatkan kabar bahwa ibunya mengandung anak yang kedua. Ki Gede Wanabaya II sangat senang karena is segera memiliki adik. la pun berniat untuk mengabari ayahnya yang sedang bertapa di Gunung Merapi. Namun, Ki Gede Wanabaya sangat serius saat bertapa, sehingga Ki Gede Wanabaya II sungkan untuk mengganggunya. Ki Gede Wanabaya II kemudian pulang ke rumah. Saat malam hari, tiba-tiba perut istri Ki Gede Wanabaya pun semakin membesar dan terus membesar, hingga melahirkan seekor naga berwarna hijau. Istri Ki Gede Wanabaya pun terbangun dan terkejut. "Mau apa kau?" tanya istri Ki Gede ketakutan. "Tenang ibu, aku hanya ingin mencari ayahku. Dimanakah ia?" tanya Sang Naga. Istri Ki Gede Wanabaya pun memberi tahu bahwa suaminya sedang bertapa di Gunung Merapi. Sang Naga pun kemudian bergegas menuju ke Gunung Merapi. Sesampainya di sana, ia bertemu dengan Ki Gede Wanabaya. "Mau apa kau?" tanya Ki Gede. "Aku hanya ingin kau mengakui aku sebagai anakmu Ayah. Aku lahir dari istrimu di desa Mangir," jawab Sang Naga. la memberi satu syarat kepada Sang Naga untuk melilit Gunung Merapi dengan tubuhnya. Sang Naga pun menyanggupinya dan langsung mencoba melilit Gunung Merapi. Setelah berusaha, ternyata is tidak mampu untuk melilitnya. Tidak lama kemudian, Sang Naga pun kehabisan tenaga dan berubah menjadi sebuah tombak yang dikenal dengan Tombak Baruklinting. Sumber: Dokumen penerbit 1.1 Sebutkan tokoh protagonis pada cerita di atas!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

09

:

42

:

10

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Asarotun

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

28 September 2022 02:12

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban :<strong> Ki Gede Wanabaya II dan Sang Naga</strong></p><p>&nbsp;</p><p>Tokoh protagonis adalah tokoh yang memerankan peran utama yang memiliki sifat baik dan diidolakan oleh para penonton.</p><p>&nbsp;</p><p>Tokoh protagonis pada cerita di atas adalah <strong>Ki Gede Wanabaya II dan Sang Naga</strong> karena memiliki sifat yang baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan kutipan "<i><strong>Namun, Ki Gede Wanabaya sangat serius saat bertapa, sehingga Ki Gede Wanabaya II sungkan untuk mengganggunya</strong></i>". Berdasarkan kutipan tersebut, dapat disimpulkan bahwa <strong>Ki Gede Wanabaya II&nbsp;</strong>mempunyai sifat yang baik karena tidak ingin mengganggu Ayahnya yang sedang bertapa. Kutipan "<i><strong>Sang Naga pun menyanggupinya dan langsung mencoba melilit Gunung Merapi</strong></i>" membuktikan bahwa Sang Naga rela melilit Gunung Merapi agar diakui anak oleh <strong>Ki Gede Wanabaya.</strong></p><p>&nbsp;</p><p>Jadi, jawaban yang benar adalah : <strong>Ki Gede Wanabaya II dan Sang Naga.</strong></p>

Jawaban : Ki Gede Wanabaya II dan Sang Naga

 

Tokoh protagonis adalah tokoh yang memerankan peran utama yang memiliki sifat baik dan diidolakan oleh para penonton.

 

Tokoh protagonis pada cerita di atas adalah Ki Gede Wanabaya II dan Sang Naga karena memiliki sifat yang baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan kutipan "Namun, Ki Gede Wanabaya sangat serius saat bertapa, sehingga Ki Gede Wanabaya II sungkan untuk mengganggunya". Berdasarkan kutipan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ki Gede Wanabaya II mempunyai sifat yang baik karena tidak ingin mengganggu Ayahnya yang sedang bertapa. Kutipan "Sang Naga pun menyanggupinya dan langsung mencoba melilit Gunung Merapi" membuktikan bahwa Sang Naga rela melilit Gunung Merapi agar diakui anak oleh Ki Gede Wanabaya.

 

Jadi, jawaban yang benar adalah : Ki Gede Wanabaya II dan Sang Naga.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dalam teks eksplanasi, pernyataan umum, isi, dan penutup harus berkaitan dan saling ... . a. memahami b. mendorong c. menggambarkan d. menjelaskan

19

5.0

Jawaban terverifikasi