Anonim A

14 September 2023 02:59

Iklan

Anonim A

14 September 2023 02:59

Pertanyaan

tolong bantuin πŸ™πŸ»

tolong bantuin πŸ™πŸ»

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

20

:

44

:

38

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Rafva A

23 September 2023 15:04

Jawaban terverifikasi

<p>Fenomena tersebut dari sudut pandang <strong>empiris</strong> berarti bahwa fenomena tersebut merupakan sesuatu yang benar benar terjadi pada masyarakat terutama gen Z, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis/pengamatan berupa maraknya penggunaan handphone untuk mengakses aplikasi medsos seperti instagram, whatsapp, twitter, facebok, sehingga Indonesia berada pada peringkat bawah dalam hal literasi.&nbsp;</p><p>Sudut pandang Teoritis: Jika dilihat dari fenomena tersebut pastinya maraknya penggunaan handphone berkaitan dengan kebiasaan gen Z dalam menghadapi era global, kemudian maraknya peredaran handphone untuk kemudahan sosial media yang tidak dapat dihindari, dan pentingnya akses komunikasi yang lebih baik, serta penggunaan literasi menggunakan handphone atau dunia maya dirasa lebih menarik daripada literasi menggunakan buku tulis, bacaan lainnya yang bersifat cetak.&nbsp;</p><p>Sudut pandang Non-etis: Penggunaan handphone untuk generasi Z bukan berarti sesuatu hal yang salah maupun dibenarkan, akan tetapi adalah bentuk pengoptimalan efisien dari gawai itu sendiri yang digunakan oleh seorang individu tersebut. Sehingga dapat diartikan sebagai manfaat yang benar benar berpengaruh untuk kehidupan individu tersebut, kemudian untuk solusi tentang penggunaan yang berlebihan mempunyai berbagai cara untuk mengatasinya, misal membuat jam bermain kemudian aktivitas literasi dunia nyata yang harus dibiasakan. Intinya adalah sesuatu yang positif dapat terwujud dari perilaku individu tersebut.&nbsp;</p>

Fenomena tersebut dari sudut pandang empiris berarti bahwa fenomena tersebut merupakan sesuatu yang benar benar terjadi pada masyarakat terutama gen Z, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis/pengamatan berupa maraknya penggunaan handphone untuk mengakses aplikasi medsos seperti instagram, whatsapp, twitter, facebok, sehingga Indonesia berada pada peringkat bawah dalam hal literasi. 

Sudut pandang Teoritis: Jika dilihat dari fenomena tersebut pastinya maraknya penggunaan handphone berkaitan dengan kebiasaan gen Z dalam menghadapi era global, kemudian maraknya peredaran handphone untuk kemudahan sosial media yang tidak dapat dihindari, dan pentingnya akses komunikasi yang lebih baik, serta penggunaan literasi menggunakan handphone atau dunia maya dirasa lebih menarik daripada literasi menggunakan buku tulis, bacaan lainnya yang bersifat cetak. 

Sudut pandang Non-etis: Penggunaan handphone untuk generasi Z bukan berarti sesuatu hal yang salah maupun dibenarkan, akan tetapi adalah bentuk pengoptimalan efisien dari gawai itu sendiri yang digunakan oleh seorang individu tersebut. Sehingga dapat diartikan sebagai manfaat yang benar benar berpengaruh untuk kehidupan individu tersebut, kemudian untuk solusi tentang penggunaan yang berlebihan mempunyai berbagai cara untuk mengatasinya, misal membuat jam bermain kemudian aktivitas literasi dunia nyata yang harus dibiasakan. Intinya adalah sesuatu yang positif dapat terwujud dari perilaku individu tersebut. 


Iklan

Salsabila M

Community

20 Juni 2024 21:34

Jawaban terverifikasi

Untuk menjelaskan fenomena tersebut dalam konsep empiris, teoritis, dan non-etis, berikut adalah pendekatan yang dapat digunakan: Konsep Empiris: Deskripsi: Anak-anak dari generasi Z cenderung menghabiskan banyak waktu mereka dengan menggunakan aplikasi media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Twitter. Data dan Fakta: Data menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara intensif dapat mengurangi waktu yang dialokasikan untuk membaca atau aktivitas literasi lainnya. Studi Kasus: Penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat rendah dalam hal literasi, yang bisa jadi terkait dengan penggunaan yang tinggi dari media sosial di kalangan generasi Z. Konsep Teoritis: Teori Ketergantungan Media (Media Dependency Theory): Teori ini menyatakan bahwa masyarakat cenderung menjadi tergantung pada media massa dalam menyediakan informasi, hiburan, dan interaksi sosial. Penggunaan intensif media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Twitter dapat mengarah pada ketergantungan yang mengurangi waktu untuk aktivitas literasi tradisional. Teori Gangguan (Displacement Theory): Teori ini menyatakan bahwa penggunaan waktu untuk aktivitas tertentu, seperti media sosial, dapat menggantikan waktu yang seharusnya dihabiskan untuk aktivitas lain, termasuk membaca dan meningkatkan literasi. Konsep Non-etis: Dampak Negatif: Penggunaan berlebihan media sosial dapat menyebabkan penurunan minat dan kemampuan dalam membaca dan meningkatkan literasi. Pertimbangan Etika: Perlu mempertimbangkan dampak dari ketergantungan pada media sosial terhadap kemampuan literasi generasi Z. Apakah mereka dapat mengembangkan keterampilan membaca dan menulis yang memadai jika waktu yang sebagian besar dihabiskan untuk media sosial? Rekomendasi dan Solusi: Perlu adanya edukasi dan kesadaran tentang pentingnya literasi di tengah penggunaan media sosial yang tinggi. Mendorong penggunaan media sosial secara bijak dan seimbang agar tidak mengorbankan kemampuan literasi. Dengan pendekatan ini, kita dapat memahami fenomena kompleks yang terkait dengan penggunaan media sosial dan dampaknya terhadap literasi, menggunakan data empiris, teori-teori yang relevan, serta pertimbangan non-etis untuk merumuskan solusi yang tepat dalam konteks pendidikan dan sosial masyarakat.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Identifikasikan lima dampak positif konflik sosial!

18

5.0

Jawaban terverifikasi